MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 15 Mei 2018 12:13
Penderita Gangguan Jiwa Harus Diobati
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengimbau kepada masyarakat Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau yang memiliki keluarga penderita gangguan jiwa agar segera diobati.

Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto mengatakan, meskipun gangguan jiwa bukan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Namun, gangguan jiwa merupakan penyebab utama disibilitas atau keterbatas diri pada kelompok usia paling produktif yakni 15-44 tahun.

“Anjuran penderita gangguan jiwa yang diobati ini sebenarnya juga terdapat di dalam 12 indikator keluarga sehat, tepatnya di kategori perilaku sehat,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, terapi bagi penderita gangguan jiwa bukan hanya pemberian obat dan rehabilitasi medik. Tapi diperlukan peran keluarga dan masyarakat dibutuhkan guna resosialisasi serta pencegahan kekambuhan.

“Ada lima cara untuk menangani keluarga yang menderita gangguan jiwa, yakni Psikofarmakologi, Psikoterapi, Terapi Psikososial, Terapi Psikoreligius dan rehabilitasi,” ucapnya.

Untuk psikofarmakologi, penanganannya dengan memberikan terapi obat-obatan yang akan ditunjukan pada gangguan fungsi neuro-transmitter sehingga gejala-gejala klinis dapat dihilangkan. “Kalau untuk terapi psikososial, maksudnya adalah agar penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri serta tidak tergantung pada orang lain. Namun, terapi ini masih mewajibkan penderita mengonsumsi obat psikofarmaka,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan untuk program rehabilitasi sangatlahpenting dilakukan sebagai persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat dengan menempatkan penderita di lembaga rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa. “Pada umumnya program rehabilitasi ini berlangsung antara 3-6 bulan dengan secara berkala, dan dilakukan evaluasi paling sedikit dua kali yaitu evaluasi sebelum penderita mengikuti program rehabilitasi dan evaluasi pada saat penderita akan dikembalikan ke keluarga,” pungkasnya. (*/oke/app) 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:41

PDAM Tak Dilibatkan

TANJUNG REDEB - Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Polisi Minta Senpi Rakitan Diserahkan

TALISAYAN - Masih banyaknya penggunaan senjata api (senpi) rakitan oleh masyarakat sebagai alat berburu,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Masyarakat Banyak yang Tertipu

BIDUKBIDUK - Beredar kabar bahwa warga Sulawesi Tengah yang mengungsi ke Kecamatan Bidukbiduk bersedia…

Senin, 22 Oktober 2018 13:36

Bakal Ada Pos Brimob di Berau

TANJUNG REDEB – Pos Brimob diwacanakan ada di Bumi Batiwakkal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:35

Jaga Kamtibmas, Bijak Gunakan Medsos

TANJUNG REDEB – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau, mengimbau masyarakat, untuk terus…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:05

Rata-Rata Menyisakan Antardua Kampung

TANJUNG REDEB – Persoalan tapal batas antarkampung terus diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:09

Kampung Transmigrasi Belum Terlayani Jaringan Telekomunikasi

TALISAYAN - Tiga kampung yang berada di wilayah Talisayan, hingga kini masih miskin sinyal. Kampung…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:08

Kebutuhan Damkar Mendesak

TALISAYAN – Kebakaran yang terjadi di wilayah RT 6 Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, menghanguskan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:07

Berantas Judi dan Miras

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen memberantas perjudian dan peredaran minuman…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:06

Maluang Layak Jadi Contoh bagi Desa Se-Kaltim

TANJUNG REDEB - Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, menjadi perwakilan Kaltim yang tampil di Temu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .