MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 15 Mei 2018 12:13
Penderita Gangguan Jiwa Harus Diobati
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengimbau kepada masyarakat Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau yang memiliki keluarga penderita gangguan jiwa agar segera diobati.

Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto mengatakan, meskipun gangguan jiwa bukan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Namun, gangguan jiwa merupakan penyebab utama disibilitas atau keterbatas diri pada kelompok usia paling produktif yakni 15-44 tahun.

“Anjuran penderita gangguan jiwa yang diobati ini sebenarnya juga terdapat di dalam 12 indikator keluarga sehat, tepatnya di kategori perilaku sehat,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, terapi bagi penderita gangguan jiwa bukan hanya pemberian obat dan rehabilitasi medik. Tapi diperlukan peran keluarga dan masyarakat dibutuhkan guna resosialisasi serta pencegahan kekambuhan.

“Ada lima cara untuk menangani keluarga yang menderita gangguan jiwa, yakni Psikofarmakologi, Psikoterapi, Terapi Psikososial, Terapi Psikoreligius dan rehabilitasi,” ucapnya.

Untuk psikofarmakologi, penanganannya dengan memberikan terapi obat-obatan yang akan ditunjukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis dapat dihilangkan. “Kalau untuk terapi psikososial, maksudnya adalah agar penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri serta tidak tergantung pada orang lain. Namun, terapi ini masih mewajibkan penderita mengonsumsi obat psikofarmaka,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan untuk program rehabilitasi sangatlahpenting dilakukan sebagai persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat dengan menempatkan penderita di lembaga rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa. “Pada umumnya program rehabilitasi ini berlangsung antara 3-6 bulan dengan secara berkala, dan dilakukan evaluasi paling sedikit dua kali yaitu evaluasi sebelum penderita mengikuti program rehabilitasi dan evaluasi pada saat penderita akan dikembalikan ke keluarga,” pungkasnya. (*/oke/app) 


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 13:23

Warga Sukan Poles Jembatan Parit Lima

TANJUNG REDEB – Sembari menunggu pembangunan jembatan yang diwacanakan Dinas…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:29

Dispora Khawatir Hasilnya Tak Maksimal

TANJUNG REDEB – Akan menjadi salah satu venue untuk pelaksanaan…

Jumat, 17 Mei 2019 14:40

Bupati Restui Opsi Tukar Guling Rutan

TANJUNG REDEB – Rencana tukar guling Rumah Tahanan (Rutan) Klas…

Jumat, 17 Mei 2019 14:37

BERSIAPLAH..!! Bulan Juni, Berau Sudah Masuk Kemarau

TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Kamis, 16 Mei 2019 13:21

Jelang Sahur, 7 Pengendara Kena Tilang

TANJUNG REDEB – Tak memenuhi ketentuan berkendara, tujuh peserta Sahur…

Kamis, 16 Mei 2019 13:18

Pelayanan Ibu dan Anak Dikembalikan ke RSUD

TANJUNG REDEB - Penutupan klinik ibu dan anak Rumah Sakit…

Rabu, 15 Mei 2019 17:09

470 Warga Binaan Diusulkan Dapat Remisi

TANJUNG REDEB – Jelang perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah, Rumah…

Rabu, 15 Mei 2019 17:01

Emak-Emak Jual Miras, Ya Ditangkap..!!

TANJUNG REDEB – Tindakan tegas Polres Berau menamankan penjual minuman…

Rabu, 15 Mei 2019 17:00

Curi BBM, Karyawan Dilaporkan oleh Atasan Sendiri

BATU PUTIH – Polisi amankan Guntur Pandu Wiguna (25) karyawan…

Selasa, 14 Mei 2019 14:06

Tak Sesuai, Langsung Laporkan

TANJUNG REDEB – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimatan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*