MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 12:18
Proyek MYC Poros Berau-Bulungan, Tunggu Persetujuan Kemenkeu
JALAN NASIONAL: Selain mengalami kerusakan parah, poros Berau-Bulungan juga rawan putus.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kerusakan jalan poros Berau-Bulungan kian mengkhawatirkan. Penanganan sementara yang terus dilakukan, tak banyak berguna. Sebab, hanya sebentar kondisi jalan sedikit membaik, lantas rusak lagi.

Menurut Jefri, sopir salah satu perusahaan yang setiap hari melintasi poros Berau-Bulungan, ada empat titik kerusakan terparah di jalan nasional tersebut. Seperti titik jalan berlubang besar hingga longsor yang memakan sebagian badan jalan.

“Kerusakannya sudah lama, seperti di dekat pasar (Sanggam Adji Dilayas). Makanya titik-titik yang mengalami kerusakan itu semakin bertambah parah. Dan saya perhatikan kalaupun diperbaiki hanya perbaikan sementara,” katanya saat diwawancara Berau Post, Senin (16/4).

Kondisi jalan yang kian memprihatinkan itu sangat disayangkannya. Terlebih jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Provinsi Kaltim dan Kaltara. “Kalau tidak segera diperbaiki bisa-bisa putus lagi jalan itu seperti tahun-tahun sebelumnya. Imbasnya juga akan berpengaruh terhadap perekonomian kedua daerah,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional, Konverman Zebua mengakui kondisi poros Berau-Bulungan mengalami kerusakan parah di beberapa titik. Pihaknya selama ini hanya melakukan penanganan darurat terhadap titik-titik kerusakan terparah saja.

“Rencananya akan ditangani keseluruhan saat sudah kontrak nanti, yang saat ini masih kami urus multiyears (sistem kontrak tahun jamak),” katanya kepada Berau Post kemarin.

Proyek tersebut lanjut Konverman, satu paket dengan peningkatan Jalan HARM Ayoeb yang berada di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas. Namun bila sudah ditetapkan pemenangnya, perbaikan di beberapa lokasi tersebut tak mungkin dikerjakan secara bersamaan. “Kemungkinan kami laksanakan secara paralel,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja, memastikan pemerintah akan menangani kerusakan jalan poros Berau-Bulungan.

Ditegaskannya, setiap tahun pihaknya selalu mempersiapkan anggaran untuk melakukan perawatan jalan-jalan nasional. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi adanya kerusakan hingga berpotensi membuat salah satu jalan negara itu putus.

“Belum ada info kalau rawan putus. Kalau membutuhkan penanganan khusus, pasti akan kita prioritaskan. Tidak mungkin akan kita biarkan sampai putus,” katanya.

Ditambahkan Kepala Balai Jalan Nasional XII Refly Tangkere, berjanji segera menginstruksikan timnya untuk memantau kondisi jalan tersebut.

“Mungkin baru ya (titik yang rawan putus, red). Karena saya lewat minggu lalu di sana belum ada. Besok (hari ini, red) saya akan minta tim ke sana untuk melihat langsung dan memastikan jalan itu masih aman dilalui atau tidak,” ujarnya.

Jika dalam pantauan pihaknya menemukan titik yang rawan, akan langsung dilakukan penanganan sementara.

Pasalnya, penanganan permanen masih menunggu rencana proyek MYC yang masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kementerian PUPR sudah menyediakan anggaran Rp 170 miliar untuk itu, tapi tunggu persetujuan untuk melakukan pekerjaan multiyears. Sekarang usulannya sudah masuk tahap penelaahan, kemungkinannya akhir minggu ini atau minggu depan sudah ada jawaban dari Kemenkeu,” jelasnya.

Jika usulan MYC tidak mendapat restu, Refly memastikan pekerjaan tetap dilakukan dengan sistem tahun tunggal. Tapi itu akan memakan waktu lagi karena harus mengubah berkas pelelangan.

“Kegiatannya pasti akan dilakukan karena anggarannya sudah ada. Hanya pola pengerjaannya saja yang beda,” lanjut Refly.

Dalam rencana pekerjaan itu, pihaknya memastikan Jalan Poros Berau-Bulungan bakal mulus pada 2019 nanti. Bahkan, beberapa titik jalan rencananya akan dilebarkan. (arp/sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 00:06

Sosok yang Dermawan, Jadi Panutan Keluarga

Kemarin (24/4) sore menjadi saat terakhir bagi keluarga dan kerabat melihat jenazah almarhum Wisnu Haris.…

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 11:46

Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya…

Senin, 23 April 2018 10:19

Dewan Setuju Kontraktor Diberi Sanksi

TANJUNG REDEB – Lalai dalam pemasangan papan proyek, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, setuju agar…

Senin, 23 April 2018 10:18

PT KN Tunggak Pajak Rp 26 Miliar

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan tunggakan gaji ribuan karyawan, muncul lagi masalah lain…

Senin, 23 April 2018 10:17

Dinas Perikanan Dilema

TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner…

Senin, 23 April 2018 10:17

Wabup Temukan Kepsek Jarang Ngantor

KELAY – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo dibuat kecewa saat berkunjung ke Kecamatan Kelay…

Senin, 23 April 2018 10:16

Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .