MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 23 April 2018 10:17
Dinas Perikanan Dilema

Kima yang Dilindungi Masih Dikonsumsi Masyarakat

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berbagai jenis olahan makanan berbahan utama Kima, sudah lama menjadi kuliner andalan masyarakat di kawasan pesisir. Seperti di Pulau Derawan dan Maratua. Namun hal itu sudah dilarang, seiring penetapan Kima sebagai salah satu satwa yang dilindungi negara.

 Dijelaskan Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, kima masuk dalam jenis kerang laut yang dilindungi negara sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Kima seperti yang kita ketahui merupakan kuliner khas pesisir seperti Derawan dan Maratua. Dan selama ini kami sudah pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sana, bahwa kima adalah satwa dilindungi,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (22/4).

Dikatakannya, selama ini sosialisasi yang dilakukan pihaknya bukanlah bersifat formal. Tapi lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif dengan masyarakat.

Tapi karena mengonsumsi kima telah dilakukan secara turun-menurun oleh masyarakat pesisir, memaksa pihaknya untuk terus gencar bersosialisasi. Bahkan, pada sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya justru disuguhi makanan dengan bahan dasar kima.

 “Jadi saat kami berkunjung ke daerah laut sana seperti Derawan, kami beri tahu jenis satwa ini yang boleh dikonsumsi dan ini (kima) tidak. Lebih secara pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengenai populasi kima di Berau, wanita berhijab ini mengaku tak mengetahui secara detail. Namun, apabila melihat banyaknya peredaran hewan dilindungi tersebut saat ini, ia merasa populasinya masih terbilang cukup banyak.

Ia juga mengungkapkan bahwa tak semua jenis kima dilarang dikonsumsi atau diperjualbelikan. Tapi itu harus yang berasal dari tempat pembudidayaan. “Tapi kima yang dibudidayakan ini harus keturunan keduanya atau bisa dibilang cucunya kima sejak dibudidayakan. Kalau itu, baru boleh dikonsumsi,” tuturnya.

Pada 2010 lalu, pihaknya pernah berencana membuat pembudidayaan kima di Pulau Derawan. Namun, karena adanya persyaratan khusus yang tidak bisa dilakukan pihaknya, wacana tersebut batal dilakukan.

“Untuk di Indonesia sendiri, kalau tidak salah yang baru ada pembudidayaan kima itu di Sulawesi dan di luar negeri saja. Karena memang untuk membudidayakan kima harus di lokasi yang pas dan tidak sembarangan,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:33

Qiraat Mujawwad Remaja Terbaik, Hadiah untuk Modal Kuliah

Sukses mengharumkan nama Berau di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Kalimantan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:26

Gerebek Sahur di Kediaman Bupati Berau Muharram

Gerebek sahur sudah menjadi agenda rutin Berau Post selama bulan Ramadan. Dan di Ramadan tahun ini,…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 08:59

Telat Bayar THR, Denda 5 Persen

KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau Apridoh Piarso, menegaskan pembayaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .