MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 13 April 2018 11:50
Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Alpukat Jadi Sektor Unggulan Kampung Sumber Agung

BERSIHKAN KEBUN: Petani Alpukat tengah membersihkan kebun alpukat miliknya

PROKAL.CO, Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah masyarakat Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih. Bukannya berkebun kelapa sawit, masyarakat menggantungkan nasibnya pada alpukat.

HENDRA SETIAWAN, Batu Putih

BUAH alpukat tumbuh subur di kampung itu. Kondisi tanahnya cocok. Tak salah, warga memilih berkebun alpukat untuk bisa memberi pendapatan.

Salah satu warga Kampung Sumber Agung yang meraup pundi-pundi rupiah dari Alpukat adalah Suratmin. Baru beberapa tahun ini mencoba menanam buah alpukat. Hasilnya pun diakuinya cukup lumayan. Bahkan mengalahkan kelapa sawit yang telah berkembang secara industri.

Terlebih kata dia, perawatannya tidak begitu sulit,  dan pemasarannya pun terbilang cukup mudah. “Kalau pembeli banyak, tinggal dari buahnya saja lagi ada atau tidak,” ungkapnya pada Berau Post, Kamis (12/4)

Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso, menjelaskan, budidaya tanaman alpukat sudah cukup lama dikembangkan di wilayahnya. Bahkan, kualitas buah alpukat di kampungnya tidak kalah dengah buah alpukat dari wilayah lain. “Bisa bersaing lah. Apalagi, kampung kami sudah dikenal penghasil alpukat terbaik di Kecamatan Batu Putih,” ujarnya.

Hanya kata dia, dirinya belum mengetahui secara pasti total luas perkebunan buah alpukat di kampungnya. Sebab, lahan yang ditanami petani tidak satu hamparan seperti perkebunan kelapa sawit. 

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan agar mengetahui secara pasti hasil produksi dari buah alpukat itu. “Sementara ini masih kita data dulu. Karena, ada petani yang menanam satu hektare, setengah hektare, tergantung lahan yang mereka miliki,” bebernya.

Edi Santoso menjelaskan, tanah di kampungnya tidak cocok jika dijadikan sentra pertanian untuk komoditas jagung, padi dan kedelai. “Kalau pertanian tidak potensial. Karena masyarakat lebih memilih alpukat dan kelapa sawit,” tuturnya.

Ia pun berharap, alpukat ini mampu menopang perekonomian kampung semakin lebih baik. Sehingga masyarakat di kampungnya lebih sejahtera. (*/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .