MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 25 April 2018 00:14
Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK
MAKSIMALKAN POTENSI: Sektor perkebunan kelapa sawit dinilai mampu mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan roda perekonomian di daerah administrasinya. Salah satu sektor yang digadang-gadang mencapai hal itu, yakni dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit.

Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin menuturkan, hal pertama yang dilakukannya yakni menghidupkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Ada dua sektor yang dicanangkan untuk dikelola sebagai sumber pendapatan kampung dan membangun kesejahteraan masyarakat di salah satu perkampungan eks transmigrasi Kecamatan Talisayan itu. Yakni sektor pertanian jagung dan perkebunan kepala sawit.

“Kalau saya pribadi, rencananya ingin mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Selain harga pasti dan pemasaran jelas, keuntungan dari sektor ini sudah bisa ditebak,” katanya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Komitmen yang dilontarkannya bukan tanpa alasan, secara geografis, perkampungan yang berjuluka kampung jagung itu merupakan dataran rendah yang sangat mendukung perkembangan kelapa sawit. Apalagi, sejumlah masyarakatnya berhasil bercocok tanam sawit.

“Selain tanaman jagung yang mendominasi saat ini, sawit juga salah satu yang mulai ramai dikembangkan masyarakat Eka Sapta. Meski luasan lahan belum signifikan,” terangnya.

Namun, ungkap Syamsul, sebelum pihaknya melangkah lebih jauh. Rencana ini, akan dirinya sosialisasikan dan koordinasikan dengan seluruh elemen masyarakat di daerahnya, guna mengambil keputusan.

Jika disetujui, kata dia, baru melangkah pada mekanisme pengelolaan yang akan dilakukan BUMK.”Dengan dikelola oleh BUMK, petani juga akan diuntungkan. Terutama mempermudah dalam hal pemasaran. Karena semua hasil produksi akan ditampung di BUMK untuk dijual ke perusahaan,” jelasnya.

“Tentu beberapa persen kami tarik untuk pemasukan kampung. Tetapi, terlebih dulu akan dibicarakan kepada masyarakat. Karena, keputusan mutlak dari masyarakat,” pungkasnya. (jun/app)

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .