MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 07 Mei 2018 11:42
Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual
BUTUH SOLUSI: Sejumlah petani di Kecamatan Talisayan, meminta solusi pemasaran dan harga jual yang sesuai keinginan petani.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi kebutuhan petani untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Salah satunya, akses jalan usah tani.

Ditambah lagi, Pemkab Berau melalui intansi terkait telah memberikan bantuan pendukung seperti bibit, pupuk, dan sarana penunjang lainnya untuk tercapainya hal tersebut. Namun itu, bukanlah jawaban.

Dikatakan Kepala Kampung Sumber Mulya, Samijo yang menjadi dilema petani di Kecamatan Talisayan, bukanlah masalah fasilitas maupun sarana penunjang. Tetapi sulitnya memasarkan hasil produksi, pun ada tengkulak maupun calon pembeli, hasil produksi petani dihargai sangat rendah. Khususnya tanaman palawija.

“Fasilitas memang belum seluruhnya terpenuhi. Tapi itu bukan masalah utama. Memang lebih kepada pemasaran dan harga jual rendah,” kata Samijo kepada Berau Post, belum lama ini.

Lanjutnya, kendala yang harus dihadapi petani di daerahnya, dapat berdampak pada berkurangnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sejumlah potensi pertanian di daerahnya. Seperti jagung dan padi yang paling mendominasi dikembangkan petani di Kampung Sumber Mulya.

Selain kurangnya semangat dan partisipasi petani, hal ini perlahan akan mengancam keberlangsungan sektor pertanian di daerahnya. Sebab, petani akan mencari tanaman yang lebih menguntungkan atau mampu menopang nilai ekonomis mereka. Salah satunya kelapa sawit.

 

“Namanya petani bergantungkan perekonomian dari bercocok tanam mereka. Kesimpulannya, petani pasti mencari hasil yang jelas untuk menopang kehidupan sehari-harinya,” terangnya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Kampung Tunggal Bumi, Mugiono. Ia mengatakan, sulitnya pemasaran dan harga yang tidak sesuai keinginan petani akan berdampak pada berkurangnya produktivitas petani dalam pengembang tanaman palawija. Otomatis, secara perlahan masyarakat akan beralih dan bergantungan kepada komoditas yang mampu menghasilkan nilai ekonomis.

“Tidak dipungkiri kondisi ini akan terjadi, bila tuntutan mereka selama ini tak mendapatkan solusi. Karena, ini tidak hanya terjadi di kampung kami (Tinggal Bumi, Red) saja. Tapi, hampir seluruhan di wilayah pesisir ini,”ujarnya.

Dirinya juga meyakini, jika tidak segera ada penanganan mengenai keluhan para petani, pesisir tidak lagi dikenal pengembang palawija. Namun dikuasai lada dan kelapa sawit yang kini mendominasi dari segi harga dan pemasaran.

“Jadi, setiap melintasi jalan poros pesisir, yang terlihat hanyalah hamparan pepohonan kelapa sawit dan lada bukan lagi persawahan maupun tanaman palawija lainnya,” terangnya.

Jadi, dirinya berharap kesulitan petani segera mendapatkan solusi dari Pemkab Berau melalui instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak). Karena, dampak terbesar jika tidak ditangani segera, program pemerintah daerah mengenai ketahanan pangan tak akan tercapai.

“Tidak hanya pemerintah daerah. Kami juga akan berupaya mencarikan pemasaran yang jelas dan harga sesuai keinginan petani,” tuturnya.

“Kalau ada investor pertanian yang dapat menjawab keluhan dan dapat mensejahterakan petani maupun kampung, pintu gerbang terbuka lebar untuk mereka,“ pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Selasa, 08 Mei 2018 00:19

Buat Standarisasi Tambak Udang

TANJUNG REDEB – Kualitas budidaya perikanan di Kabupaten Berau terus ditingkatkan. Salah satunya…

Selasa, 08 Mei 2018 00:17

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Turun

TANJUNG REDEB - Menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran terpantau belum mengalami…

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .