MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 11 April 2018 11:55
Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

Camat Batu Putih Khawatir Petani Alihkan Lahan

CARI SOLUSI: Pertemuan petani di Kecamatan Batu Putih dengan Distanak Berau, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani mengancam untuk mengganti lahannya menjadi perkebunan kelapa sawit. Penyebabnya, harga komoditas pertanian yang rendah dan sulitnya memasarkan hasil produksi seperti beras dan jagung.

Kondisi ini pun dibenarkan oleh Camat Batu Putih, Mansyur. Ia mengatakan, petani mulai kurang bergairah dengan kondisi pertanian sekarang. Sehingga membuat petani lebih memilih berkebun kelapa sawit, ketimbang mengembangkan sektor pertanian.

“Akibatnya sektor pertanian di sini tidak berkembang seperti yang diharapkan,” ungkapnya saat dihubungi Berau Post, Selasa (10/4).

Menurutnya, ada banyak faktor yang mendasari petani beralih ke perkebunan kelapa sawit. Salah satunya jaminan kepastian pemasaran, serta harga berdasarkan acuan dari Dinas Perkebunan Kaltim. Di samping itu, masa panen yang cukup singkat juga menjadi pilihan utama bagi petani.

“Paling hanya bersabar selama 4 sampai 5 tahun merawat,  setelah itu sudah dipanen. Pasarnya pun sudah jelas.  Sawit belum panen, pembeli sudah menunggu karena sudah ada pabriknya di sini,” tuturnya.

Berbeda halnya dengan sektor pertanian. Kebanyakan petani mengeluhkan, pemasaran setelah hasil panen. Belum lagi harganya yang murah. Bahkan, persoalan tersebut juga sempat disampaikannya kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Suparno Kasim, sewaktu melakukan pertemuan di pendopo Kecamatan Batu Putih beberapa waktu lalu.

“Petani itu maunya sebelum panen pasarnya sudah ada. Jadi sewaktu panen,  mereka tidak susah menjual. Jika ada pabrik di sini, seperti pabrik jagung dan sebagainya, mungkin petani kembali bergairah," ungkapnya.

Di sisi lain, petani saat ini mulai kesulitan dalam membuka lahan, lantaran takut tersandung persoalan hukum. Untuk diketahui, mayoritas petani di Kecamatan Batu Putih dalam bertani selalu berpindah tempat dengan membuka hutan dengan cara membakar.

“Kalau manual beban biayanya lebih besar. Kalau nekat, takut ditangkap. Ini juga yang menghambat petani di sini," ungkapnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:18

BUMK Harus Maksimalkan Potensi yang Ada

TALISAYAN - Selain mengelola anggaran yang dikucurkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK), dari pemerintah…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:59

Pasokan Sedikit, Harga Ikan Naik

TANJUNG  REDEB - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut memaksa nelayan di Kabupaten Berau, mengurangi…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37

Demi Biaya Perawatan, Petani Harap Harga Sawit Naik

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mengharapkan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:19

Akui Penjualan Sapi Kurban Sepi

TANJUNG REDEB -  Menjelang Hari Raya Kurban, para pedagang hewan kurban sudah nampak menjajakan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:14

Jangan Jual Sapi Bantuan Pemerintah

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, mengingatkan agar masyarakat peternak sapi untuk berhati-hati…

Selasa, 31 Juli 2018 14:05

Disperindagkop Pantau Harga Daging

TANJUNG REDEB - Pengawasan penjualan daging terus dilakukan Dinas Peridustrian Perdagangan dan Koperasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .