MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 22 April 2018 12:30
Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

Penarikan Retribusi Penggunaan Aset Daerah

PESIMISTIS: Lapangan pemuda jadi salah satu aset daerah yang dikelola Dispora Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi pendapatan daerah terhadap penggunaan lima aset daerah di bawah naungan Dispora bisa tercapai.

Dirincikan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Dispora Berau, Ahmad Husaini, pihaknya mengelola lima aset daerah. Yakni gedung Graha Pemuda, Lapangan Pemuda, Kakaban Aquatic, Lapangan Tenis dan Lapangan Batiwakkal. Dengan total target penarikan retribusi mencapai Rp 1 miliar lebih.

Rasa pesimistis bisa mencapai target pendapatan yang mencapai Rp 1 miliar tahun 2018, dikarenakan adanya perubahan sistem pembayaran atas penggunaan aset daerah. “Kalau dulu kami turun tangan langsung atau bisa dibilang jemput bola. Sekarang tidak lagi,” katanya saat diwawancara Berau Post beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Husaini, saat ini sistem pembayaran retribusi sudah tidak menggunakan pembayaran tunai, melainkan non tunai atau langsung membayar ke bank. Karena itu, dirinya merasa sistem tersebut membuat birokrasi lebih panjang dan membuat pengguna harus bolak-balik ke Dispora Berau.

“Jadi sekarang orang yang mau memakai lapangan harus ke kantor kami dulu dan kami buatkan tanda retribusi daerah, kemudian dia bayar ke bank. Lalu setelah itu baru dia kembali lagi ke kami untuk memberikan tanda bukti pembayaran,” terangnya.

“Kalau dulu mereka cukup bayar di kantor dan kami yang langsung menyetorkannya. Sehingga mereka tidak repot dan kami dari Dispora memang tidak ingin merepotkan pengguna aset daerah,” tambah Husaini.

Lebih lanjut, dalam dua bulan awal 2018, pihaknya tidak melakukan penarikan retribusi terhadap pedagang yang berjualan di Lapangan Pemuda. Sebab pihaknya masih menunggu sistem pembayaran yang tengah dibuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

“Tapi tetap kami catat dan nantinya kalau sudah dibuatkan sistemnya, tinggal mereka (pedagang) bayar,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*