MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 25 April 2018 00:14
Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK
MAKSIMALKAN POTENSI: Sektor perkebunan kelapa sawit dinilai mampu mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan roda perekonomian di daerah administrasinya. Salah satu sektor yang digadang-gadang mencapai hal itu, yakni dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit.

Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin menuturkan, hal pertama yang dilakukannya yakni menghidupkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Ada dua sektor yang dicanangkan untuk dikelola sebagai sumber pendapatan kampung dan membangun kesejahteraan masyarakat di salah satu perkampungan eks transmigrasi Kecamatan Talisayan itu. Yakni sektor pertanian jagung dan perkebunan kepala sawit.

“Kalau saya pribadi, rencananya ingin mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Selain harga pasti dan pemasaran jelas, keuntungan dari sektor ini sudah bisa ditebak,” katanya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Komitmen yang dilontarkannya bukan tanpa alasan, secara geografis, perkampungan yang berjuluka kampung jagung itu merupakan dataran rendah yang sangat mendukung perkembangan kelapa sawit. Apalagi, sejumlah masyarakatnya berhasil bercocok tanam sawit.

“Selain tanaman jagung yang mendominasi saat ini, sawit juga salah satu yang mulai ramai dikembangkan masyarakat Eka Sapta. Meski luasan lahan belum signifikan,” terangnya.

Namun, ungkap Syamsul, sebelum pihaknya melangkah lebih jauh. Rencana ini, akan dirinya sosialisasikan dan koordinasikan dengan seluruh elemen masyarakat di daerahnya, guna mengambil keputusan.

Jika disetujui, kata dia, baru melangkah pada mekanisme pengelolaan yang akan dilakukan BUMK.”Dengan dikelola oleh BUMK, petani juga akan diuntungkan. Terutama mempermudah dalam hal pemasaran. Karena semua hasil produksi akan ditampung di BUMK untuk dijual ke perusahaan,” jelasnya.

“Tentu beberapa persen kami tarik untuk pemasukan kampung. Tetapi, terlebih dulu akan dibicarakan kepada masyarakat. Karena, keputusan mutlak dari masyarakat,” pungkasnya. (jun/app)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…