MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 30 April 2018 00:16
Kenapa Harus Sekolah Alam?
Agus Tantomo

PROKAL.CO, “Pak, saya doakan semoga Bapak terpilih nanti, dan harapan saya hanya satu. Saya ingin anak saya sekolah SMP.” Ucapan itu selalu membekas di benak saya. Sekitar tiga tahun lalu. Kala menjalani masa kampanye untuk pemilihan Bupati-Wakil Bupati Berau.

Ucapan yang keluar dari mulut seorang ibu di pedalaman belantara Kelay. Tepatnya di Kampung Long Lamcin. Sekitar 200 Km dari Kota Tanjung Redeb. Keterbatasan akses transportasi, juga ekonomi, telah membuat kampung ini berada dalam ragam kesulitan. Yang juga terkena dampak adalah dunia pendidikan.

Di kampung itu, hanya tersedia pelayanan pendidikan di tingkat dasar. Usai menamatkan pendidikan jenjang awal itu, siswa dan orangtua siswa pun dituntut usaha besar jika ingin melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi. Entah itu ke kampung terdekat yang jarak tempuhnya berpuluh kilometer, atau ke ibu kota kecamatan dan kabupaten.

Sebagai pemangku kebijakan, kondisi ini memang sangat berat. Amanat undang-undang sudah jelas. Minimal pendidikan dasar sembilan tahun. Atau, harus selesai di level sekolah menengah pertama.

Long Lamcin adalah satu potret nyata kondisi di sekitar kita. Dan, bukan hanya satu kampung ini saja yang mengalaminya. Dari penelusuran Dinas Pendidikan Berau, ada 17 kampung yang serupa.

Namun saya tak mau menyerah. Kondisi ini harus dipecahkan. Sesegera mungkin.

Untuk menghadirkan sekolah konvensional memang tak mudah. Makanya cara ini tidak saya pilih. Hasil diskusi dengan beberapa kawan, kami menemukan konsep yang ternyata lebih efisien. Berupa sekolah alam.

Kami pun langsung mengunjungi pusatnya. Langsung ketemu dengan pendirinya. Berlokasi di Parung, Bogor, Jawa Barat, kami bertemu dengan pengelola School of Universe, yang dibidani kelahirannya oleh Lendo Novo, seorang penggiat sosial dan pendidikan yang namanya sudah mendunia.

Kesepakatan pun terjalin. Kami meminta Lendo Novo langsung datang ke Berau. Melihat kondisi betapa susahnya akses pendidikan bagi anak-anak kami.

Dua kampung pada pertengahan April ini, dikunjunginya. Kampung Balikukup di Kecamatan Batu Putih, dan Long Lamcin.

Target yang dicanangkan juga sudah jelas. Saya menginginkan program sekolah alam ini hadir di tengah kampung yang belum punya sekolah selevel SMP. Minimal di tahun ini dua atau tiga sekolah kami dirikan.

Dengan bantuan beberapa relawan, saat ini proses badan hukum berupa yayasan sedang dibangun. Salah satu di antaranya adalah Robi Johan, Direktur Berau Post. Kenapa harus orang swasta yang dilibatkan? Karena saya ingin memberikan kesempatan ladang beramal. Ke depan, pendanaan pun akan kami jalankan dengan pola filantropi. Menjaring para donatur swasta.

Karena alasan tugas sebagai pejabat publik, saya pun tidak akan ada dalam struktur yayasan. Demi menjaga kemungkinan conflic of interest.

Memang, dana publik lewat APBD bisa diakses untuk kegiatan ini, tapi jelas itu akan membuat proses sekolah alam ini terkendala waktu. Padahal, tiap tahun selalu ada lulusan sekolah dasar yang perlu melanjutkan jenjang pendidikan.

Sejauh ini, saya maju sendiri, dengan dana sendiri. Alhamdulillah didukung anak-anak muda yang saya yakin punya visi yang sama untuk kemajuan Berau. Khususnya di dunia pendidikan. (*/udi)

*) Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau


BACA JUGA

Sabtu, 17 Maret 2018 00:23

Meneropong Visi dan Misi Calon Kepala Daerah

TAHUN 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu kepala daerah secara serentak. Di Kalimantan…

Kamis, 15 Maret 2018 11:09

Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

SAYA penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput…

Rabu, 14 Maret 2018 12:37

KAPITALISME LEWAT NARKOBA

AKHIR-akhir ini hangat di media pemberitaan terkait impor berton-ton sabu-sabu ke Indonesia. Tidak salah-salah,…

Selasa, 13 Maret 2018 13:01

Apa Kabar RS Baznas?

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata "Rumah Sakit/RS" didefinisikan sebagi 1) Gedung tempat…

Selasa, 13 Maret 2018 12:49

Tak Cukup Hanya Terpesona

ORANG awam akan bertanya: mengapa pembangkit listrik tenaga angin itu dibangun di daerah yang sudah…

Senin, 12 Maret 2018 10:50

TAKING OWNERSHIP

ADA perubahan paradigma dari dunia usaha dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap…

Senin, 12 Maret 2018 10:37

Kepastian yang Tidak Pasti

KALAU Anda bisa paham tulisan seri 4 ini, kecerdasan Anda pasti di atas rata-rata. Inilah bagian yang…

Minggu, 11 Maret 2018 00:14

Tebak-tebakan Tak Berhadiah

SAYA lagi bertaruh dengan beberapa aktivis green energy. Tentang berapa banyak pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 03 Maret 2018 11:28

Menebus Dosa Proyek Raksasa

PERSAHABATAN saya dengan Robert Lai sudah berlangsung lebih 20 tahun. Sudah seperti saudara. Robert…

Selasa, 27 Februari 2018 10:52

Tujuh Bulan di Lemhannas, Sanggupkah?

SUDAH satu minggu, saya harus beradaptasi dengan hal baru. Orang baru, suasana baru, juga ilmu baru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .