MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 16 April 2018 10:54
Aturan Distribusi Masih Bermasalah

Soal Pengambilan Elpiji 3 Kg Gunakan KBS

PERLU DIEVALUASI: Ketetapan aturan penyaluran elpiji di Talisayan masih menuai polemik. Masyarakat menilai aturan tersebut masih bermasalah.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Penegasan penggunaan gas elpiji tiga kilogram (kg) harus menunjukkan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau Kartu Indonesia Sejahterah (KIS), maupun kartu keluarga (KK) oleh Kecamatan Talisayan menuai kritikan dari sejumlah masyarakat.

Anto, warga Kampung Talisayan mengatakan, KBS tidak dapat menjadi patokan untuk pengambilan gas bersubsidi di sejumlah agen di Kecamatan Talisayan. “Belum tentu yang tidak memiliki kartu itu, tergolong keluarga mampu,” tuturnya kepada Berau Post, Minggu (15/4).

Misalnya, warga dengan pendapatan di atas Rp 1,5 juta per bulan yang masuk dalam kategori tidak mampu tidak berhak menggunakan gas elpiji 3 kg lantaran tidak memiliki KBS.

Ia mencotohkan, dirinya  yang bekerja di perkebunan kelapa sawit dengan gaji Rp 2-3 juta per bulan. Namun, ada banyak orang yang ditanggungnya selama ini. “Pemerintah tidak pernah berpikir ke arah sana. Karena mereka hanya mengambil kebijakan di atas meja,” kesalnya.

Salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ikut buka suara. Tidak ingin dituliskan namanya, menurutnya larangan Aparatur Negeri Sipil (ASN) maupun calon ASN tidak boleh menggunakan elpiji 3 kg perlu dievaluasi. Melihat dari golongan atau tingkatan ASN.

“Seperti kepala dengan staf, status sama yakni PNS. Tapi gaji dan tunjangan pasti berbeda. Saya tetap melaksanakan ketetapan itu. Tapi saya harap, ada pembagian golongan PNS yang diperbolehkan menggunakan gas bersubsidi,” terangnya.

Sementara, Camat Talisayan, David Pamuji menyikapi hal tersebut. Ia menegaskan, kebijakan yang diambil berdasarkan surat keputusan (SK) bupati. Mulai dari penyaluran, harga, dan masyarakat yang berhak menggunakan elpiji 3 kg atau golongan miskin.

“Kecamatan tidak bisa membuat regulasi  sendiri. Kebijakan yang kami ambil, berdasarkan regulasi yang berlaku di pemerintahan daerah,” ujarnya.

Jika tidak memiliki KBS atau KIS, warga bisa mempergunakan atau menunjukkan KK untuk mengambil elpiji di sejumlah pangkalan.

“Tapi tetap yang diutamakan KBS atau KIS. Meski demikian, kategori pengguna elpiji tetap kami berlakukan. Kami tetap akan memonitoring. Apakah masuk dalam kategori penerima gas bersubsidi atau tidak,” terangnya.

Ia mengimbau, agar warga yang masuk dalam kreteria tidak diperbolehkan menggunakan elpiji 3 kg, untuk segera beralih ke gas 5,5 kg atau non subsidi yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Kita (keluarga mampu, Red) jangan mengambil hak orang miskin. Jangan mampu namun mengatakan miskin. Karena selama ini banyak yang salah persepsi tentang penyaluran elpiji 3 kg,” pintanya.

“Kami juga sudah meminta sejumlah agen maupun pangkalan di Talisayan, untuk memasang spanduk informasi kepada masayrakat. Mereka juga akan menjelaskan arah elpiji 3 kg, saat melakukan pengambilan,” pungkasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:19

Ahli Waris Ajukan Kontra Banding

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum ahli waris pemilik lahan di Pulau Bakungan atau Virgin Cocoa, Syahruddin…

Kamis, 15 November 2018 12:10

Belum Seluruh Kampung Teraliri Listrik

BATU PUTIH- Hingga saat ini, masih banyak kampung yang belum mendapatkan fasilitas dasar yang memadai,…

Rabu, 14 November 2018 10:56

Awasi Perburuan Penyu di Bidukbiduk

BIDUKBIDUK - Masih maraknya penjualan aksesori berbahan dasar sisik penyu, masih menjadi salah…

Rabu, 14 November 2018 10:53

Kunjungan ke Hiu Paus Kerap Tak lewat Talisayan

TALISAYAN - Keberadaan hiu paus (whale shark) di perairan Kampung Talisayan memang menjadi salah…

Selasa, 13 November 2018 11:04

Baru Caleg yang Ajukan Izin

TANJUNG REDEB - Pemasangan spanduk maupun baliho kampanye di luar lokasi yang difasilitasi KPU Berau,…

Selasa, 13 November 2018 11:01

Waduuh! Pulau Wisata Sering Dapat Kiriman Sampah

TANJUNG REDEB – Sampah menjadi persoalan serius saat ini, tak hanya di darat tapi juga di perairan.…

Selasa, 13 November 2018 10:58

2019, Dermaga Ditarget Beroperasi

TANJUNG REDEB - Keberadaan dermaga yang berlokasi di eks Pasar Gayam dipastikan tinggal menunggu pengoperasiannya.…

Selasa, 13 November 2018 10:55

Waspadai Penyakit Kaki Gajah

BATU PUTIH - Dalam mencegah penyakit kaki gajah, Dinas Kesehatan Berau melalui UPTD Puskesmas Batu Putih…

Selasa, 13 November 2018 10:51

BPBD Siaga Potensi Terjadinya Longsor

TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus siaga. Hal tersebut menindaklanjuti…

Senin, 12 November 2018 20:35

Belasan Warga Donggala Mengungsi Ke Jabontara

BIDUKBIDUK - Pengungsi dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah kembali bertambah. Kali ini pengungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .