MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 23 April 2018 10:16
Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Menghidupkan Industri Rumah Tangga bagi Masyarakat Pesisir

AGAR MANDIRI: Salah satu produk industri rumah tangga keluarga-keluarga nelayan di Maratua, dipasarkan di sejumlah toko di Tanjung Redeb.

PROKAL.CO, Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan hidup pragmatis. Tidak salah. Sebab, sumber makanan sangat mudah didapat. Kini, pola pikir itu perlahan coba diperbaiki. Agar menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Tanjung Redeb

 

SEJAK 2016, Suhaina dan empat orang istri nelayan di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, disibukkan dengan kegiatan di dapur.

Bukan sekadar memasak untuk keluarga. Tapi, menghasilkan pundi-pundi rupiah. Membantu ekonomi keluarga.

Suhaina dan empat orang temannya merupakan satu dari Kelompok Masyarakat Pesisir (KMP) yang dibina Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pembinaan dilakukan guna menciptakan hidup berkelanjutan untuk keluarga nelayan di sekitar Kepulauan Derawan.

Mendapatkan modal bantuan dari Japan Fund for Poverty Reduction (JFPR), Suhaina dan kawan-kawan mampu mengembangkan industri rumah tangga dalam skala menengah.

Bahkan, dalam sebulan rumah pengolahannya mampu memproduksi 506 kilogram ikan tenggiri untuk dijadikan kerupuk ikan.

“Omzetnya bisa sampai Rp 22 juta sebulan,” tutur Suhaina kepada Berau Post, Minggu (22/4).

Dengan pemasukan sebesar itu merupakan tanda bahwa usaha KMP berjalan dengan baik. Perempuan berhijab itu sangat merasakan dampak perubahan keuangan pada keluarga.

Kelompok Suhaina hanya satu dari contoh sukses itu. JFPR juga mengembangkan program serupa di beberapa wilayah lainnya. Ada 8 kampung yang saat ini mendapat bantuan dari JFPR, yaitu Kampung Tanjung Batu, Semanting, Pulau Derawan, Pegat Batumbuk, Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohe Silian dan Teluk Alulu. Sebanyak 38 KMP dibantu dalam permodalan hingga pembinaan.

Achis Martua Siregar selaku pendamping dari JFPR mengatakan, program pembinaan kepada KMP tidak melulu pada sektor industri rumah tangga. Program menyesuaikan kegiatan usaha dari tiap kampung. Semisal, KMP yang di Pulau Derawan dan Pulau Maratua membuat sektor usaha kerajinan dan tangan dan penyewaan alat snorkeling.

Dia menerangkan, satu KMP dibantu dana Rp 20 juta. Khusus pemanfaatannya diserahkan langsung oleh KMP.

“Bahkan ketika ada hasilnya seperti yang dirasakan oleh Ibu Suhaina, langsung diserahkan kepada KMP. Kami hanya memberikan bantuan modal dan pendampingan,” tulis Achis melalui pesan WhatsApp kepada Berau Post.

Tidak sekadar mengembangkan dari sektor usaha, program yang digalakkan KKP ini juga berpusat pada pengelolaan sumber daya alam. Seperti mempertahankan ekosistem terumbu karang dan lamun.

“Fokusnya adalah menyelamatkan ekosistem dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir melalui pilihan-pilihan bisnis,” jelasnya.

Satu hal yang dilakukan JFPR adalah memberikan pemahaman terhadap pentingnya pemasaran terhadap produk yang dibuat KMP. Sekaligus membantu mencarikan mitra-mitra yang mau diajak bekerja sama.

Produk amplang dan kerupuk ikan yang dibuat oleh Suhaina dan kawan-kawan misalnya, telah berhasil masuk di sejumlah mini market di Tanjung Redeb. Menggunakan sistem konsinyasi, produk itu berhasil diterima oleh konsumen dengan cukup baik. “Terbukti dari omzet yang mampu diperoleh,” terangnya.

Untuk meningkatkan skala, KMP dan JFPR berencana membuat rumah produksi amplang dan kerupuk ikan di Kampung Teluk Semanting. Sedangkan di Pulau Maratua, pihaknya berencana membangun tempat pemasaran atau showroom sebagai pusat oleh-oleh.

“Harapannya hasil-hasil produk yang dihasilkan ini bisa menjadi buah tangan wisatawan ketika berkunjung ke Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Tidak mudah memang. Tapi kami yakin,” beber Achis.

Meski secara angka dan pendapatan hasilnya sudah terlihat, namun tak mudah bisa mempertahankan bisnis yang dibangun oleh KMP. Karena pola pikir masyarakat harus diubah terlebih dahulu.

“Ini yang coba pelan-pelan saya benahi. Agar masyarakat di wilayah pesisir Berau mampu mandiri secara ekonomi dan lebih sejahtera. Semoga hasilnya bisa terlihat hingga program ini berakhir Desember mendatang,” tandasnya. (*/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

Jadi Gaya Hidup

TANJUNG REDEB – Perkembangan kopi dalam rentan waktu 40 sampai…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:51

Pelindo Cek Kedalaman Sungai

SAMBALIUNG – Pembangunan Pelabuhan Gurimbang oleh PT Pelindo IV, bakal…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:48

Kerugian Negara Rp 15,2 Miliar

TANJUNG REDEB – Penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang…

Jumat, 07 Desember 2018 13:34

Borong 12 Medali, Berau Juara Umum

TANJUNG REDEB – Cabang Olahraga Layar berhasil memborong 12 medali…

Jumat, 07 Desember 2018 13:32

Tanamkan Moral, Pelajar Jadi Sasaran

Suasana tegang biasanya mengiringi jalannya pelaksanaan lomba pidato yang digelar…

Jumat, 07 Desember 2018 13:25

Bupati Serahkan pada Kejaksaan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram menyerahkan sepenuhnya persoalan dugaan…

Kamis, 06 Desember 2018 13:25

Sopir Truk Diperiksa sebagai Saksi

TANJUNG REDEB – Polisi masih mendalami penyelidikan kecelakaan maut di…

Kamis, 06 Desember 2018 13:23

Tambah Pengetahuan melalui Pelatihan Jurnalistik

Pendokumentasian sebuah kegiatan merupakan salah satu hal penting. Apalagi bagi…

Kamis, 06 Desember 2018 13:22

Endus Dugaan Penggelapan ADK

TANJUNG REDEB – Selain di Kampung Balikukup, penyalahgunaan Alokasi Dana…

Rabu, 05 Desember 2018 12:27

Segera Sidangkan Laporan FMP4

LAPORAN Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundangan (FMP4) Berau, ditindaklanjuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .