MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 00:25
Diduga Hendak Mengebom Ikan, Polisi Tahan Juragan Kapal
PERUSAK BIOTA: Para terduga pelaku pengeboman ikan beserta barang bukti yang diamankan petugas.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan diduga masih terjadi di Bumi Batiwakkal. Pasalnya, personel Markas Unit Patroli Berau, berhasil mengamankan terduga pengebom ikan berinisial TS (35), beserta peralatan peledak dan pelakunya. Warga Pulau Derawan tersebut diamankan di Perairan Tanjung Batu, Sabtu (12/5) lalu.

Dir Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Omad, melalui Kepala Markas Unit Patroli Berau, Brigpol Carolus Wato mengungkapkan, diamankannya TS bermula ketika pihaknya melakukan patroli di perairan Tanjung Batu sekitar pukul 11.00 Wita pada Sabtu (12/5). Kemudian melihat sebuah kapal sandar di dekat pondok tanpa penghuni.

Karena mencurigakan, petugas mendatangi kapal tersebut, dan bertemu dengan pemilik atau juragan kapal yakni TS, beserta empat anak buah kapalnya. Saat dilakukan pemeriksaan di kapal, petugas menemukan kompresor dan alat pendukung selam lainnya seperti snorkle, regulator, fins dan masker. Selain itu, di dalam pondok ditemukan 8 botol berisi bahan peledak dan 1 jeriken berisi 4 liter bahan peledak yang diduga untuk melakukan pengeboman ikan.

“Jadi selain kapal, pondok tempat mereka sandar juga kami geledah dan hasilnya kami temukan bahan peledak,” ujarnya.

Lanjut Carolus, ketika diinterogasi, para pelaku membantah akan melakukan pengeboman ikan di laut. Namun, pihaknya tak percaya begitu saja, apalagi para pelaku pengebom ikan saat ini banyak menggunakan modus baru, guna mengelabui petugas.

“Setelah diamankan, para pelaku kami bawa ke markas Polairud di Merancang, Gunung Tabur, untuk diproses. Dan saat ini pelaku berinisial TS sudah ditahan di ruang tahanan Mapolres Berau,” jelasnya.

Juragan kapal, TS diduga telah melanggar Pasal 85 jo Pasal 9 UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dan/atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman penjara 15  sampai 20 tahun.

“Untuk kasus ini kami proses lebih lanjut dan masyarakat tetap diimbau agar sadar serta berperan bersama petugas untuk mencegah para pelaku penangkapan ikan dengan alat yang merusak lingkungan,” pungkasnya. (app/udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 00:13

4,409 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali…

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*