MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 13 April 2018 11:50
Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Alpukat Jadi Sektor Unggulan Kampung Sumber Agung

BERSIHKAN KEBUN: Petani Alpukat tengah membersihkan kebun alpukat miliknya

PROKAL.CO, Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah masyarakat Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih. Bukannya berkebun kelapa sawit, masyarakat menggantungkan nasibnya pada alpukat.

HENDRA SETIAWAN, Batu Putih

BUAH alpukat tumbuh subur di kampung itu. Kondisi tanahnya cocok. Tak salah, warga memilih berkebun alpukat untuk bisa memberi pendapatan.

Salah satu warga Kampung Sumber Agung yang meraup pundi-pundi rupiah dari Alpukat adalah Suratmin. Baru beberapa tahun ini mencoba menanam buah alpukat. Hasilnya pun diakuinya cukup lumayan. Bahkan mengalahkan kelapa sawit yang telah berkembang secara industri.

Terlebih kata dia, perawatannya tidak begitu sulit,  dan pemasarannya pun terbilang cukup mudah. “Kalau pembeli banyak, tinggal dari buahnya saja lagi ada atau tidak,” ungkapnya pada Berau Post, Kamis (12/4)

Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso, menjelaskan, budidaya tanaman alpukat sudah cukup lama dikembangkan di wilayahnya. Bahkan, kualitas buah alpukat di kampungnya tidak kalah dengah buah alpukat dari wilayah lain. “Bisa bersaing lah. Apalagi, kampung kami sudah dikenal penghasil alpukat terbaik di Kecamatan Batu Putih,” ujarnya.

Hanya kata dia, dirinya belum mengetahui secara pasti total luas perkebunan buah alpukat di kampungnya. Sebab, lahan yang ditanami petani tidak satu hamparan seperti perkebunan kelapa sawit. 

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan agar mengetahui secara pasti hasil produksi dari buah alpukat itu. “Sementara ini masih kita data dulu. Karena, ada petani yang menanam satu hektare, setengah hektare, tergantung lahan yang mereka miliki,” bebernya.

Edi Santoso menjelaskan, tanah di kampungnya tidak cocok jika dijadikan sentra pertanian untuk komoditas jagung, padi dan kedelai. “Kalau pertanian tidak potensial. Karena masyarakat lebih memilih alpukat dan kelapa sawit,” tuturnya.

Ia pun berharap, alpukat ini mampu menopang perekonomian kampung semakin lebih baik. Sehingga masyarakat di kampungnya lebih sejahtera. (*/rio)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:03

Dinas Perikanan Pasang Target Tinggi

TANJUNG REDEB – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau…

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*