MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 27 April 2018 09:45
Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada
DILEMA PETANI: Anjloknya harga lada berdampak pada produktivitasnya di Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya, membuat para petani di Kecamatan Talisayan, menelantarkan kebun mereka.

Seperti yang dialami Suardiah, petani lada Kecanatan Talisayan. Ia mengungkapkan, dirinya kurang bergairah merawat tanaman lada mereka. Seperti membabat rumput maupun melakukan pemupukan.

"Bagaimana mau melakukan perawatan. Harga lada sudah tidak seimbang dengan operasional. Apalagi, lada ini setahun baru menghasilkan. Belum lagi berbicara untuk kebutuhan sehari-hari," katanya kepada Berau Post, Kamis (26/4).

Meski beberapa petani masih bertahan dengan kondisi harga yang dinilai tak wajar. Dirinya tetap bersikukuh menunggu stabilnya harga lada untuk kembali bergeliat di sektor tersebut.

Bahkan, dirinya berencana menebang kebun lada miliknya untuk dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit jika harga tak kunjung stabil. Karena, dianggapnya peluang kebun lada sudah semakin suram.

"Situasi ini sudah masuk tahun ketiga anjloknya harga lada. Tapi belum ada perubahan. Untuk dijadikan penopang ekonomi sudah tidak bisa diandalkan lagi," ucapnya.

Selain Suardiah, hal serupa juga dirasakan Triono. Dia mengatakan, jika lahan lada itu terus dipertahankan, maka dipastikan tidak akan dapat apa-apa. Pasalnya, harga jual dengan biaya perawatan sudah tidak sebanding lagi.

"Untuk biaya perawatan seperti membabat, beli pupuk dan racun kandang saja tidak cukup. Apalagi kata dia untuk bayar upah pemetik buah ketika musim panen tiba," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar ada langkah yang diambil pemerintah daerah hingga pusat untuk menstabilkan kejayaan harga lada di pasaran."Kami berharap harga lada membaik dan cuma kepada pemerintah kami berharap aspirasi kami dapat terwujud," pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Selasa, 29 Mei 2018 12:37

Budidaya Tambak Menjanjikan

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau, menyebutkan dari beberapa budidaya perikanan di Bumi Batiwakal,…

Senin, 28 Mei 2018 00:25

Harga dan Pasaran Jelas

TALISAYAN- Dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) ada banyak hal yang dapat dilakukan. Salah…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:37

Gas Melon Langka di Batu Putih

BATU PUTIH – Keberadaan tabung gas 3 Kg atau yang kerap disebut gas melon kembali menjadi barang…

Kamis, 24 Mei 2018 14:48

Berharap Pemerintah Realisasikan Jalan Usaha Tani

TABALAR - Sebagai wilayah potensial pertanian, khususnya padi sawah.  Pemerintah Kampung Buyung-buyung,…

Kamis, 24 Mei 2018 14:42

Kebutuhan BBM Nelayan Belum Tercukupi

TALISAYAN - Agen Premium Minyak Solar (APMS) Talisayan, Kecamatan Talisayan, sangat penting untuk masyarakat…

Jumat, 18 Mei 2018 00:09

Tambah Lahan Persawahan 200 Hektare

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus mengeliatkan sektor pertanian padi sawah, demi menciptakan…

Jumat, 18 Mei 2018 00:07

Harga Bumbu Dapur Stabil

TANJUNG REDEB - Hari pertama Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau normal, bahkan…

Rabu, 16 Mei 2018 00:30

Lirik Pertanian Jagung, Sediakan Lahan 500 Hektare

BIATAN – Geliat pengembangan sektor pertanian dalam menggali pendapatan kampung tak henti-hentinya…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:10

Antisipasi Lonjakan Harga selama Ramadan

TANJUNG REDEB – Guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang tak mengalami…

Jumat, 11 Mei 2018 00:03

Disperindagkop Wacanakan Pusat Industri Tahu

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, berencana membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .