MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 08 Mei 2018 00:29
Pelayanan Kesehatan Bakal Membaik

Ketua DPRD Sambut Positif Rencana Pertamina Bangun Rumah Sakit

Syarifatul Syadiah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sambutan positif terkait rencana PT Pertamina membangun rumah sakit di Bumi Batiwakkal, datang dari legislatif.

Ditegaskan Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, Kabupaten Berau memang sudah membutuhkan rumah sakit baru, di tengah banyaknya keluhan masyarakat terhadap kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai selama ini, khususnya terkait minimnya jumlah ruang perawatan. 

“Saya secara pribadi dan tentunya teman-teman di DPRD insyallah setuju dan sangat mendukung rencana pembangunan rumah sakit oleh Pertamina. Kami ingin seluruh masyarakat bisa terlayani kesehatannya sebaik mungkin," ujarnya kepada Berau Post kemarin (7/5).

Dijelaskannya, rencana Pertamina membangun rumah sakit di Berau, seperti membantu pemkab merealisasikan rencana pembangunan rumah sakit baru yang dicanangkan sejak beberapa tahun lalu. Ya, selain kondisi keuangan daerah yang masih terbatas hingga saat ini, persoalan lahan juga menjadi masalah yang belum terselesaikan sehingga Pemkab Berau belum merealisasikan pembangunan rumah sakit baru.

“Walau sudah ada dana sekitar Rp 5 miliar yang dikucurkan untuk perencanaan, tapi mau bagaimana lagi. Sekarang kita bicara yang ada di depan mata, enggak usah flashback demi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar perempuan yang akrab disapa Sari.

Selain mendukung rencana pembangunan rumah sakit oleh Pertamina, politikus Partai Golkar ini juga meminta Pemkab Berau merealisasikan rencana pembangunan Rumah Sehat. Seperti diketahui, Pemkab Berau bersama Berau Coal dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau, sudah meneken memorandum of understanding (MoU) untuk membangun Rumah Sehat sejak tahun lalu. 

Pembangunannya juga tidak membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, karena ditanggung PT Berau Coal untuk pembangunan fisiknya, dan pihak Baznas Berau yang akan menjalankan operasionalnya.

“Ini bakalan sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu agar bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik, yang selama ini tidak bisa menjangkau pelayanan di rumah sakit,” jelasnya.

Menurutnya, semakin banyak fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Batiwakkal, semakin baik untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya, ujar dia, akan muncul persaingan sehat dalam pemberian layanan kesehatan dan masyarakat punya pilihan dalam menggunakan fasilitas kesehatan.

“Masyarakat tidak harus dirujuk ke luar daerah lagi karena sudah ada tempat pelayanan kesehatan yang representatif di Berau. Jadi kami minta segera saja ditentukan lahannya (lokasi pembangunan rumah sakit, red) supaya bisa segera dilaksanakan. Apalagi ini memang tidak membebani APBD," pungkasnya.

Kemarin diberitakan, manajemen Rumah Sakit Pertamina menunjukkan keseriusannya untuk membangun rumah sakit di Bumi Batiwakkal.

Pada Minggu (6/5), manajemen Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dipimpin Direktur Utama RSPB Syamsul Bahri, melakukan survei kelayakan lokasi rencana pembangunan rumah sakit. Walau tak merinci lokasi mana saja yang disurvei, Syamsul yang didampingi Wakil Direktur Medik MN Khairuddin dan Wakil Direktur Keuangan Sihono, menyebut ada tujuh lokasi yang ditinjau.

Ditemui di salah satu rumah makan di Jalan AKB Sanipah II, Syamsul mengaku tak mau buang-buang waktu untuk memantapkan rencana pembangunan rumah sakit di Berau. Menurutnya, dari tujuh lokasi yang disurvei, seluruhnya dinilai layak untuk pembangunan rumah sakit. Tentu dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tapi, untuk menentukan lokasi pembangunannya nanti, pihaknya menyerahkan keputusan tersebut kepada tim dari Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta. “Yang pasti, masukan atau usulan dari pemerintah daerah akan jadi pertimbangan tim untuk menentukan lokasinya nanti,” katanya.

Dijelaskannya, ada beberapa hal mendasar yang harus dipenuhi sebelum menentukan lokasi pembangunan sebuah rumah sakit. Seperti luasan lahan, akses, hingga mempertimbangkan rencana pengembangan pembangunan yang dicanangkan pemerintah daerah.

“Sementara masih disiapkan analisisnya, insyallah dalam waktu dekat kita sudah mulai,” katanya.

Syamsul memberi bocoran, rencananya rumah sakit yang akan dibangun dengan tipe C dengan kapasitas sekitar 200 tempat tidur. Walau bertipe C, tapi pelayanan maupun fasilitas yang akan disediakan, dipastikan tidak kalah dengan rumah sakit bertipe B.

Pemilihan tipe C juga bukan tanpa alasan. Sebab, pembangunan rumah sakit yang nantinya, untuk melayani masyarakat yang menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, regulasi penggunaan BPJS Kesehatan mengharuskan pasien untuk berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) tipe C. 

“Sesuai regulasinya, peserta BPJS harus dirawat di rumah sakit tipe C, tidak bisa langsung ke tipe B. Namun jika layanan penanganan kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit tipe C, baru dirujuk ke tipe B. Tidak bisa langsung,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) rumah sakit nantinya, pihaknya berkomitmen memanfaatkan SDM lokal. “Tentu akan ada pelatihan dari kami (Pertamina) supaya tenaga kesehatannya nanti bisa memenuhi standar yang ada di Pertamina,” terang Syamsul. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:09

Lagi, Kibarkan Bendera di Laut Maratua

MARATUA – Pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Maratua, kembali dilaksanakan Berau Jurnalis…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:12

Sosialisasi DCS “Hanya” di Perkotaan

TALISAYAN – Tahapan pemilihan legislatif sudah masuk penetapan daftar caleg sementara. Namun DCS…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:06

Upacara Diwarnai Putusnya Tali Bendera

TANJUNG REDEB – Ada kejadian tak terduga pada upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-73…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:04

Auditor Bantah Ada Kongkalikong

SALAH satu auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Tenni Ginting, menegaskan jika pihaknya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:02

Gara-Gara Ini, Kepala Kampung Biatan Ulu Dipolisikan

BIATAN - Diduga menerbitkan izin garapan di hutan lindung, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .