MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 22 April 2018 12:18
SDM Berau Bisa Jadi Kekuatan Baru di Indonesia

Cara Wabup Mengatasi Persoalan Pendidikan di Bumi Batiwakkal: (3-Habis)

PENDIDIKAN UNTUK SEMUA KALANGAN: Penggagas Sekolah Alam Indonesia Lendo Novo bersama Wakil Bupati Agus Tantomo sebelum survei ke Balikukup, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Persoalan pendidikan di Indonesia tak hanya karena kurangnya fasilitas, tapi lebih kepada sistem pendidikan yang jauh tertinggal dari negara-negara lain, bahkan dianggap tak pantas lagi diterapkan.

 

ARIE PRAMANA PUTRA, Tanjung Redeb

 

KHUSUS di Kabupaten Berau, permasalahan yang dominan kurangnya fasilitas pendidikan, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masih banyak anak-anak di kampung yang tersebar di 13 kecamatan putus sekolah. Ya, akses menjadi kendala utama. Tak semua wilayah dapat dijangkau dengan mudah meski hanya berjarak 1 kampung.

Gagasan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo membuka Sekolah Alam di Berau, menjadi salah satu solusi mengatasi kurangnya fasilitas pendidikan di perkampungan. Memang rencana awal, baru dua kampung yang akan diwujudkan, yakni Kampung Balikukup di Kecamatan Batu Putih dan Kampung Long Lamcin di Kecamatan Kelay. Meski masih ada 15 kampung lainnya menghadapi persoalan yang sama, namun tahun ini Agus Tantomo belum bisa membuka Sekolah Alam di seluruh kampung tersebut, karena keterbatasan biaya, sebab menggunakan dana pribadi.

Sekolah Alam ini nantinya gratis untuk masyarakat kampung. Langkah awal pun sudah berjalan, Wabup mendatangkan pendiri Sekolah Alam di Indonesia, yakni Lendo Novo. Bersama timnya, Lendo sudah mengunjungi Balikukup dan Long Lamcin. Tahun depan, target Wabup bisa membuka Sekolah Alam di 15 kampung lainnya, dengan menggalang dana dari mereka yang mampu secara materi.

Tak menutup kemungkinan, setelah 17 kampung dibuka Sekolah Alam, di Tanjung Redeb juga akan dibuka. Berbeda dengan di kampung yang gratis, untuk di Tanjung Redeb akan dikenakan biaya. Sistem pendidikannya lebih mengutamakan pengembangan karakter dan bakat setiap anak.

“Kita lihat nanti, yang jelas misi saya utama adalah membuka Sekolah Alam gratis untuk 17 kampung,” ujar Wabup Agus Tantomo di sela kunjungannya ke Long Lamcin, beberapa waktu lalu.

Lendo yang pernah mendekam di balik jeruji besi selama tujuh bulan sebagai tahanan politik di zaman Orde Baru, lantas mendapat ide. Lendo yang saat itu sedang menempuh pendidikan Strata Dua (S2), terpikir memulai perubahan bangsa lewat pendidikan yang memanfaatkan alam Indonesia.

Dorongan dan tekad hatinya begitu kuat, untuk mengubah sistem pendidikan dengan caranya sendiri, yakni membuat atau membuka Sekolah Alam. Pasalnya, pendidikan yang dinilai konvensional dan tak fokus pada keunikan tiap-tiap anak.

Langkah itu dimulai dengan mendirikan TK Salman di Bandung tahun 1992 lalu Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta 1998.

“Saya ingin Indonesia unggul di dunia dengan memanfaatkan kekayaan negeri ini. Mimpi itu saya dimulai dengan menawarkan pendidikan yang menekankan pembekalan karakter, kecakapan hidup, dan persahabatan dengan alam,” tutur pria kelahiran Jakarta pada 6 November 1964 silam ini.

Langkah Lendo Novo, membuka Sekolah Alam tidaklah mudah, meski zaman Orde Baru sudah berlalu, pengakuan Sekolah Alam baru didapatkannya pada tahun 2008. “Ya, itu karena orang yang menahan saya pensiun pada tahun 2008 di Kementerian Pendidikan,” ungkapnya.

Kini Sekolah Alam, layaknya sekolah swasta dan mempunyai akreditas A. Jumlahnya sudah mencapai dua ribu tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, jika pendidikan Indonesia berlomba-lomba meniru sekolah internasional akan sulit untuk menonjol. Sekolah pun menjadi mahal. Sementara Sekolah Alam modalnya tak habis untuk infrastruktur, seperti gedung dan sarana lain.

"Ruang kelas tidak adapun enggak masalah, yang penting konsep belajarnya tak kalah dibandingkan dengan sekolah internasional. Keunggulannya, dengan menjadikan alam sebagai sumber belajar tak terbatas buat anak-anak. Mereka bisa belajar sambil bermain," jelasnya.

Model sekolah alam bisa menjadi lahan bisnis baru pendidikan. Namun, tidak bagi Lendo yang menginginkan pendidikan terbuka bagi semua anak, kaya dan miskin, pintar, dan bodoh, anak baik maupun anak nakal.

Gagasan Lendo terus bergulir. Sebagai lanjutan Sekolah Alam yang melayani anak usia taman bermain hingga SD, ia mendirikan School of Universe. Layanan pendidikan non formal jenjang SMP-SMA ini memberikan wawasan bisnis dan menyiapkan siswa menjadi entrepreneur. Dan sekarang sudah berdiri Perguruan Tinggi.

“Tahun ini ada yang lulus merupakan angkatan pertama dari perguruan tinggi,” ujarnya.

Bagi dia, pendidikan mesti menghargai dan menerima keunikan tiap anak. Lendo kecil yang hiperaktif sempat trauma dengan sekolah. Dia sering dihukum karena dinilai guru sebagai anak nakal.

"Sekolah umum enggak bisa memfasilitasi orang seperti saya. Sejak itu saya bermimpi membuat sekolah agar orang seperti saya bisa menikmati belajar. Sekolah alam bisa melakukan itu. Kami juga mensyaratkan, sekolah menerima anak tak mampu dengan memberi beasiswa," kata Lendo.

Menurut Lendo, Kabupaten Berau punya potensi yang luar biasa. Tidak ada yang akan jadi miskin jika semua berpikir kreatif, tempat belajarnya juga sangat luas dan kaya. “Kalau wakil bupati mendorong ini (Sekolah Alam), saya meyakini dalam waktu 13 tahun, Berau bisa jadi kekuatan baru di Indonesia. Karena SDM-nya terbaik,” pungkasnya. (*/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:56

Pertamina Ultimatum Pengetap BBM

TANJUNG REDEB - Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bakal…

Jumat, 15 Maret 2019 15:02

Polisi Masih Kejar Perampok Walet

TANJUNG REDEB – Dua dari 4 pelaku perampokan sarang burung…

Jumat, 15 Maret 2019 15:01

Kasus Chairuddin Segera Dilimpahkan

TANJUNG REDEB – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres…

Jumat, 15 Maret 2019 14:59

Gara-Gara Ini, Komisioner KPU Ancam Lapor Polda

TANJUNG REDEB – Komisioner KPU Berau, Nana Mailina mempertanyakan tindak…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Tersangka Berkilah Demam

TANJUNG REDEB – Pelimpahan berkas perkara dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana…

Kamis, 14 Maret 2019 13:48

Lima Tersangka Segera Diadili

TANJUNG REDEB - Setelah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) berkas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*