MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 10:35
Bayang-Bayang Kekerasan terhadap Perempuan
Ilustrasi

PROKAL.CO, DI tengah gencarnya beberapa pihak memperjuangkan kesetaraan gender secara nasional, tampaknya belum bisa menekan tindakan kekerasan terhadap perempuan termasuk anak.

Dari data Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan menunjukkan tren peningkatan. Sejak 2011 hingga 2017, hanya tahun 2016 saja sempat mengalami penurunan, namun tahun selanjutnya meningkat lagi. 

Di regional Kalimantan, jumlah kekerasan terhadap perempuan di Kalimantan Timur pada 2017 tergolong mengkhawatirkan. Bumi Etam ­–sebutan Kalimantan Timur – berada di peringkat dua dengan 109 kasus kekerasan terhadap perempuan. Kaltim hanya kalah dari Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus mencapai 317.

Khusus di Kabupaten Berau, kasus kekerasan terhadap perempuan bisa ditekan. Setidaknya dalam dua tahun terakhir. Sesuai data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau (selengkapnya lihat grafis).             

Namun, di balik penurunan angka tersebut, Sekretaris P2TP2A Berau Noor Indah mengatakan, jumlah kekerasan terhadap perempuan di Berau sudah masuk dalam status berbahaya. Kenapa demikian? Sebab terbentuknya P2TP2A di Berau merupakan bukti jika angka tindakan melawan hukum tersebut sudah tergolong tinggi.

“Keberadaan P2TP2A ini merupakan bentuk perhatian pemerintah yang berarti gejolak kekerasan itu sudah berbahaya. Dan memang kasus-kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan sangatlah banyak,” katanya saat diwawancara Berau Post beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, semua pihak saat ini tidak hanya boleh melihat kasus kekerasan hanya dari sebuah data, khususnya kasus yang ditangani P2TP2A maupun kepolisian. Sebab, perempuan berhijab ini menjelaskan, masih banyak kasus yang belum terungkap atau tidak dilaporkan, baik kepada polisi maupun pihaknya.

Malu dan aib, jadi alasan utama banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Berau yang tidak dilaporkan. “Selama ini kasus kekerasan banyak yang ditutupi karena khawatir aib keluarga diketahui orang banyak. Padahal pemikiran seperti itu harusnya dihilangkan,” ucapnya.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Indah mengatakan ada tiga kasus yang paling dominan ditangani pihaknya. Yakni, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual dan perebutan hak asuh anak.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Berau Fika Yuliana Tantomo mengatakan, terdapat banyak faktor yang menyebabkan keluarga maupun korban tak ingin melaporkan tindakan kekerasan yang dialami kepada pihak berwajib. “Salah satunya karena korban malu. Dan ada juga yang memilih ingin menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan,” tuturnya.

Pemikiran seperti itulah yang diharapkan Fika harus dihilangkan. Hingganya korban maupun keluarga mau terbuka kepada pihaknya maupun kepolisian. Terlebih, apabila becermin terhadap tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Berau saat ini yang menurutnya sangatlah mengkhawatirkan.

Sebagai salah satu cara menekan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Istri dari Wakil Bupati Berau Agus Tantomo ini mengungkapkan, pihaknya maupun pihak-pihak terkait telah menggencarkan sosialisasi untuk pencegahan di wilayah-wilayah kecamatan.

Bahkan, tahun ini pihaknya bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berau, juga membentuk aktivis-aktivis perempuan sebagai perpanjangan tangan pihaknya di perkampungan.

“Dengan melaporkan ke pihak kami, tentunya ada tindakan-tindakan yang kami lakukan. Seperti mediasi, memberikan perlindungan, pelayanan kesehatan, hingga pendampingan korban di ranah hukum,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:21

Pelindo Tak Pernah Terima Permohonan Pandu

TANJUNG REDEB – Manajer Pelayanan Kapal Pelindo IV Berau, Manggi, menyebut tugboat Bintang Setiawan…

Selasa, 25 September 2018 13:18

Minim Jam Terbang, Tingkatkan Intensitas Latihan

Terbilang cabang olahraga baru dan kurang dikenal di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Progres Perbaikan Masih 15 Persen

MARATUA – Perbaikan atas kerusakan beberapa fasilitas di Pulau Kakaban, belum menunjukkan progres…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Hanya 1 Formasi untuk K2

TANJUNG REDEB – Menjelang dibukanya tahap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018,…

Senin, 24 September 2018 13:21

Terseret Tongkang, Tugboat Bintang Setiawan Terbalik

TANJUNG REDEB – Tugboat atau kapal tunda dengan nama lambung TB Bintang Setiawan 98, kandas di…

Senin, 24 September 2018 13:20

Gelar Pemusatan Latihan di Bidukbiduk

Cabang olahraga Dayung ingin tampil maksimal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kutim.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Perekrutan Dilakukan Sekolah

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pendidikan Berau Didi Rahmadi, mengakui jika instruksi presiden…

Minggu, 23 September 2018 15:32

Pusat Diminta Cari Solusi, Larangan Pemkab Mengangkat Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, anggap keputusan Presiden Republik Indonesia yang meminta…

Minggu, 23 September 2018 15:30

Agendakan World Summit Coral Triangle di Maratua

TANJUNG REDEB - Banyak gagasan yang bisa dilakukan dalam mempromosikan Pulau Maratua di Berau, sebagai…

Minggu, 23 September 2018 15:26

Target Dua Emas, Yakin dengan Kualitas Atlet

Cabang olahraga wushu bukanlah cabang baru di Berau, khalayaknya Gateball maupun Woodball. Dua medali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .