MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 23 April 2018 10:16
Selamatkan Ekosistem, Omzet Rp 22 Juta Per Bulan

Menghidupkan Industri Rumah Tangga bagi Masyarakat Pesisir

AGAR MANDIRI: Salah satu produk industri rumah tangga keluarga-keluarga nelayan di Maratua, dipasarkan di sejumlah toko di Tanjung Redeb.

PROKAL.CO, Budaya masyarakat di wilayah pesisir Berau, khususnya Pulau Derawan dan Maratua, memiliki kecenderungan hidup pragmatis. Tidak salah. Sebab, sumber makanan sangat mudah didapat. Kini, pola pikir itu perlahan coba diperbaiki. Agar menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Tanjung Redeb

 

SEJAK 2016, Suhaina dan empat orang istri nelayan di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, disibukkan dengan kegiatan di dapur.

Bukan sekadar memasak untuk keluarga. Tapi, menghasilkan pundi-pundi rupiah. Membantu ekonomi keluarga.

Suhaina dan empat orang temannya merupakan satu dari Kelompok Masyarakat Pesisir (KMP) yang dibina Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pembinaan dilakukan guna menciptakan hidup berkelanjutan untuk keluarga nelayan di sekitar Kepulauan Derawan.

Mendapatkan modal bantuan dari Japan Fund for Poverty Reduction (JFPR), Suhaina dan kawan-kawan mampu mengembangkan industri rumah tangga dalam skala menengah.

Bahkan, dalam sebulan rumah pengolahannya mampu memproduksi 506 kilogram ikan tenggiri untuk dijadikan kerupuk ikan.

“Omzetnya bisa sampai Rp 22 juta sebulan,” tutur Suhaina kepada Berau Post, Minggu (22/4).

Dengan pemasukan sebesar itu merupakan tanda bahwa usaha KMP berjalan dengan baik. Perempuan berhijab itu sangat merasakan dampak perubahan keuangan pada keluarga.

Kelompok Suhaina hanya satu dari contoh sukses itu. JFPR juga mengembangkan program serupa di beberapa wilayah lainnya. Ada 8 kampung yang saat ini mendapat bantuan dari JFPR, yaitu Kampung Tanjung Batu, Semanting, Pulau Derawan, Pegat Batumbuk, Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohe Silian dan Teluk Alulu. Sebanyak 38 KMP dibantu dalam permodalan hingga pembinaan.

Achis Martua Siregar selaku pendamping dari JFPR mengatakan, program pembinaan kepada KMP tidak melulu pada sektor industri rumah tangga. Program menyesuaikan kegiatan usaha dari tiap kampung. Semisal, KMP yang di Pulau Derawan dan Pulau Maratua membuat sektor usaha kerajinan dan tangan dan penyewaan alat snorkeling.

Dia menerangkan, satu KMP dibantu dana Rp 20 juta. Khusus pemanfaatannya diserahkan langsung oleh KMP.

“Bahkan ketika ada hasilnya seperti yang dirasakan oleh Ibu Suhaina, langsung diserahkan kepada KMP. Kami hanya memberikan bantuan modal dan pendampingan,” tulis Achis melalui pesan WhatsApp kepada Berau Post.

Tidak sekadar mengembangkan dari sektor usaha, program yang digalakkan KKP ini juga berpusat pada pengelolaan sumber daya alam. Seperti mempertahankan ekosistem terumbu karang dan lamun.

“Fokusnya adalah menyelamatkan ekosistem dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir melalui pilihan-pilihan bisnis,” jelasnya.

Satu hal yang dilakukan JFPR adalah memberikan pemahaman terhadap pentingnya pemasaran terhadap produk yang dibuat KMP. Sekaligus membantu mencarikan mitra-mitra yang mau diajak bekerja sama.

Produk amplang dan kerupuk ikan yang dibuat oleh Suhaina dan kawan-kawan misalnya, telah berhasil masuk di sejumlah mini market di Tanjung Redeb. Menggunakan sistem konsinyasi, produk itu berhasil diterima oleh konsumen dengan cukup baik. “Terbukti dari omzet yang mampu diperoleh,” terangnya.

Untuk meningkatkan skala, KMP dan JFPR berencana membuat rumah produksi amplang dan kerupuk ikan di Kampung Teluk Semanting. Sedangkan di Pulau Maratua, pihaknya berencana membangun tempat pemasaran atau showroom sebagai pusat oleh-oleh.

“Harapannya hasil-hasil produk yang dihasilkan ini bisa menjadi buah tangan wisatawan ketika berkunjung ke Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Tidak mudah memang. Tapi kami yakin,” beber Achis.

Meski secara angka dan pendapatan hasilnya sudah terlihat, namun tak mudah bisa mempertahankan bisnis yang dibangun oleh KMP. Karena pola pikir masyarakat harus diubah terlebih dahulu.

“Ini yang coba pelan-pelan saya benahi. Agar masyarakat di wilayah pesisir Berau mampu mandiri secara ekonomi dan lebih sejahtera. Semoga hasilnya bisa terlihat hingga program ini berakhir Desember mendatang,” tandasnya. (*/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 10:55

Wakil Rakyat Dinilai Pasif

TANJUNG REDEB – DPRD Berau kembali menggelar hearing atau rapat dengar pendapat menindaklanjuti…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Bantah Disebut Proyek Siluman

TANJUNG REDEB - Proyek normalisasi irigasi di RT 20 Kelurahan Sambaliung, yang semula dianggap proyek…

Jumat, 21 September 2018 10:53

Tak Punya Bus Sekolah, Bisa dengan Angkot

TANJUNG REDEB – Kurangnya sarana penunjang aktivitas pelajar, seperti bus sekolah, disebut Ketua…

Kamis, 20 September 2018 00:22

KPU Minta Permohonan Tertulis

TANJUNG REDEB – Pendaftaran dan verifikasi calon peserta pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah…

Kamis, 20 September 2018 00:20

Rapat Anggaran Porprov Deadlock

TANJUNG REDEB – Rapat pembahasan kesiapan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Kamis, 20 September 2018 00:17

Tangisan Haru Sambut Kedatangan Jamaah Berau

TANJUNG REDEB - Tangis bahagia menyambut kedatangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Berau saat…

Rabu, 19 September 2018 15:07

KPU Jangan ‘Cuci Tangan’

TANJUNG REDEB – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang tetap menilai H Rustan telah…

Rabu, 19 September 2018 13:02

Bupati Akui Angka Kesejahteraan Masyarakat Menurun

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menyoroti menurunnya angka kesejahteraan masyarakat di Bumi…

Rabu, 19 September 2018 12:58

Menteri Tantang Bupati

TANJUNG REDEB – Mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak tingkat pratama, Menteri…

Rabu, 19 September 2018 12:57

Pelaku Atraksi Maut Divonis 1 Tahun

TANJUNG REDEB – Dua terdakwa kasus atraksi maut pada momen perpisahan santri kelas IX Madrasah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .