MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 16 April 2018 10:48
Inspektorat Pastikan Penyelidikan

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Pasar Sanggam

Suriansyah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Inspektur Inspektorat Kabupaten Berau Suriansyah, memastikan pihaknya bakal mengambil tindakan dalam dugaan penyalahan administrasi penggunaan anggaran di Unit Penyelenggara Teknis (UPT) Pasar Sanggam Adji Dilayas.

“Setelah saya baca (pemberitaan, red) saya langsung instruksikan personel untuk menjadwalkan penelusuran, besok (hari ini, red) mungkin baru buat surat tugas,” ungkapnya saat dihubungi Berau Post, kemarin (15/4).

Dijelaskan Suriansyah, apa yang dilakukan Kepala UPT Pasar Sanggam bisa dinyatakan salah, bisa juga tidak. Sebab sebagaimana diatur dalam Perautan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 13/2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, pembayaran dapat dilakukan lebih dulu ketika adanya persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Kalau tidak ada persetujuan itu yang menyalahi. Itu yang akan coba kami telusuri. Tapi kalau tidak tumpang tindih dengan pemeriksaan lainnya (oleh aparat penegak hukum),” jelasnya.

Bila terbukti bersalah, tentu ada sanksi yang bakal diberikan kepada Kepala UPT Pasar Sanggam. Seperti teguran agar pejabat yang bersangkutan tidak mengulangi kesalahan itu lagi, maupun hanya sekadar perbaikan administrasi karena hanya masuk dalam kategori pelanggaran ringan.

“Tapi kalau sekarang saya juga belum pastikan seperti apa, tunggu hasil penelusuran nanti hasilnya bagaimana,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau M Ichsan Rapi, meminta Inspektorat Kabupaten Berau memeriksa penggunaan anggaran di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sanggam Adji Dilayas. Khususnya anggaran peremajaan pasar.

Sebab, kegiatan peremajaan dengan melakukan pengecatan sisi luar pasar yang dilakukan mendahului pelaksanaan kegiatan, disebutnya sangat menyalahi aturan. Sehingga pengecatan yang dilakukan tidak melalui proses perencanaan, serta tidak adanya pengawasan saat pelaksanaannya.

“Perawatan memang perlu, tapi tidak boleh seperti itu. Kalau proyek ada SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya, harus ada perencanaan dan pengawasannya, enggak gitu,” ungkapnya saat dihubungi Berau Post Sabtu (14/4).

Dirinya pun mempertanyakan pertanggungjawaban anggaran nantinya, karena sudah adanya pengerjaan sebelum turunnya anggaran. Terlebih pengerjaan yang telah dilakukan, dikerjakan dengan sistem swakelola.

“Satu rupiah saja uang negara digunakan harus ada pertanggungjawabannya. Inspektorat perlu turun, itu enggak boleh swakelola. Kecuali dia menyumbang menggunakan dana pribadi dan tidak meminta ganti, bisa saja,” jelas politikus Gerindra yang akrab disapa Iccang ini.

Sebelumnya, Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas melakukan pemugaran warna di sisi luar bangunan pasar yang terletak di Jalan HARM Ayoeb itu.

Namun, pemugaran yang telah memakan biaya puluhan juta diduga tanpa perencanaan dan pengawasan.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala UPT Pasar Sanggam Najemuddin, menjelaskan jika pemugaran pasar dengan melakukan pengecatan sekeliling bangunan pasar, dilakukan untuk menyambut kunjungan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, beberapa waktu lalu.

“Posisinya waktu itu karena kebetulan ada Pak Gubernur yang datang dalam rangka mengikuti kegiatan PKK. Makanya kami lakukan pengecatan di sekitar lokasi yang mau didatangi Pak Gubernur, supaya semakin bagus dilihat,” katanya saat dikonfirmasi Berau Post, Kamis (12/4).

Untuk biaya pengecatan tanpa perencanaan dan pengawasan itu, Najemuddin mengaku meminjam dana UPT Pasar. Pinjaman tersebut, lanjut dia, akan diganti ketika proyek pemugaran pasar yang sudah dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 dilaksanakan nantinya. “Nanti uangnya diganti dengan menggunakan uang proyek itu. Karena saya juga baru tahu kalau ada dianggarkan tahun ini,” ucapnya.

Kabar terbaru yang diterimanya, penyusunan perencanaan rencana proyek tersebut telah diselesaikan. Sehingga pengecatan yang telah dilakukan sekitar 10 persen dari rencana total pengecatan dari proyek yang akan dilaksanakan, segera akan dilanjutkan.

“Kemarin yang dicat itu belum semuanya, baru 10 persen dari keseluruhan,” pungkasnya. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:04

FMP4 Kecewa Putusan DKPP

TANJUNG REDEB - Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP)…

Jumat, 22 Februari 2019 14:00

Dirut Setuju Pembangunan RS Baru

TANJUNG REDEB - Rencana pembangunan gedung rumah sakit baru yang…

Kamis, 21 Februari 2019 00:13

4,409 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali…

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*