MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 10 Mei 2018 13:53
Petani Lada Renungi Nasib
MASIH RENDAH: Petani di Kecamatan Biatan mengeluh harga lada tak sesuai biaya perawatan yang dikeluarkan.

PROKAL.CO, BIATAN – Petani komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, terutama yang berada di Kecamatan Biatan hanya bisa pasrah dan merenungi nasib di tengah anjloknya harga dalam dua tahun terakhir.

Harga lada yang kini bertahan diangka Rp 55 ribu per kilogramnya (kg) tak sebanding biaya operasional yang dikeluarkan. Hal itu diutarakan Lukman, petani lada Kecamatan Biatan. Ia menilai, pemerintah kurang memberikan perhatian dalam menuntaskan polemik di kalangan petani lada saat ini.

Pasalnya, penurunan harga lada mulai tidak stabil sejak tahun 2016. Saat itu, harga lada masih berkisar Rp 110-125 ribu per kg. Namun, puncak penurunan harga terus terjadi di tahun 2017.

“Hingga akhirnya harga hanya Rp 55 ribu per kg. Nominal itu tidaklah wajar dan membuat kami merugi,”katanya kepada Berau Post, Rabu (9/5).

Ketidakwajaran itu, jelas dia, antara nilai jual di tingkat petani tak sebanding  dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Baik untuk biaya  perawatan tanaman, maupun mengupah pekerja.“Sangat tidak sebanding biaya masuk dan dikeluarkan, ” ungkapnya.

Meskipun harga anjlok, dirinya tetap menjual hasil panennya dengan harga rendah. Karena itulah satu-satunya sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

”Kalau yang memiliki kerja sampingan enak saja. Mereka simpan sampai harga kembali membaik,”tuturnya,

“Kewalahan saat ini. Apalagi anak saya kuliah dan membutuhkan biaya ekstra. Tapi harga lada malah hancur begini,”tambahnya.

 

Manyyur, petani lainnya yang mengatakan hal senada. Namun, dirinya lebih memilih untuk menyimpan hasil panen ladanya, ketimbang dengan menjual harga rendah.

“Lebih baik disimpan jika harga masih sekitar Rp 55 ribu per kg. Kalau dijual seharga itu, jika dihitung-hitung biaya yang keluar sama saja kami yang merugi,”ujarnya.

Dirinya juga tidak mengetahui terkait anjloknya harga yang kini menghantui petani lada.” Bagaimana mau tahu penyebabnya, pemerintah aja belum ada menemui kami untuk menjelaskan hal ini. jangan-jangan mereka juga tidak tahu,”kesalnya.

Dia juga berharap ada langkah sigap menyikapi anjloknya harga lada saat ini. Setidaknya solusi. Karena, persoalan ini sudah terjadi sejak lama dan menyangkut mata pencaharian masyarakat yang bergerak di sektor tersebut.(jun/app)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*