MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 22 April 2018 12:30
Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

Penarikan Retribusi Penggunaan Aset Daerah

PESIMISTIS: Lapangan pemuda jadi salah satu aset daerah yang dikelola Dispora Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi pendapatan daerah terhadap penggunaan lima aset daerah di bawah naungan Dispora bisa tercapai.

Dirincikan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Dispora Berau, Ahmad Husaini, pihaknya mengelola lima aset daerah. Yakni gedung Graha Pemuda, Lapangan Pemuda, Kakaban Aquatic, Lapangan Tenis dan Lapangan Batiwakkal. Dengan total target penarikan retribusi mencapai Rp 1 miliar lebih.

Rasa pesimistis bisa mencapai target pendapatan yang mencapai Rp 1 miliar tahun 2018, dikarenakan adanya perubahan sistem pembayaran atas penggunaan aset daerah. “Kalau dulu kami turun tangan langsung atau bisa dibilang jemput bola. Sekarang tidak lagi,” katanya saat diwawancara Berau Post beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Husaini, saat ini sistem pembayaran retribusi sudah tidak menggunakan pembayaran tunai, melainkan non tunai atau langsung membayar ke bank. Karena itu, dirinya merasa sistem tersebut membuat birokrasi lebih panjang dan membuat pengguna harus bolak-balik ke Dispora Berau.

“Jadi sekarang orang yang mau memakai lapangan harus ke kantor kami dulu dan kami buatkan tanda retribusi daerah, kemudian dia bayar ke bank. Lalu setelah itu baru dia kembali lagi ke kami untuk memberikan tanda bukti pembayaran,” terangnya.

“Kalau dulu mereka cukup bayar di kantor dan kami yang langsung menyetorkannya. Sehingga mereka tidak repot dan kami dari Dispora memang tidak ingin merepotkan pengguna aset daerah,” tambah Husaini.

Lebih lanjut, dalam dua bulan awal 2018, pihaknya tidak melakukan penarikan retribusi terhadap pedagang yang berjualan di Lapangan Pemuda. Sebab pihaknya masih menunggu sistem pembayaran yang tengah dibuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

“Tapi tetap kami catat dan nantinya kalau sudah dibuatkan sistemnya, tinggal mereka (pedagang) bayar,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .