MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 21 April 2018 10:28
Kartini Kesehatan
Heni Sudiastiningsih

PROKAL.CO, RADEN Adjeng Kartini, sosok yang sangat menginspirasi. Tokoh emansipasi yang  menuntut persamaan hak bagi perempuan  dalam berbagai aspek kehidupan.

Perempuan adalah guru dunia, madrasah pertama. Perempuan berperan dalam membangun peradaban dan perbaikan bangsa. Fondasi perbaikan bangsa adalah perbaikan keluarga. Dan kunci perbaikan keluarga adalah perbaikan kaum perempuannya. Karena wanita adalah guru dunia (Hasan Al Banna).

Peran perempuan begitu besar bagi peradaban. Sehingga perlu diperhatikan segala kebutuhannya. Termasuk kebutuhan kesehatannya.

Perempuan di zaman now berhadapan dengan apa yang namanya modernisasi dan globalisasi. Pengaruh globalisasi tak bisa dibendung. Mengalir deras tanpa batas. Gaya hidup baru yang diberi label modern di perkenalkan secara luas. Tumbuhnya restoran cepat saji, berkembangnya alat transportasi, canggihnya alat komunikasi, mendorong untuk mengikuti gaya hidup instan. Gaya hidup yang menginginkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat.

Gaya hidup yang serba instan ternyata berdampak buruk terhadap kehidupan. Makanan cepat saji dengan kandungan serat yang minim sekali, pekerjaan rumah yang diganti dengan mesin, menyebabkan berkurangnya aktivitas jasmani, aktivitas memasak dan belanja diganti dengan kurir dan layanan delivery. Rutinitas yang padat dan tinggi yang menyebabkan abai untuk cek kondisi diri, adalah beberapa contoh efek globalisasi. Dampak kurangnya aktivitas, makanan yang tidak sehat dan lalai dengan kondisi kesehatan diri berakibat meningkatnya penyakit degeneratif.

Saat ini, Indonesia tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM), seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain. Dampak meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah. Menurunnya produktivitas masyarakat, menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri.

Dalam rangka mempercepat dan menyinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat, guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Februari 2017 lalu, menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah gerakan bersama yang memiliki beberapa tujuan. Mulai untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan, kematian, maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas; menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa. Untuk itu, Gerakan Masyarakat (Germas) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Secara umum, Germas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan.

Kegiatan utama yang dilakukan dalam rangka Germas adalah:

1.Peningkatan aktivitas fisik.

2.Konsumsi buah dan sayur dalam menu sehari-hari.

3.Periksa kesehatan rutin.

4.Meningkatkan kebersihan lingkungan.

5.Penggunaan jamban sehat.

6.Tidak merokok.

7.Tidak mengonsumsi alkohol.

Guna mencapai tujuan Germas secara lebih fokus dan terarah, maka setiap tahun dibuat beberapa fokus kegiatan dari Germas. Pada tahap awal, Germas nasional fokus pada tiga kegiatan, yakni melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara berkala.

Keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat ini sangat tergantung pada partisipasi aktif di semua lapisan masyarakat. Masyarakat perlu digerakkan untuk memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan dapat melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Perempuan sebagai salah satu komponen masyarakat, sebagai fondasi bangsa, sangat berperan dalam menyukseskan program ini.

Mari Kartini Indonesia, berperanlah dalam pembangunan bangsa. Mari budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil yang kita mulai dari diri sendiri dan keluarga melalui perbaikan pola hidup ke arah yang sehat.

Jadilah Kartini masa kini.. Bersama membangun negeri.

Ubahlah wajah kesehatan bangsa dengan tangan Anda.. (*/udi)

*) Anggota Pokja IV TP PKK Kabupaten Berau

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:17

Surat Cinta Muktamar IMM XVIII Malang

DINAMIKA perdinamika dalam tubuh ikatan terjadi. Idealisme kader bermunculan demi kukuhnya suatu fondasi…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:40

Sakit Itu Berat, BPJS Tak Akan Kuat

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit keuangan. Sehingga membuat lembaga…

Kamis, 02 Agustus 2018 13:29

Peduli Lingkungan, Simpel Aja!

Mendengar istilah simpel, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Rabu, 01 Agustus 2018 14:17

Peduli Lingkungan Berau? SIMPEL Saja!

MENDENGAR istilah SIMPEL, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .