MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 01 Mei 2018 00:11
Balikukup Dapat Hibah PLTS dari ESDM

Dikelola Lebih Profesional, Pengoperasian oleh Warga Lokal

PEMBANGKIT: PLTS Terpusat Balikukup yang merupakan hibah dari Kementerian ESDM sudah beroperasi selama 5 bulan.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Permasalahan listrik di perkampungan perlahan mulai teratasi, seperti halnya di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. Semenjak kehadiran patriot negeri, warga kampung tersebut dapat menikmati listrik hibah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dikatakan Maaruf, patriot negeri yang masih bertahan di Kampung Balikukup, hibah dari Kementerian ESDM itu berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas daya yang dihasilkan sebesar 100 Kilowatt-peak (kWp).

“Permasalahan di kampung ini (Balikukup, Red.) yang utama, yakni listrik, air dan jaringan telekomunikasi. Salah satunya sudah teratasi, yakni listrik,” ungkapnya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, proyek pembangunan atau pengadaan PLTS itu merupakan anggaran tahun 2017, buah perjuangannya bersama pemerintah kampung mengajukan ke Kementerian ESDM, tepatnya dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, serta Direktorat Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan.

“Anggarannya saya lupa, yang jelas lebih dari 10 miliar, dan lahannya pakai lahan pemerintah kampung,” ujarnya sembari menunjukkan lokasi PLTS yang dibangun di ujung Pulau Balikukup.

Daya sebesar 100 kWp PLTS Terpusat Balikukup, saat ini dapat dialiri ke 334 bangunan. Baik rumah warga, bangunan pemerintah kampung dan sebagainya. Disebutkan Maaruf, masing-masing bangunan, dialiri listrik 600 Watt dan beroperasi setiap hari selama 12 jam, yakni dari pukul 06.00 Wita pagi, hingga pukul 18.00 Wita sore hari.

“Awalnya beroperasi selama 24 jam, selain bergantung pada cuaca, pengoperasian hanya selama 12 jam setiap harinya juga demi awetnya PLTS tersebut,” tuturnya.

PLTS Terpusat Balikukup, tak bergantung pada teknisi luar, melainkan warga setempat yang dipekerjakan dan mendapatkan pelatihan sebelum PLTS diserah terimakan. “Kami tidak mau PLTS ini nantinya mangkrak karena tidak ada yang bisa mengoperasikan, maka dari itu memanfaatkan warga setempat,” katanya.

Bukan kerja percuma, ketiga warga itu mendapatkan gaji setiap bulannya.  Untuk membayar gaji, warga yang rumahnya mendapatkan aliran listrik harus membayar Rp 40 ribu per bulan. Di mana, dana yang terkumpul setiap bulannya sebesar 50 persen untuk operasional, dan sebagian untuk kepentingan lain. Termasuk menyimpan dana, sebagai antisipasi jika PLTS mengalami kerusakan.

“Dana saving selama 5 bulan ini sudah sekitar Rp 20 juta,” pungkasnya. (app2)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .