MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 15 Mei 2018 12:13
Penderita Gangguan Jiwa Harus Diobati
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengimbau kepada masyarakat Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau yang memiliki keluarga penderita gangguan jiwa agar segera diobati.

Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto mengatakan, meskipun gangguan jiwa bukan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Namun, gangguan jiwa merupakan penyebab utama disibilitas atau keterbatas diri pada kelompok usia paling produktif yakni 15-44 tahun.

“Anjuran penderita gangguan jiwa yang diobati ini sebenarnya juga terdapat di dalam 12 indikator keluarga sehat, tepatnya di kategori perilaku sehat,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, terapi bagi penderita gangguan jiwa bukan hanya pemberian obat dan rehabilitasi medik. Tapi diperlukan peran keluarga dan masyarakat dibutuhkan guna resosialisasi serta pencegahan kekambuhan.

“Ada lima cara untuk menangani keluarga yang menderita gangguan jiwa, yakni Psikofarmakologi, Psikoterapi, Terapi Psikososial, Terapi Psikoreligius dan rehabilitasi,” ucapnya.

Untuk psikofarmakologi, penanganannya dengan memberikan terapi obat-obatan yang akan ditunjukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis dapat dihilangkan. “Kalau untuk terapi psikososial, maksudnya adalah agar penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri serta tidak tergantung pada orang lain. Namun, terapi ini masih mewajibkan penderita mengonsumsi obat psikofarmaka,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan untuk program rehabilitasi sangatlahpenting dilakukan sebagai persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat dengan menempatkan penderita di lembaga rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa. “Pada umumnya program rehabilitasi ini berlangsung antara 3-6 bulan dengan secara berkala, dan dilakukan evaluasi paling sedikit dua kali yaitu evaluasi sebelum penderita mengikuti program rehabilitasi dan evaluasi pada saat penderita akan dikembalikan ke keluarga,” pungkasnya. (*/oke/app) 


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:34

Sisi Laut Rampung, Darat Masih Finishing

TANJUNG REDEB - Progres pekerjaan dermaga speedboat di depan Taman…

Rabu, 23 Januari 2019 12:32

2018, KUPP Berau Setor PNBP Rp 72 Miliar

TANJUNG REDEB – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditarik…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Penderita DBD di Batu Putih Bertambah

BATU PUTIH – Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Kampung Biatan Ilir Usulkan Pasar

TALISAYAN – Pacu geliat ekonomi masayarakat Kepala Kampung Biatan Ilir,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:29

Pantau Anak Akses Internet

TALISAYAN-Teknologi informasi khususnya Internet saat ini bagai pisau bermata dua.…

Rabu, 23 Januari 2019 12:28

Edarkan di Segah, Diringkus di Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB – Polisi kembali berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis…

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*