MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 24 April 2018 11:46
Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Bupati Turun Tangan Bujuk Warga Ikhlaskan Lahannya untuk Pembangunan

MASIH DEADLOCK: Bupati Berau Muharram meninjau lahan milik Rokani, salah satu warga di Jalan HARM Ayoeb yang menuntut ganti rugi jika lahan miliknya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan jalan, Senin (23/4).

PROKAL.CO,

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya yang terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb, Senin (23/4).

////

SENIN (23/4), Bupati Berau Muharram ngantor di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Bukan melakukan inspeksi mendadak, kedatangan bupati ke kantor yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb itu, untuk menemui perwakilan warga yang lahannya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb.

Bersama Plt Kepala DPUPR Berau Mansyah Kelana, Kepala Dinas Pertanahan Berau Suprianto, Camat Teluk Bayur Nazaruddin, bupati mencoba meyakinkan warga yang diwakili Rokani, agar mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan pembangunan.

Namun, pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tak kunjung membuahkan hasil. Warga dan pemerintah, belum mencapai kata sepakat.

Rokani yang mewakili tiga pemilik lahan lainnya, tetap bersikukuh untuk meminta ganti rugi.

Rokani juga menolak saat diminta fotokopi surat tanah miliknya. Sebab, ia merasa apabila menyerahkan fotokopi surat tanah tersebut, maka pemerintah akan melakukan eksekusi terhadap lahannya.

Ia merasa memiliki bukti fisik berupa tapal batas yang berada persis di samping Jalan HARM Ayoeb, tepat di depan rumahnya. “Khawatirnya kalau kami menyetujui keinginan bapak (Rokani), nantinya warga lain yang lahannya terkena pembangunan juga meminta ganti rugi. Padahal baik pemerintah kabupaten maupun pusat, tak ada menganggarkan yang namanya dana untuk ganti rugi,” kata Muharam dalam pertemuan tersebut.

Walau masih gagal meyakinkan warga, Muharam bersama beberapa pejabat lainnya lantas melakukan peninjauan untuk melihat lahan milik Rokani.

Di lokasi, Muharram tak melihat adanya bangunan yang berdiri di lahan milik Rokani. Kondisi itu yang membuat Muharram makin tak habis pikir, karena warga lain yang lahannya dan bangunannya terkena rencana proyek, justru tidak meminta ganti rugi karena sangat menginginkan agar pelaksanaan proyek bisa cepat dimulai. Dan warga lainnya, ujar Muharram, juga mengaku kecewa dengan sikap Rokani dan tiga warga lainnya, yang tetap meminta ganti rugi.

“Pokoknya saya ingin pembangunan tetap jalan, lelang terus dilanjutkan. Nanti pada saat pelaksanaan pembangunan, ada cara bupati untuk menyelesaikannya. Intinya saya ingin pembangunan itu tetap jalan dan tidak akan terhalang karena itu,” tegasnya.

Rokani yang diwawancarai usai peninjauan, tetap bersikukuh meminta ganti rugi lahannya. “Saya tetap ingin meminta ganti rugi. Dan saya juga tidak mau menyerahkan fotokopi surat tanah saya. Kalaupun nantinya BPN (Badan Pertanahan Nasional) memberikan fotokopi tanah saya itu, maka itu tindakan melawan hukum karena tanpa seizin pemiliknya,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Konverman Zebua, tetap mengikuti instruksi Bupati Berau Muharam yang meminta pihaknya tetap melanjutkan proses pembangunan Jalan HARM Ayoeb.

“Intinya Pak Bupati meminta proses lelang harus jalan terus dan jangan berhenti. Kalau soal lahan beliau bilang akan diselesaikan oleh Pemkab,” katanya.

Ove –sapaan akrabnya- mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan HARM Ayoeb dikerjakan dengan sistem multiyears yang pelaksanaannya sejak 2018 hingga 2019.

Untuk pengerjaan tahap pertama tahun ini, difokuskan di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas dan Jalan Poros Berau-Bulungan dari Km 34 hingga Km 39. “Memang prosesnya agak lama untuk proyek multiyears ini. Karena perlu mendapat izin dari Kementerian PU dan Kementerian Keuangan. Banyak administrasi yang harus dilalui dan panjang,” tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .