MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 12:18
Proyek MYC Poros Berau-Bulungan, Tunggu Persetujuan Kemenkeu
JALAN NASIONAL: Selain mengalami kerusakan parah, poros Berau-Bulungan juga rawan putus.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kerusakan jalan poros Berau-Bulungan kian mengkhawatirkan. Penanganan sementara yang terus dilakukan, tak banyak berguna. Sebab, hanya sebentar kondisi jalan sedikit membaik, lantas rusak lagi.

Menurut Jefri, sopir salah satu perusahaan yang setiap hari melintasi poros Berau-Bulungan, ada empat titik kerusakan terparah di jalan nasional tersebut. Seperti titik jalan berlubang besar hingga longsor yang memakan sebagian badan jalan.

“Kerusakannya sudah lama, seperti di dekat pasar (Sanggam Adji Dilayas). Makanya titik-titik yang mengalami kerusakan itu semakin bertambah parah. Dan saya perhatikan kalaupun diperbaiki hanya perbaikan sementara,” katanya saat diwawancara Berau Post, Senin (16/4).

Kondisi jalan yang kian memprihatinkan itu sangat disayangkannya. Terlebih jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Provinsi Kaltim dan Kaltara. “Kalau tidak segera diperbaiki bisa-bisa putus lagi jalan itu seperti tahun-tahun sebelumnya. Imbasnya juga akan berpengaruh terhadap perekonomian kedua daerah,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional, Konverman Zebua mengakui kondisi poros Berau-Bulungan mengalami kerusakan parah di beberapa titik. Pihaknya selama ini hanya melakukan penanganan darurat terhadap titik-titik kerusakan terparah saja.

“Rencananya akan ditangani keseluruhan saat sudah kontrak nanti, yang saat ini masih kami urus multiyears (sistem kontrak tahun jamak),” katanya kepada Berau Post kemarin.

Proyek tersebut lanjut Konverman, satu paket dengan peningkatan Jalan HARM Ayoeb yang berada di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas. Namun bila sudah ditetapkan pemenangnya, perbaikan di beberapa lokasi tersebut tak mungkin dikerjakan secara bersamaan. “Kemungkinan kami laksanakan secara paralel,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja, memastikan pemerintah akan menangani kerusakan jalan poros Berau-Bulungan.

Ditegaskannya, setiap tahun pihaknya selalu mempersiapkan anggaran untuk melakukan perawatan jalan-jalan nasional. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi adanya kerusakan hingga berpotensi membuat salah satu jalan negara itu putus.

“Belum ada info kalau rawan putus. Kalau membutuhkan penanganan khusus, pasti akan kita prioritaskan. Tidak mungkin akan kita biarkan sampai putus,” katanya.

Ditambahkan Kepala Balai Jalan Nasional XII Refly Tangkere, berjanji segera menginstruksikan timnya untuk memantau kondisi jalan tersebut.

“Mungkin baru ya (titik yang rawan putus, red). Karena saya lewat minggu lalu di sana belum ada. Besok (hari ini, red) saya akan minta tim ke sana untuk melihat langsung dan memastikan jalan itu masih aman dilalui atau tidak,” ujarnya.

Jika dalam pantauan pihaknya menemukan titik yang rawan, akan langsung dilakukan penanganan sementara.

Pasalnya, penanganan permanen masih menunggu rencana proyek MYC yang masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kementerian PUPR sudah menyediakan anggaran Rp 170 miliar untuk itu, tapi tunggu persetujuan untuk melakukan pekerjaan multiyears. Sekarang usulannya sudah masuk tahap penelaahan, kemungkinannya akhir minggu ini atau minggu depan sudah ada jawaban dari Kemenkeu,” jelasnya.

Jika usulan MYC tidak mendapat restu, Refly memastikan pekerjaan tetap dilakukan dengan sistem tahun tunggal. Tapi itu akan memakan waktu lagi karena harus mengubah berkas pelelangan.

“Kegiatannya pasti akan dilakukan karena anggarannya sudah ada. Hanya pola pengerjaannya saja yang beda,” lanjut Refly.

Dalam rencana pekerjaan itu, pihaknya memastikan Jalan Poros Berau-Bulungan bakal mulus pada 2019 nanti. Bahkan, beberapa titik jalan rencananya akan dilebarkan. (arp/sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:24

Kebangetan Banyaknya..!! Ada 207 Koperasi Langgar Aturan

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

BIKIN MENJERIT..!!! Elpiji Melon Kian Mahal

TANJUNG REDEB - Persoalan tingginya harga elpiji 3 Kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*