MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 24 April 2018 11:46
Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Bupati Turun Tangan Bujuk Warga Ikhlaskan Lahannya untuk Pembangunan

MASIH DEADLOCK: Bupati Berau Muharram meninjau lahan milik Rokani, salah satu warga di Jalan HARM Ayoeb yang menuntut ganti rugi jika lahan miliknya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan jalan, Senin (23/4).

PROKAL.CO,

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya yang terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb, Senin (23/4).

////

SENIN (23/4), Bupati Berau Muharram ngantor di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Bukan melakukan inspeksi mendadak, kedatangan bupati ke kantor yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb itu, untuk menemui perwakilan warga yang lahannya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb.

Bersama Plt Kepala DPUPR Berau Mansyah Kelana, Kepala Dinas Pertanahan Berau Suprianto, Camat Teluk Bayur Nazaruddin, bupati mencoba meyakinkan warga yang diwakili Rokani, agar mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan pembangunan.

Namun, pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tak kunjung membuahkan hasil. Warga dan pemerintah, belum mencapai kata sepakat.

Rokani yang mewakili tiga pemilik lahan lainnya, tetap bersikukuh untuk meminta ganti rugi.

Rokani juga menolak saat diminta fotokopi surat tanah miliknya. Sebab, ia merasa apabila menyerahkan fotokopi surat tanah tersebut, maka pemerintah akan melakukan eksekusi terhadap lahannya.

Ia merasa memiliki bukti fisik berupa tapal batas yang berada persis di samping Jalan HARM Ayoeb, tepat di depan rumahnya. “Khawatirnya kalau kami menyetujui keinginan bapak (Rokani), nantinya warga lain yang lahannya terkena pembangunan juga meminta ganti rugi. Padahal baik pemerintah kabupaten maupun pusat, tak ada menganggarkan yang namanya dana untuk ganti rugi,” kata Muharam dalam pertemuan tersebut.

Walau masih gagal meyakinkan warga, Muharam bersama beberapa pejabat lainnya lantas melakukan peninjauan untuk melihat lahan milik Rokani.

Di lokasi, Muharram tak melihat adanya bangunan yang berdiri di lahan milik Rokani. Kondisi itu yang membuat Muharram makin tak habis pikir, karena warga lain yang lahannya dan bangunannya terkena rencana proyek, justru tidak meminta ganti rugi karena sangat menginginkan agar pelaksanaan proyek bisa cepat dimulai. Dan warga lainnya, ujar Muharram, juga mengaku kecewa dengan sikap Rokani dan tiga warga lainnya, yang tetap meminta ganti rugi.

“Pokoknya saya ingin pembangunan tetap jalan, lelang terus dilanjutkan. Nanti pada saat pelaksanaan pembangunan, ada cara bupati untuk menyelesaikannya. Intinya saya ingin pembangunan itu tetap jalan dan tidak akan terhalang karena itu,” tegasnya.

Rokani yang diwawancarai usai peninjauan, tetap bersikukuh meminta ganti rugi lahannya. “Saya tetap ingin meminta ganti rugi. Dan saya juga tidak mau menyerahkan fotokopi surat tanah saya. Kalaupun nantinya BPN (Badan Pertanahan Nasional) memberikan fotokopi tanah saya itu, maka itu tindakan melawan hukum karena tanpa seizin pemiliknya,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Konverman Zebua, tetap mengikuti instruksi Bupati Berau Muharam yang meminta pihaknya tetap melanjutkan proses pembangunan Jalan HARM Ayoeb.

“Intinya Pak Bupati meminta proses lelang harus jalan terus dan jangan berhenti. Kalau soal lahan beliau bilang akan diselesaikan oleh Pemkab,” katanya.

Ove –sapaan akrabnya- mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan HARM Ayoeb dikerjakan dengan sistem multiyears yang pelaksanaannya sejak 2018 hingga 2019.

Untuk pengerjaan tahap pertama tahun ini, difokuskan di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas dan Jalan Poros Berau-Bulungan dari Km 34 hingga Km 39. “Memang prosesnya agak lama untuk proyek multiyears ini. Karena perlu mendapat izin dari Kementerian PU dan Kementerian Keuangan. Banyak administrasi yang harus dilalui dan panjang,” tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*