MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 27 April 2018 09:45
Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada
DILEMA PETANI: Anjloknya harga lada berdampak pada produktivitasnya di Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya, membuat para petani di Kecamatan Talisayan, menelantarkan kebun mereka.

Seperti yang dialami Suardiah, petani lada Kecanatan Talisayan. Ia mengungkapkan, dirinya kurang bergairah merawat tanaman lada mereka. Seperti membabat rumput maupun melakukan pemupukan.

"Bagaimana mau melakukan perawatan. Harga lada sudah tidak seimbang dengan operasional. Apalagi, lada ini setahun baru menghasilkan. Belum lagi berbicara untuk kebutuhan sehari-hari," katanya kepada Berau Post, Kamis (26/4).

Meski beberapa petani masih bertahan dengan kondisi harga yang dinilai tak wajar. Dirinya tetap bersikukuh menunggu stabilnya harga lada untuk kembali bergeliat di sektor tersebut.

Bahkan, dirinya berencana menebang kebun lada miliknya untuk dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit jika harga tak kunjung stabil. Karena, dianggapnya peluang kebun lada sudah semakin suram.

"Situasi ini sudah masuk tahun ketiga anjloknya harga lada. Tapi belum ada perubahan. Untuk dijadikan penopang ekonomi sudah tidak bisa diandalkan lagi," ucapnya.

Selain Suardiah, hal serupa juga dirasakan Triono. Dia mengatakan, jika lahan lada itu terus dipertahankan, maka dipastikan tidak akan dapat apa-apa. Pasalnya, harga jual dengan biaya perawatan sudah tidak sebanding lagi.

"Untuk biaya perawatan seperti membabat, beli pupuk dan racun kandang saja tidak cukup. Apalagi kata dia untuk bayar upah pemetik buah ketika musim panen tiba," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar ada langkah yang diambil pemerintah daerah hingga pusat untuk menstabilkan kejayaan harga lada di pasaran."Kami berharap harga lada membaik dan cuma kepada pemerintah kami berharap aspirasi kami dapat terwujud," pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 27 Juli 2018 14:25

Majukan Ekonomi Masyarakat, Bakal Bangun Pasar

TALISAYAN - Kepala Kampung Talisayan, Yamsir akan berupaya meningkatkan perekonomian warga di wilayahnya,…

Rabu, 25 Juli 2018 13:16

Biatan Ilir Bakal Punya Produk Beras Lokal

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, terus berinovasi dalam menghidupkan perekonomian masyarakat,…

Selasa, 24 Juli 2018 13:55

Penyakit Kuning Serang Lada Petani

BATU PUTIH – Belum usai polemik rendahnya harga jual lada, sejumlah petani budidaya lada di Kecamatan…

Kamis, 19 Juli 2018 01:33

Tak Ada Batasan Penentuan Bunga Koperasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperingdakop) Kabupaten Berau,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:28

PUSINGGG..!! Turun Lagi, Harga Sawit Cuma Rp 890 Per Kg

BATU PUTIH - Mulai mengeluh. Mungkin kondisi itu kini dirasakan sejumlah petani sawit di wilayah Kecamatan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:10

Beras dan Rokok, Penyumbang Kemiskinan Kaltim dan Kaltara

KOMODITAS beras dan rokok, menjadi penyumbang  terbesar tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan…

Senin, 09 Juli 2018 11:41

Dua Kampung Sentra Ternak Kambing di Berau

TANJUNG REDEB - Sentra peternakan kambing di Kabupaten Berau berada di Kecamatan Biatan dan Batu Putih,…

Minggu, 08 Juli 2018 00:17

Peternak Diminta Perhatikan Aturan Kandang

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) akui ada peternak hewan di Kabupaten…

Sabtu, 07 Juli 2018 13:30

Peternak Diimbau Gabung AUTS

TANJUNG REDEB – Minimalisir risiko masyarakat dalam pengembangan ternak sapi di Kabupaten Berau,…

Sabtu, 07 Juli 2018 13:28

Andalkan Rumah Makan dan Resort

TANJUNG REDEB – Rumah makan dan resort jadi penyumbang Penapatan Asli Daerah (PAD) terbesar pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .