MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 01 Mei 2018 00:10
Oknum ASN Main Proyek ADK

BKPP dan Kebangpol Mengaku Tidak Tahu

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau Abdul Rifai, mengaku tidak tahu jika Sy berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sy yang juga Direktur CV Ditha, kini menyandang status tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK) Balikukup, Batu Putih.

Menurutnya, tindakan menyamarkan status ASN yang dilakukan Sy, jelas melanggar kode etik ASN. Apalagi sampai melaksanakan kegiatan sebagai penyedia jasa konstruksi. “Sebagai seorang ASN, harusnya kita fokus melaksanakan tugas sehari-hari, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau berubah menjadi pihak ketiga, tentu sudah lain tugasnya. Apalagi sampai pemalsuan identitas seperti itu,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/4).

“Walaupun dia (Sy, red) sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi kami juga belum terima laporan dari Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Makanya kami juga belum bisa memproses,” sambungnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu laporan maupun berkoordinasi langsung dengan OPD tempat Sy bertugas. “Nanti kami akan koordinasi dengan OPD-nya, rasanya dia saat ini di Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik),” ungkap Rifai.

Tapi, walau sudah memastikan adanya pelanggaran kode etik ASN, dan tersangkut pidana, Rifai belum bisa memastikan sanksi kepegawaian seperti apa yang akan diterima Sy.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kesbangpol Berau Ahmad Ismail, mengakui jika Sy adalah salah satu stafnya. Hanya, dirinya mengaku tidak tahu mengenai keterlibatan Sy pada proyek ADK Balikukup, apalagi sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, dirinya masih menunggu pemberitahuan dari pihak kepolisian terkait penetapan Sy sebagai tersangka.

“Belum ada info, biasanya ada laporan kalau ada yang ditetapkan tersangka. Kalau sudah ada laporan, baru kita lapor ke BKPP. Yang bersangkutan juga turun aja setiap hari. Kalau memang terlibat, saya akan minta dia untuk koperatif," singkatnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Namun ketika Berau Post mencoba menemui Sy di kantor Kesbangpol, yang bersangkutan dikabarkan sudah tidak berada di tempat.

Sebelumnya diberitakan, Unit Tipikor Satreskrim Polres Berau kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan ADK Balikukup.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Sy (35), Direktur CV Ditha.

Andika menyebut, Sy telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret lalu. Namun hingga kemarin, pihaknya belum memeriksa Sy sebagai tersangka. Sementara tersangka lain yakni Rh, Kepala Kampung Balikukup dan dan bendahara Nh (28), sudah dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka.

"Dia (Sy, red) jadi tersangka karena pekerjaan yang dia lakukan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Kami cari waktu yang tepat untuk memeriksa dia sebagai tersangka,” ungkap Andika.

Ditambahkan Andika, dalam penelusuran tim penyidik, terungkap bahwa Sy merupakan salah seorang oknum ASN di salah satu OPD Kabupaten Berau.

"Di CV itu dia samarkan pekerjaannya menjadi swasta. Entah motifnya apa," lanjut Andika.

Hingga saat ini, belum ada kemungkinan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. Karena itu, pihaknya berencana segera menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Rencananya, minggu depan kami tahap satu-kan berkasnya," katanya.

Sy diutarakannya, terancam dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, penetapan tersangka terhadap Kepala Kampung dan bendahara Balikukup Kecamatan Batu Putih, dilakukan setelah gelar perkara di Mapolda Kaltim.

“Dengan kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar,” ungkap Andika kepada Berau Post, Senin (19/3) lalu.

Kerugian negara, disebutkan Andika, telah disampaikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur pada November 2017. Namun, penetapan tersangka cukup terlambat karena menunggu gelar perkara di Mapolda Kaltim.

Kepala kampung, disangkakan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran ADK dari tahun 2013 hingga 2015. Apalagi ketika ada pekerjaan proyek di Kampung Balikukup, tersangka menunjuk dan memberikan uang langsung kepada kontraktor yang juga keluarganya sendiri, tanpa ada kontrak sebelumnya. Sementara bendahara berperan membantu kepala kampung.

“Rata-rata anggaran untuk pekerjaan fisik yang sulit dia (tersangka, red) pertanggungjawabkan,” ujarnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:09

Lagi, Kibarkan Bendera di Laut Maratua

MARATUA – Pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Maratua, kembali dilaksanakan Berau Jurnalis…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:12

Sosialisasi DCS “Hanya” di Perkotaan

TALISAYAN – Tahapan pemilihan legislatif sudah masuk penetapan daftar caleg sementara. Namun DCS…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:06

Upacara Diwarnai Putusnya Tali Bendera

TANJUNG REDEB – Ada kejadian tak terduga pada upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-73…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:04

Auditor Bantah Ada Kongkalikong

SALAH satu auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Tenni Ginting, menegaskan jika pihaknya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:56
Kegiatan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita selama di Berau

Mendag Pantau Harga Pangan, Berikan Bantuan untuk Pedagang

Berkunjung ke Berau untuk menjadi Inspektur Upacara HUT ke-73 RI di Maratua, Menteri Perdagangan Enggartiasto…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Pesawat di Gunung Itu Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .