MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 17 April 2018 12:27
Anggaran Tergolong Minim

Komisi III Apresiasi TRC DPUPR

APRESIASI: Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno mengapresiasi penanganan darurat yang dilakukan TRC DPUPR di Jalan Pulau Derawan, kemarin (16/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau Suharno, mengapresiasi tim reaksi cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Hal ini setelah menyaksikan langsung penanganan yang dilakukan TRC di Jalan Pulau Derawan.

“Saya apresiasi tim TRC DPUPR untuk menangani masalah jalan yang rusak tadi pagi (kemarin, red) di Jalan Pulau Derawan,” katanya kepada Berau Post, Senin (16/4).

Selain mengapresiasi, ia juga menyarankan agar tim yang beranggotakan 15 orang tersebut bisa memilah jalan-jalan yang dianggap penting untuk segera ditangani. Salah satunya yakni Jalan Pulau Panjang depan eks Hotel Cantika Swara.

“Harus dipilah-pilah juga mana yang kerusakannya yang dianggap harus segera ditangani,” ucapnya. “Terus jangan hanya di dalam kota saja yang ditangani, di luar kota Tanjung Redeb juga. Karena banyak juga yang harus segera ditangani,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris DPUPR Berau Rahmad mengungkapkan, anggaran yang diberikan kepada TRC pada 2018 ini tergolong sangat kecil. Tahun ini, TRC hanya mendapat kucuran anggaran Rp 1 miliar.

“Itu sudah termaksud untuk gaji anggota yang berjumlah 15 orang selama enam bulan, pengadaan aspal buton 65 ton dan biaya-biaya operasional harian, seperti minyak dan lain-lain,” tuturnya.

Minimnya anggaran yang diterima TRC dikatakan Rahmad sudah disampaikan kepada Bupati Berau Muharam. Bahkan, orang nomor satu di pemerintahan Berau tersebut telah memerintahkan Bapelitbang Berau menambah anggaran TRC. Pihaknya juga bakal mengusulkan penambahan anggaran pada penyusunan APBD-P 2018 nanti. “Idealnya satu tahun itu kami memerlukan anggaran Rp 2,5 miliar hingga 3 miliar,” imbuhnya.

Mengenai kondisi Jalan Pulau Panjang, Rahmad mengakui kerusakannya sudah cukup parah. Dari pengamatan pihaknya, melubernya air bercampur lumpur dari drainase ke badan jalan merupakan salah sayu penyebab kerusakan jalan.

Pihaknya pun tengah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan guna menangani persoalan drainase tersebut. “Bila persoalan drainase ini belum selesai, jalan itu akan rusak terus. Karena musuh aspal itu hanya ada dua, yakni air dan beban. Kalau jalan aspal berair, lalu dilewati terus dengan kendaraan, ya pasti rusak,” jelasnya.

Pihaknya hanya bisa melakukan penanganan sementara terhadap titik kerusakan di Jalan Pulau Panjang. “Tadi (kemarin, red) sudah kami tangani sementara dengan meletakkan lempengan beton. Itu hanya sementara. Kami lagi minta bantuan DLHK untuk menormalisasikan drainasenya,” pungkas Rahmad. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .