MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 27 April 2018 09:45
Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada
DILEMA PETANI: Anjloknya harga lada berdampak pada produktivitasnya di Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya, membuat para petani di Kecamatan Talisayan, menelantarkan kebun mereka.

Seperti yang dialami Suardiah, petani lada Kecanatan Talisayan. Ia mengungkapkan, dirinya kurang bergairah merawat tanaman lada mereka. Seperti membabat rumput maupun melakukan pemupukan.

"Bagaimana mau melakukan perawatan. Harga lada sudah tidak seimbang dengan operasional. Apalagi, lada ini setahun baru menghasilkan. Belum lagi berbicara untuk kebutuhan sehari-hari," katanya kepada Berau Post, Kamis (26/4).

Meski beberapa petani masih bertahan dengan kondisi harga yang dinilai tak wajar. Dirinya tetap bersikukuh menunggu stabilnya harga lada untuk kembali bergeliat di sektor tersebut.

Bahkan, dirinya berencana menebang kebun lada miliknya untuk dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit jika harga tak kunjung stabil. Karena, dianggapnya peluang kebun lada sudah semakin suram.

"Situasi ini sudah masuk tahun ketiga anjloknya harga lada. Tapi belum ada perubahan. Untuk dijadikan penopang ekonomi sudah tidak bisa diandalkan lagi," ucapnya.

Selain Suardiah, hal serupa juga dirasakan Triono. Dia mengatakan, jika lahan lada itu terus dipertahankan, maka dipastikan tidak akan dapat apa-apa. Pasalnya, harga jual dengan biaya perawatan sudah tidak sebanding lagi.

"Untuk biaya perawatan seperti membabat, beli pupuk dan racun kandang saja tidak cukup. Apalagi kata dia untuk bayar upah pemetik buah ketika musim panen tiba," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar ada langkah yang diambil pemerintah daerah hingga pusat untuk menstabilkan kejayaan harga lada di pasaran."Kami berharap harga lada membaik dan cuma kepada pemerintah kami berharap aspirasi kami dapat terwujud," pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*