MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 07 Mei 2018 11:42
Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual
BUTUH SOLUSI: Sejumlah petani di Kecamatan Talisayan, meminta solusi pemasaran dan harga jual yang sesuai keinginan petani.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi kebutuhan petani untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Salah satunya, akses jalan usah tani.

Ditambah lagi, Pemkab Berau melalui intansi terkait telah memberikan bantuan pendukung seperti bibit, pupuk, dan sarana penunjang lainnya untuk tercapainya hal tersebut. Namun itu, bukanlah jawaban.

Dikatakan Kepala Kampung Sumber Mulya, Samijo yang menjadi dilema petani di Kecamatan Talisayan, bukanlah masalah fasilitas maupun sarana penunjang. Tetapi sulitnya memasarkan hasil produksi, pun ada tengkulak maupun calon pembeli, hasil produksi petani dihargai sangat rendah. Khususnya tanaman palawija.

“Fasilitas memang belum seluruhnya terpenuhi. Tapi itu bukan masalah utama. Memang lebih kepada pemasaran dan harga jual rendah,” kata Samijo kepada Berau Post, belum lama ini.

Lanjutnya, kendala yang harus dihadapi petani di daerahnya, dapat berdampak pada berkurangnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sejumlah potensi pertanian di daerahnya. Seperti jagung dan padi yang paling mendominasi dikembangkan petani di Kampung Sumber Mulya.

Selain kurangnya semangat dan partisipasi petani, hal ini perlahan akan mengancam keberlangsungan sektor pertanian di daerahnya. Sebab, petani akan mencari tanaman yang lebih menguntungkan atau mampu menopang nilai ekonomis mereka. Salah satunya kelapa sawit.

 

“Namanya petani bergantungkan perekonomian dari bercocok tanam mereka. Kesimpulannya, petani pasti mencari hasil yang jelas untuk menopang kehidupan sehari-harinya,” terangnya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Kampung Tunggal Bumi, Mugiono. Ia mengatakan, sulitnya pemasaran dan harga yang tidak sesuai keinginan petani akan berdampak pada berkurangnya produktivitas petani dalam pengembang tanaman palawija. Otomatis, secara perlahan masyarakat akan beralih dan bergantungan kepada komoditas yang mampu menghasilkan nilai ekonomis.

“Tidak dipungkiri kondisi ini akan terjadi, bila tuntutan mereka selama ini tak mendapatkan solusi. Karena, ini tidak hanya terjadi di kampung kami (Tinggal Bumi, Red) saja. Tapi, hampir seluruhan di wilayah pesisir ini,”ujarnya.

Dirinya juga meyakini, jika tidak segera ada penanganan mengenai keluhan para petani, pesisir tidak lagi dikenal pengembang palawija. Namun dikuasai lada dan kelapa sawit yang kini mendominasi dari segi harga dan pemasaran.

“Jadi, setiap melintasi jalan poros pesisir, yang terlihat hanyalah hamparan pepohonan kelapa sawit dan lada bukan lagi persawahan maupun tanaman palawija lainnya,” terangnya.

Jadi, dirinya berharap kesulitan petani segera mendapatkan solusi dari Pemkab Berau melalui instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak). Karena, dampak terbesar jika tidak ditangani segera, program pemerintah daerah mengenai ketahanan pangan tak akan tercapai.

“Tidak hanya pemerintah daerah. Kami juga akan berupaya mencarikan pemasaran yang jelas dan harga sesuai keinginan petani,” tuturnya.

“Kalau ada investor pertanian yang dapat menjawab keluhan dan dapat mensejahterakan petani maupun kampung, pintu gerbang terbuka lebar untuk mereka,“ pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:02

Bensin Eceran Kembali Rp 10 Ribu Per Botol

TALISAYAN - Sempat turun menjadi Rp 8.000 per botol, harga bensin eceran di Kampung Talisayan, naik…

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .