MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 11 April 2018 11:45
Tiga Warga Minta Ganti Rugi Lahan

Rencana Pembangunan Drainase dan Peningkatan Jalan HARM Ayoeb

JALAN DI TEMPAT: Rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas masih terkendala persoalan lahan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb, masih jalan di tempat. Pasalnya, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Konverman Zebua, pihaknya masih menyiapkan dokumen-dokumen lelang proyek. “Masih belum tender, baru administrasi saja. Mudah-mudahan segera tender,” katanya saat dihubungi Berau Post, Selasa (10/4).

Menurutnya, proyek yang dikerjakan dengan sistem kontrak tahun jamak atau Multiyears Contract (MYC) tersebut, memang membutuhkan persiapan panjang. Apalagi pihaknya masih menunggu dokumen hibah lahan dari warga yang lahannya terkena rencana kegiatan. “Kami juga masih menunggu surat pernyataan (hibah lahan) dari warga yang masih belum lengkap,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Faisal Riza mengatakan, masih ada tiga warga yang belum menyerahkan surat pernyataan. Ketiga warga itu masih meminta ganti rugi atas lahannya yang terkena proyek.

Padahal, sejak awal pihaknya bersama PPK proyek sudah menyampaikan tidak ada biaya ganti rugi atas tanah yang terkena kegiatan proyek. “Tinggal tiga orang ini saja lagi yang belum memberikan surat pernyataan. Makanya kami akan melakukan rapat bersama dengan PU dan mengundang ketiga orang itu,” ujarnya.

Ia berharap ketiga warganya bisa berubah pikiran dan menghibahkan sebagian lahannya untuk kegiatan pembangunan. Karena jika ketiganya tetap bersikeras tidak menyerahkan sebagian lahannya, maka proyek drainase dan peningkatan jalan tidak bisa dimulai pekerjaannya.

“Padahal kerusakan jalan ini sudah lama jadi keluhan warga juga. Karena yang menyebabkan jalan rusak juga karena ketiadaan drainase. Biarpun jalan itu sering diperbaiki, kalau drainase tidak ada, ya tetap bakal rusak,” tuturnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno, berharap agar masyarakat yang terkena lahannya ikhlas menghibahkannya. “Tinggal pendekatan aja lagi antara lurah, camat dengan warga. Supaya bisa memberikan penjelasan kalau hanya terkena teras sedikit, kiranya mau menghibahkan,” katanya.

“Pihak kontraktor juga kiranya membantu warga untuk memperbaiki teras yang rusak sampai baik. Jadi saling diuntungkan,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 00:09

Bupati Juga Kecewa, Penghapusan Proyek Rel Kereta Api Kaltim dari PSN

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram, mengaku kecewa dengan penghapusan proyek rel kereta api di Kaltim…

Rabu, 25 April 2018 00:08

Berharap Dapat Jembatan Timbang

KEPALA Dinas Perhubungan Berau Abdurahman, menghargai masukkan Wakil Ketua DPRD Berau Anwar terkait…

Rabu, 25 April 2018 00:06

Sosok yang Dermawan, Jadi Panutan Keluarga

Kemarin (24/4) sore menjadi saat terakhir bagi keluarga dan kerabat melihat jenazah almarhum Wisnu Haris.…

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya…

Senin, 23 April 2018 10:16

Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan…

Minggu, 22 April 2018 12:18

SDM Berau Bisa Jadi Kekuatan Baru di Indonesia

Persoalan pendidikan di Indonesia tak hanya karena kurangnya fasilitas, tapi lebih kepada sistem pendidikan…

Minggu, 22 April 2018 12:17

Ada 40 TKI Terancam Hukuman Mati

Selama satu jam, Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi memberikan ceramah di Lembaga Ketahanan Nasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .