MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 27 April 2018 09:45
Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada
DILEMA PETANI: Anjloknya harga lada berdampak pada produktivitasnya di Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya, membuat para petani di Kecamatan Talisayan, menelantarkan kebun mereka.

Seperti yang dialami Suardiah, petani lada Kecanatan Talisayan. Ia mengungkapkan, dirinya kurang bergairah merawat tanaman lada mereka. Seperti membabat rumput maupun melakukan pemupukan.

"Bagaimana mau melakukan perawatan. Harga lada sudah tidak seimbang dengan operasional. Apalagi, lada ini setahun baru menghasilkan. Belum lagi berbicara untuk kebutuhan sehari-hari," katanya kepada Berau Post, Kamis (26/4).

Meski beberapa petani masih bertahan dengan kondisi harga yang dinilai tak wajar. Dirinya tetap bersikukuh menunggu stabilnya harga lada untuk kembali bergeliat di sektor tersebut.

Bahkan, dirinya berencana menebang kebun lada miliknya untuk dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit jika harga tak kunjung stabil. Karena, dianggapnya peluang kebun lada sudah semakin suram.

"Situasi ini sudah masuk tahun ketiga anjloknya harga lada. Tapi belum ada perubahan. Untuk dijadikan penopang ekonomi sudah tidak bisa diandalkan lagi," ucapnya.

Selain Suardiah, hal serupa juga dirasakan Triono. Dia mengatakan, jika lahan lada itu terus dipertahankan, maka dipastikan tidak akan dapat apa-apa. Pasalnya, harga jual dengan biaya perawatan sudah tidak sebanding lagi.

"Untuk biaya perawatan seperti membabat, beli pupuk dan racun kandang saja tidak cukup. Apalagi kata dia untuk bayar upah pemetik buah ketika musim panen tiba," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar ada langkah yang diambil pemerintah daerah hingga pusat untuk menstabilkan kejayaan harga lada di pasaran."Kami berharap harga lada membaik dan cuma kepada pemerintah kami berharap aspirasi kami dapat terwujud," pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .