MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 12:19
Setahun Seribu Tamu Asing Masuk Maratua

Kepungan Asing di Pulau Terluar

MAGNET DUNIA: Aktivitas keberangkatan dan kedatangan di Bandara Maratua kerap dipenuhi wisatawan asing. Seperti terekam kamera Kaltim Post akhir Maret lalu.

PROKAL.CO, KEHADIRAN sanggraloka memang menambah daya tarik Maratua sebagai destinasi wisata. Dulu, hampir semua penduduknya bekerja sebagai nelayan. Kini mulai merambah ke sektor pariwisata. Dari bisnis homestay hingga joki speedboat merangkap tour guide.

 

///////////////////////

 

PERTUMBUHAN pariwisata di Kecamatan Maratua tergambar lewat melonjaknya bisnis penginapan. Baru pada 2014 lalu Maratua hanya memiliki lima hotel, tiga resor, dan 22 homestay. Lewat rilis Berau Dalam Angka 2017 oleh Badan Pusat Statistik, tercatat keberadaan sembilan hotel, lima resor, dan 55 homestay di kawasan pulau karang itu. 

Pemicunya jelas, angka wisatawan yang terus bertumbuh. Kedatangan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke kabupaten tersebut mulai melonjak pada 2010. Angkanya mencapai 18 ribu orang. Melonjak drastis dibanding setahun sebelumnya yang hanya 3.426.

Angka kedatangan terus bertumbuh hingga mencapai level baru pada 2015. Di periode itulah, untuk pertama kalinya angka wisatawan mencapai ratusan ribu. Sepanjang 2017, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau mendata angka wisatawan sebanyak 207.780 kepala.

Angka kedatangan yang terus melonjak memicu kehadiran Bandara Maratua yang pertama kali beroperasi Juni 2016. Saat ini, bandara tersebut melayani maskapai Susi Air dan Garuda Indonesia yang terbang sekali seminggu pada Kamis dan Sabtu.

Setelah dua maskapai tersebut, ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Berau Abdurrahman, tiga maskapai lain berencana masuk Bandara Maratua. Saat ini, penambahan tersebut sedang berproses administrasinya. “Semoga terealisasi, izin rutenya dari kementerian. Kami sudah sarankan agar menambah frekuensi penerbangan di sana. Apalagi rencana diresmikan tahun ini,” sebutnya, pekan lalu.

“Sebetulnya kementerian sudah menjadwalkan bulan ini (April) diresmikan, tapi bergantung jadwal dari istana. Infonya Presiden (Joko Widodo) yang meresmikan. Kami menunggu kepastian,” kata dia.

Pembangunan Bandara Maratua memakan anggaran Rp 147 miliar yang dikerjakan dalam kurun waktu tiga tahun. Anggaran tersebut terdiri dari APBN Rp 50 miliar, APBD Pemprov Kaltim Rp 90 miliar, dan APBD Berau Rp 7 miliar.

Dengan potensi pariwisata masif, panjang lintasan Bandara Maratua yang saat ini 1.800 meter bakal ditambah menjadi 2.000 meter. Dengan demikian, penerbangan internasional memungkinkan beroperasi di pulau ini. Bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, tapi demi kondusivitas Maratua yang merupakan pulau terluar perbatasan negara.

“Maka mempermudah sistem keamanan. Apalagi targetnya untuk memudahkan transportasi wisatawan dan warga lokal,” sebutnya.

Namun, perkembangan pariwisata tak begitu saja mengangkat pertumbuhan Maratua. Kepulauan tersebut masih kesulitan listrik. Mayoritas penduduknya menggunakan mesin generator untuk menikmati listrik. Itupun hanya dinyalakan ketika malam dan tak semua rumah memiliki. Penerangan jalan umum bertenaga surya masih begitu minim. Hanya terdapat beberapa tiang berdiri dekat dermaga gerbang Maratua di Kampung Teluk Harapan.

Kampung seperti Bohesilian sebenarnya sudah terjangkau listrik dari tenaga surya. Namun, setrum tak mengalir sepanjang hari. Jelang tengah malam, daya tak lagi mampu menahan beban.

Hanya di belahan lain pulau listrik mengalir sepanjang hari. Sayang, fasilitas itu bukan untuk umum. Setrum dan cahaya bersumber dari resor yang tersebar di sejumlah kawasan pulau ini.

Bagi warga, industri perhotelan dan resor memberi napas tambahan dalam kehidupan bermasyarakat. Kampung-kampung mendapat tambahan pemasukan. Berasal dari retribusi resor yang komitmen membayarkan Rp 25 ribu per kepala kepada kampung di mana resor itu tercatat secara administrasi.

Nunukan Island Resort dan Virgin Cocoa merupakan dua resor yang secara administrasi masuk kawasan Bohesilian. Kepala kampung Jokson mengaku menerima total Rp 8 juta dari setoran retribusi setahun terakhir. Dibagi Rp 25 ribu, berarti retribusi tersebut didapat dari 320 kepala.

Dari data yang didapat Kaltim Post (induk Berau Post) lewat Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), PT Nabucco Maratua Resor melaporkan kedatangan jumlah tamu asing sebanyak 1.053 orang sepanjang 2016. Kedatangan tertinggi tercatat pada Juli dengan capaian 222 orang sedangkan Februari mencatatkan angka terendah (24). Pada 2017, berdasar pendataan hingga Juli, jumlah kedatangan tercatat 200 orang asing dengan Maret sebagai bulan terpadat (72).

Dikatakan instruktur selam Nunukan Island Resort, Beat Weafler, tamu-tamu pulau kecil di sekitar Maratua tersebut didominasi pelancong asal Eropa. Dengan demikian, siklus kedatangan ke Pabahanan maupun duo Bakungan, begitu ditentukan musim liburan Benua Biru.

"Mulai Juli, tingkat kedatangan sudah ramai. Namun pada periode setelahnya tidak begitu," sebut pria asal Swiss tersebut.

Soal retribusi Rp 25 ribu per kepala, Jokson merasa begitu terbantu. Terutama untuk menggelar kegiatan seperti lomba Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus atau pesta rakyat lainnya.

Retribusi itu memang tak tertuang dalam peraturan tertulis. Nilai tersebut disepakati secara lisan oleh pihak kampung dengan pihak yang mendirikan usaha pariwisata di wilayahnya. “Nilai tersebut memang sudah begitu sejak dulu,” jelas Jokson.

Sebagai pembanding, biaya menginap semalam di resor-resor Maratua berkisar Rp 900 ribu ke atas per kepalanya. Angka yang jauh lebih masif dikenakan untuk resor di Pabahanan maupun Bakungan Besar dan Bakungan Kecil. Tarif bermalam di Virgin Cocoa ditetapkan sebesar Rp 5 juta. Retribusi Rp 25 ribu per kepala, hanya 0,5 persennya. (tim kp/kpg/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

KASIHAN..!! Ruangan Terbatas, Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Jumat, 20 Juli 2018 00:07

Dipaksa ‘Tinggalkan’ Anak dan Istri

Tak sekalipun Helman pernah bercita-cita untuk menjadi seorang hakim. Bahkan Helman sempat menjadi pengajar…

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…

Rabu, 18 Juli 2018 13:27

Seluruh Pendaftar Lolos Verifikasi Berkas

Setelah jumlah pendaftar minimal terpenuhi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melanjutkan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:05

Sport Center Bukan untuk Porprov

TANJUNG REDEB - Walau serius membangun, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau memastikan Sport Center…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .