MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 10:35
Bayang-Bayang Kekerasan terhadap Perempuan
Ilustrasi

PROKAL.CO, DI tengah gencarnya beberapa pihak memperjuangkan kesetaraan gender secara nasional, tampaknya belum bisa menekan tindakan kekerasan terhadap perempuan termasuk anak.

Dari data Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan menunjukkan tren peningkatan. Sejak 2011 hingga 2017, hanya tahun 2016 saja sempat mengalami penurunan, namun tahun selanjutnya meningkat lagi. 

Di regional Kalimantan, jumlah kekerasan terhadap perempuan di Kalimantan Timur pada 2017 tergolong mengkhawatirkan. Bumi Etam ­–sebutan Kalimantan Timur – berada di peringkat dua dengan 109 kasus kekerasan terhadap perempuan. Kaltim hanya kalah dari Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus mencapai 317.

Khusus di Kabupaten Berau, kasus kekerasan terhadap perempuan bisa ditekan. Setidaknya dalam dua tahun terakhir. Sesuai data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau (selengkapnya lihat grafis).             

Namun, di balik penurunan angka tersebut, Sekretaris P2TP2A Berau Noor Indah mengatakan, jumlah kekerasan terhadap perempuan di Berau sudah masuk dalam status berbahaya. Kenapa demikian? Sebab terbentuknya P2TP2A di Berau merupakan bukti jika angka tindakan melawan hukum tersebut sudah tergolong tinggi.

“Keberadaan P2TP2A ini merupakan bentuk perhatian pemerintah yang berarti gejolak kekerasan itu sudah berbahaya. Dan memang kasus-kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan sangatlah banyak,” katanya saat diwawancara Berau Post beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, semua pihak saat ini tidak hanya boleh melihat kasus kekerasan hanya dari sebuah data, khususnya kasus yang ditangani P2TP2A maupun kepolisian. Sebab, perempuan berhijab ini menjelaskan, masih banyak kasus yang belum terungkap atau tidak dilaporkan, baik kepada polisi maupun pihaknya.

Malu dan aib, jadi alasan utama banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Berau yang tidak dilaporkan. “Selama ini kasus kekerasan banyak yang ditutupi karena khawatir aib keluarga diketahui orang banyak. Padahal pemikiran seperti itu harusnya dihilangkan,” ucapnya.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Indah mengatakan ada tiga kasus yang paling dominan ditangani pihaknya. Yakni, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual dan perebutan hak asuh anak.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Berau Fika Yuliana Tantomo mengatakan, terdapat banyak faktor yang menyebabkan keluarga maupun korban tak ingin melaporkan tindakan kekerasan yang dialami kepada pihak berwajib. “Salah satunya karena korban malu. Dan ada juga yang memilih ingin menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan,” tuturnya.

Pemikiran seperti itulah yang diharapkan Fika harus dihilangkan. Hingganya korban maupun keluarga mau terbuka kepada pihaknya maupun kepolisian. Terlebih, apabila becermin terhadap tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Berau saat ini yang menurutnya sangatlah mengkhawatirkan.

Sebagai salah satu cara menekan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Istri dari Wakil Bupati Berau Agus Tantomo ini mengungkapkan, pihaknya maupun pihak-pihak terkait telah menggencarkan sosialisasi untuk pencegahan di wilayah-wilayah kecamatan.

Bahkan, tahun ini pihaknya bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berau, juga membentuk aktivis-aktivis perempuan sebagai perpanjangan tangan pihaknya di perkampungan.

“Dengan melaporkan ke pihak kami, tentunya ada tindakan-tindakan yang kami lakukan. Seperti mediasi, memberikan perlindungan, pelayanan kesehatan, hingga pendampingan korban di ranah hukum,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 00:13

4,409 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali…

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*