MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 07 Mei 2018 11:42
Petani Dilema, Pemasaran Sulit dan Rendahnya Harga Jual
BUTUH SOLUSI: Sejumlah petani di Kecamatan Talisayan, meminta solusi pemasaran dan harga jual yang sesuai keinginan petani.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kampung di Kecamatan Talisayan, dalam memenuhi kebutuhan petani untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Salah satunya, akses jalan usah tani.

Ditambah lagi, Pemkab Berau melalui intansi terkait telah memberikan bantuan pendukung seperti bibit, pupuk, dan sarana penunjang lainnya untuk tercapainya hal tersebut. Namun itu, bukanlah jawaban.

Dikatakan Kepala Kampung Sumber Mulya, Samijo yang menjadi dilema petani di Kecamatan Talisayan, bukanlah masalah fasilitas maupun sarana penunjang. Tetapi sulitnya memasarkan hasil produksi, pun ada tengkulak maupun calon pembeli, hasil produksi petani dihargai sangat rendah. Khususnya tanaman palawija.

“Fasilitas memang belum seluruhnya terpenuhi. Tapi itu bukan masalah utama. Memang lebih kepada pemasaran dan harga jual rendah,” kata Samijo kepada Berau Post, belum lama ini.

Lanjutnya, kendala yang harus dihadapi petani di daerahnya, dapat berdampak pada berkurangnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sejumlah potensi pertanian di daerahnya. Seperti jagung dan padi yang paling mendominasi dikembangkan petani di Kampung Sumber Mulya.

Selain kurangnya semangat dan partisipasi petani, hal ini perlahan akan mengancam keberlangsungan sektor pertanian di daerahnya. Sebab, petani akan mencari tanaman yang lebih menguntungkan atau mampu menopang nilai ekonomis mereka. Salah satunya kelapa sawit.

 

“Namanya petani bergantungkan perekonomian dari bercocok tanam mereka. Kesimpulannya, petani pasti mencari hasil yang jelas untuk menopang kehidupan sehari-harinya,” terangnya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Kampung Tunggal Bumi, Mugiono. Ia mengatakan, sulitnya pemasaran dan harga yang tidak sesuai keinginan petani akan berdampak pada berkurangnya produktivitas petani dalam pengembang tanaman palawija. Otomatis, secara perlahan masyarakat akan beralih dan bergantungan kepada komoditas yang mampu menghasilkan nilai ekonomis.

“Tidak dipungkiri kondisi ini akan terjadi, bila tuntutan mereka selama ini tak mendapatkan solusi. Karena, ini tidak hanya terjadi di kampung kami (Tinggal Bumi, Red) saja. Tapi, hampir seluruhan di wilayah pesisir ini,”ujarnya.

Dirinya juga meyakini, jika tidak segera ada penanganan mengenai keluhan para petani, pesisir tidak lagi dikenal pengembang palawija. Namun dikuasai lada dan kelapa sawit yang kini mendominasi dari segi harga dan pemasaran.

“Jadi, setiap melintasi jalan poros pesisir, yang terlihat hanyalah hamparan pepohonan kelapa sawit dan lada bukan lagi persawahan maupun tanaman palawija lainnya,” terangnya.

Jadi, dirinya berharap kesulitan petani segera mendapatkan solusi dari Pemkab Berau melalui instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak). Karena, dampak terbesar jika tidak ditangani segera, program pemerintah daerah mengenai ketahanan pangan tak akan tercapai.

“Tidak hanya pemerintah daerah. Kami juga akan berupaya mencarikan pemasaran yang jelas dan harga sesuai keinginan petani,” tuturnya.

“Kalau ada investor pertanian yang dapat menjawab keluhan dan dapat mensejahterakan petani maupun kampung, pintu gerbang terbuka lebar untuk mereka,“ pungkasnya. (jun/app)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Juli 2018 00:13

Omzet hingga Rp 15 Juta

TANJUNG REDEB – Para pedagang musiman yang menjajakan bendera dan umbul-umbul, mulai bermunculan…

Sabtu, 28 Juli 2018 00:11

Tiap Kampung Diminta Membangun Pasar

TALISAYAN – Camat Talisayan David Pamuji, meminta seluruh aparat kampung di wilayahnya, bisa melakukan…

Jumat, 27 Juli 2018 14:25

Majukan Ekonomi Masyarakat, Bakal Bangun Pasar

TALISAYAN - Kepala Kampung Talisayan, Yamsir akan berupaya meningkatkan perekonomian warga di wilayahnya,…

Rabu, 25 Juli 2018 13:16

Biatan Ilir Bakal Punya Produk Beras Lokal

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, terus berinovasi dalam menghidupkan perekonomian masyarakat,…

Selasa, 24 Juli 2018 13:55

Penyakit Kuning Serang Lada Petani

BATU PUTIH – Belum usai polemik rendahnya harga jual lada, sejumlah petani budidaya lada di Kecamatan…

Kamis, 19 Juli 2018 01:33

Tak Ada Batasan Penentuan Bunga Koperasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperingdakop) Kabupaten Berau,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:28

PUSINGGG..!! Turun Lagi, Harga Sawit Cuma Rp 890 Per Kg

BATU PUTIH - Mulai mengeluh. Mungkin kondisi itu kini dirasakan sejumlah petani sawit di wilayah Kecamatan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:10

Beras dan Rokok, Penyumbang Kemiskinan Kaltim dan Kaltara

KOMODITAS beras dan rokok, menjadi penyumbang  terbesar tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan…

Senin, 09 Juli 2018 11:41

Dua Kampung Sentra Ternak Kambing di Berau

TANJUNG REDEB - Sentra peternakan kambing di Kabupaten Berau berada di Kecamatan Biatan dan Batu Putih,…

Minggu, 08 Juli 2018 00:17

Peternak Diminta Perhatikan Aturan Kandang

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) akui ada peternak hewan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .