MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 23 April 2018 10:17
Dinas Perikanan Dilema

Kima yang Dilindungi Masih Dikonsumsi Masyarakat

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner andalan masyarakat di kawasan pesisir. Seperti di Pulau Derawan dan Maratua. Namun hal itu sudah dilarang, seiring penetapan Kima sebagai salah satu satwa yang dilindungi negara.

 Dijelaskan Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, kima masuk dalam jenis kerang laut yang dilindungi negara sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Kima seperti yang kita ketahui merupakan kuliner khas pesisir seperti Derawan dan Maratua. Dan selama ini kami sudah pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sana, bahwa kima adalah satwa dilindungi,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (22/4).

Dikatakannya, selama ini sosialisasi yang dilakukan pihaknya bukanlah bersifat formal. Tapi lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif dengan masyarakat.

Tapi karena mengonsumsi kima telah dilakukan secara turun-menurun oleh masyarakat pesisir, memaksa pihaknya untuk terus gencar bersosialisasi. Bahkan, pada sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya justru disuguhi makanan dengan bahan dasar kima.

 “Jadi saat kami berkunjung ke daerah laut sana seperti Derawan, kami beri tahu jenis satwa ini yang boleh dikonsumsi dan ini (kima) tidak. Lebih secara pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengenai populasi kima di Berau, wanita berhijab ini mengaku tak mengetahui secara detail. Namun, apabila melihat banyaknya peredaran hewan dilindungi tersebut saat ini, ia merasa populasinya masih terbilang cukup banyak.

Ia juga mengungkapkan bahwa tak semua jenis kima dilarang dikonsumsi atau diperjualbelikan. Tapi itu harus yang berasal dari tempat pembudidayaan. “Tapi kima yang dibudidayakan ini harus keturunan keduanya atau bisa dibilang cucunya kima sejak dibudidayakan. Kalau itu, baru boleh dikonsumsi,” tuturnya.

Pada 2010 lalu, pihaknya pernah berencana membuat pembudidayaan kima di Pulau Derawan. Namun, karena adanya persyaratan khusus yang tidak bisa dilakukan pihaknya, wacana tersebut batal dilakukan.

“Untuk di Indonesia sendiri, kalau tidak salah yang baru ada pembudidayaan kima itu di Sulawesi dan di luar negeri saja. Karena memang untuk membudidayakan kima harus di lokasi yang pas dan tidak sembarangan,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:02

Misteri Gunung Pesawat

KUNG  PHONG (Gunung Besar) di Kampung Long Keluh, Kecamatan Kelay, masih menyimpan misteri tentang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:03

Dewan Pengawas Bisa “Memaksa”

TANJUNG REDEB - Memegang amanat sebagai Dewan Pengawas pada sebuah Perusahaan Daerah (Perusda), disebut…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Disiplin Berlatih, Hanya Kalah dari Pelari Mancanegara

Olahraga lari, selain menjadi hobi yang sehat, juga menjadi motivasi untuk mencatatkan prestasi dan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

KPU Dinilai Tertutup

TANJUNG REDEB - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak)…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50

Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:58

Dua Sekolah Minta Ditunda

TANJUNG REDEB – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten, tengah gencar…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:55

RSUD Jadi “Tumbal” BPJS Lagi, Nurmin: Kita yang Dibenturkan dengan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kembali  terkena getah dari aturan…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:52

Wadah Bakat Muda, Lapangan Latihan Sering Kebanjiran

Melihat besarnya antusias anak-anak Kampung Pegat Batumbuk bermain sepak bola, mendorong Hamsah untuk…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:48

Baru 874 Pendaftar Beasiswa Berau Gemilang

TANJUNG REDEB – Sejak dibuka pada 15 Juli lalu, sebanyak 874 pelajar dan mahasiswa Berau telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .