MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 24 April 2018 11:46
Masih Belum Berhasil, Proses Lelang Tetap Jalan

Bupati Turun Tangan Bujuk Warga Ikhlaskan Lahannya untuk Pembangunan

MASIH DEADLOCK: Bupati Berau Muharram meninjau lahan milik Rokani, salah satu warga di Jalan HARM Ayoeb yang menuntut ganti rugi jika lahan miliknya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan jalan, Senin (23/4).

PROKAL.CO,

Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan pertemuan dengan warga yang meminta ganti rugi atas lahannya yang terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb, Senin (23/4).

////

SENIN (23/4), Bupati Berau Muharram ngantor di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Bukan melakukan inspeksi mendadak, kedatangan bupati ke kantor yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb itu, untuk menemui perwakilan warga yang lahannya terkena rencana pembangunan drainase dan peningkatan Jalan HARM Ayoeb.

Bersama Plt Kepala DPUPR Berau Mansyah Kelana, Kepala Dinas Pertanahan Berau Suprianto, Camat Teluk Bayur Nazaruddin, bupati mencoba meyakinkan warga yang diwakili Rokani, agar mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan pembangunan.

Namun, pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tak kunjung membuahkan hasil. Warga dan pemerintah, belum mencapai kata sepakat.

Rokani yang mewakili tiga pemilik lahan lainnya, tetap bersikukuh untuk meminta ganti rugi.

Rokani juga menolak saat diminta fotokopi surat tanah miliknya. Sebab, ia merasa apabila menyerahkan fotokopi surat tanah tersebut, maka pemerintah akan melakukan eksekusi terhadap lahannya.

Ia merasa memiliki bukti fisik berupa tapal batas yang berada persis di samping Jalan HARM Ayoeb, tepat di depan rumahnya. “Khawatirnya kalau kami menyetujui keinginan bapak (Rokani), nantinya warga lain yang lahannya terkena pembangunan juga meminta ganti rugi. Padahal baik pemerintah kabupaten maupun pusat, tak ada menganggarkan yang namanya dana untuk ganti rugi,” kata Muharam dalam pertemuan tersebut.

Walau masih gagal meyakinkan warga, Muharam bersama beberapa pejabat lainnya lantas melakukan peninjauan untuk melihat lahan milik Rokani.

Di lokasi, Muharram tak melihat adanya bangunan yang berdiri di lahan milik Rokani. Kondisi itu yang membuat Muharram makin tak habis pikir, karena warga lain yang lahannya dan bangunannya terkena rencana proyek, justru tidak meminta ganti rugi karena sangat menginginkan agar pelaksanaan proyek bisa cepat dimulai. Dan warga lainnya, ujar Muharram, juga mengaku kecewa dengan sikap Rokani dan tiga warga lainnya, yang tetap meminta ganti rugi.

“Pokoknya saya ingin pembangunan tetap jalan, lelang terus dilanjutkan. Nanti pada saat pelaksanaan pembangunan, ada cara bupati untuk menyelesaikannya. Intinya saya ingin pembangunan itu tetap jalan dan tidak akan terhalang karena itu,” tegasnya.

Rokani yang diwawancarai usai peninjauan, tetap bersikukuh meminta ganti rugi lahannya. “Saya tetap ingin meminta ganti rugi. Dan saya juga tidak mau menyerahkan fotokopi surat tanah saya. Kalaupun nantinya BPN (Badan Pertanahan Nasional) memberikan fotokopi tanah saya itu, maka itu tindakan melawan hukum karena tanpa seizin pemiliknya,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Konverman Zebua, tetap mengikuti instruksi Bupati Berau Muharam yang meminta pihaknya tetap melanjutkan proses pembangunan Jalan HARM Ayoeb.

“Intinya Pak Bupati meminta proses lelang harus jalan terus dan jangan berhenti. Kalau soal lahan beliau bilang akan diselesaikan oleh Pemkab,” katanya.

Ove –sapaan akrabnya- mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan HARM Ayoeb dikerjakan dengan sistem multiyears yang pelaksanaannya sejak 2018 hingga 2019.

Untuk pengerjaan tahap pertama tahun ini, difokuskan di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas dan Jalan Poros Berau-Bulungan dari Km 34 hingga Km 39. “Memang prosesnya agak lama untuk proyek multiyears ini. Karena perlu mendapat izin dari Kementerian PU dan Kementerian Keuangan. Banyak administrasi yang harus dilalui dan panjang,” tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:02

Misteri Gunung Pesawat

KUNG  PHONG (Gunung Besar) di Kampung Long Keluh, Kecamatan Kelay, masih menyimpan misteri tentang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:03

Dewan Pengawas Bisa “Memaksa”

TANJUNG REDEB - Memegang amanat sebagai Dewan Pengawas pada sebuah Perusahaan Daerah (Perusda), disebut…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

KPU Dinilai Tertutup

TANJUNG REDEB - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak)…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50

Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:58

Dua Sekolah Minta Ditunda

TANJUNG REDEB – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten, tengah gencar…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:55

RSUD Jadi “Tumbal” BPJS Lagi, Nurmin: Kita yang Dibenturkan dengan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kembali  terkena getah dari aturan…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:53

Tolak Disebut Kecolongan

TANJUNG REDEB - Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Ramlan Asri, menolak…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:48

Baru 874 Pendaftar Beasiswa Berau Gemilang

TANJUNG REDEB – Sejak dibuka pada 15 Juli lalu, sebanyak 874 pelajar dan mahasiswa Berau telah…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:30

Dewan Pengawas Diminta Jalankan Fungsi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Saga, meminta Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .