MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 12 April 2018 12:37
Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

Harga Bumbu Dapur Mulai Melejit

HARGA TIDAK STABIL: Aktivitas jual beli di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rabu (11/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Ketidakstabilan harga, membuat pedagang pun resah.

Pasalnya, sejumlah bumbu dapur seperti cabai, harganya bisa melejit hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg). Naik dua kali lipat dari harga normal, Rp 40 ribu per kg.

Zainuddin, seorang pedagang di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) mengatakan, perubahan dapat berubah dalam hitungan hari. Kondisi ini membuat para pedagang pun khawatir barang dagangnya tidak laku dan membusuk.

“Harga cabai tiung yang awalnya berkisar Rp 60 ribu per kg, hari ini naik Rp 80 ribu per kg. Jadi hari ini saya tidak menjual cabai tiung karena harganya lagi naik. Karena takut harga dapat turun,” akunya kepada awak media ini, Rabu (11/4),.

Sikap Zainuddin yang lebih memilih tidak menjual ketimbang merugi sangat wajar. Sebab, modal yang dikeluarkannya untuk membeli cabai tiung sangat besar. Ia khawatir harga jual sewaktu-waktu terjatuh hingga membuatnya rugi.

Selain harga cabai tiung, cabai keriting kini berkisar Rp 70 ribu per kg dan cabai rawit Rp 60 ribu per kg. Dua jenis bumbu dapur itu mengalami kenaikan Rp 10 ribu tiap kilonya.

“Masalah harga cabai ini yang tidak stabil kemungkinan kurangnya pasokan dari distributor  dan permintaan meningkat dari konsumen. Tentunya kami sebagai pedagang hanya mengikuti harga pasar,” tuturnya.

Ludia pedagang lainnya di Pasar SAD menjelaskan, untuk harga bawang merah juga ikut mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg. Bawang putih yang semula Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg.

“Saya juga bingung harga bahan pokok sering tidak stabil. Pedagang tidak bisa membeli banyak jika harganya lagi naik,” ujarnya.

Para pedagang mengatakan harga bumbu dapur kemungkinan akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati bulan puasa. Pihaknya pun berharap pemerintah bisa menstabilkan harga yang mulai melambung ini. “Kami hanya berharap bahan pokok ini setidaknya harganya stabil di pasaran,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .