MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 01 Mei 2018 00:10
Oknum ASN Main Proyek ADK

BKPP dan Kebangpol Mengaku Tidak Tahu

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau Abdul Rifai, mengaku tidak tahu jika Sy berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sy yang juga Direktur CV Ditha, kini menyandang status tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK) Balikukup, Batu Putih.

Menurutnya, tindakan menyamarkan status ASN yang dilakukan Sy, jelas melanggar kode etik ASN. Apalagi sampai melaksanakan kegiatan sebagai penyedia jasa konstruksi. “Sebagai seorang ASN, harusnya kita fokus melaksanakan tugas sehari-hari, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau berubah menjadi pihak ketiga, tentu sudah lain tugasnya. Apalagi sampai pemalsuan identitas seperti itu,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/4).

“Walaupun dia (Sy, red) sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi kami juga belum terima laporan dari Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Makanya kami juga belum bisa memproses,” sambungnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu laporan maupun berkoordinasi langsung dengan OPD tempat Sy bertugas. “Nanti kami akan koordinasi dengan OPD-nya, rasanya dia saat ini di Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik),” ungkap Rifai.

Tapi, walau sudah memastikan adanya pelanggaran kode etik ASN, dan tersangkut pidana, Rifai belum bisa memastikan sanksi kepegawaian seperti apa yang akan diterima Sy.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kesbangpol Berau Ahmad Ismail, mengakui jika Sy adalah salah satu stafnya. Hanya, dirinya mengaku tidak tahu mengenai keterlibatan Sy pada proyek ADK Balikukup, apalagi sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, dirinya masih menunggu pemberitahuan dari pihak kepolisian terkait penetapan Sy sebagai tersangka.

“Belum ada info, biasanya ada laporan kalau ada yang ditetapkan tersangka. Kalau sudah ada laporan, baru kita lapor ke BKPP. Yang bersangkutan juga turun aja setiap hari. Kalau memang terlibat, saya akan minta dia untuk koperatif," singkatnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Namun ketika Berau Post mencoba menemui Sy di kantor Kesbangpol, yang bersangkutan dikabarkan sudah tidak berada di tempat.

Sebelumnya diberitakan, Unit Tipikor Satreskrim Polres Berau kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan ADK Balikukup.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Sy (35), Direktur CV Ditha.

Andika menyebut, Sy telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret lalu. Namun hingga kemarin, pihaknya belum memeriksa Sy sebagai tersangka. Sementara tersangka lain yakni Rh, Kepala Kampung Balikukup dan dan bendahara Nh (28), sudah dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka.

"Dia (Sy, red) jadi tersangka karena pekerjaan yang dia lakukan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Kami cari waktu yang tepat untuk memeriksa dia sebagai tersangka,” ungkap Andika.

Ditambahkan Andika, dalam penelusuran tim penyidik, terungkap bahwa Sy merupakan salah seorang oknum ASN di salah satu OPD Kabupaten Berau.

"Di CV itu dia samarkan pekerjaannya menjadi swasta. Entah motifnya apa," lanjut Andika.

Hingga saat ini, belum ada kemungkinan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. Karena itu, pihaknya berencana segera menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Rencananya, minggu depan kami tahap satu-kan berkasnya," katanya.

Sy diutarakannya, terancam dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, penetapan tersangka terhadap Kepala Kampung dan bendahara Balikukup Kecamatan Batu Putih, dilakukan setelah gelar perkara di Mapolda Kaltim.

“Dengan kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar,” ungkap Andika kepada Berau Post, Senin (19/3) lalu.

Kerugian negara, disebutkan Andika, telah disampaikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur pada November 2017. Namun, penetapan tersangka cukup terlambat karena menunggu gelar perkara di Mapolda Kaltim.

Kepala kampung, disangkakan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran ADK dari tahun 2013 hingga 2015. Apalagi ketika ada pekerjaan proyek di Kampung Balikukup, tersangka menunjuk dan memberikan uang langsung kepada kontraktor yang juga keluarganya sendiri, tanpa ada kontrak sebelumnya. Sementara bendahara berperan membantu kepala kampung.

“Rata-rata anggaran untuk pekerjaan fisik yang sulit dia (tersangka, red) pertanggungjawabkan,” ujarnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .