MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 12 April 2018 12:37
Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

Harga Bumbu Dapur Mulai Melejit

HARGA TIDAK STABIL: Aktivitas jual beli di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rabu (11/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Ketidakstabilan harga, membuat pedagang pun resah.

Pasalnya, sejumlah bumbu dapur seperti cabai, harganya bisa melejit hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg). Naik dua kali lipat dari harga normal, Rp 40 ribu per kg.

Zainuddin, seorang pedagang di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) mengatakan, perubahan dapat berubah dalam hitungan hari. Kondisi ini membuat para pedagang pun khawatir barang dagangnya tidak laku dan membusuk.

“Harga cabai tiung yang awalnya berkisar Rp 60 ribu per kg, hari ini naik Rp 80 ribu per kg. Jadi hari ini saya tidak menjual cabai tiung karena harganya lagi naik. Karena takut harga dapat turun,” akunya kepada awak media ini, Rabu (11/4),.

Sikap Zainuddin yang lebih memilih tidak menjual ketimbang merugi sangat wajar. Sebab, modal yang dikeluarkannya untuk membeli cabai tiung sangat besar. Ia khawatir harga jual sewaktu-waktu terjatuh hingga membuatnya rugi.

Selain harga cabai tiung, cabai keriting kini berkisar Rp 70 ribu per kg dan cabai rawit Rp 60 ribu per kg. Dua jenis bumbu dapur itu mengalami kenaikan Rp 10 ribu tiap kilonya.

“Masalah harga cabai ini yang tidak stabil kemungkinan kurangnya pasokan dari distributor  dan permintaan meningkat dari konsumen. Tentunya kami sebagai pedagang hanya mengikuti harga pasar,” tuturnya.

Ludia pedagang lainnya di Pasar SAD menjelaskan, untuk harga bawang merah juga ikut mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg. Bawang putih yang semula Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg.

“Saya juga bingung harga bahan pokok sering tidak stabil. Pedagang tidak bisa membeli banyak jika harganya lagi naik,” ujarnya.

Para pedagang mengatakan harga bumbu dapur kemungkinan akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati bulan puasa. Pihaknya pun berharap pemerintah bisa menstabilkan harga yang mulai melambung ini. “Kami hanya berharap bahan pokok ini setidaknya harganya stabil di pasaran,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:03

Dinas Perikanan Pasang Target Tinggi

TANJUNG REDEB – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau…

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*