MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 16 Mei 2018 00:51
Islam Melawan Terorisme
Oleh: Yusuf, S.Pd.I, M.Pd

PROKAL.CO, JAGAT media kembali memberitakan aksi terorisme. Menurut keterangan juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, ledakan bom di gereja Surabaya berada di tiga lokasi. Ledakan terjadi dalam interval tiga hingga lima menit. Adapun lokasi ledakan itu terjadi di Gereja Kristen Indonesia jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya nomor 1 Baratajaya, Kecamatan Gubeng dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno Surabaya.

Ledakan di Gereja Katolik Santa Maria di Ngagel Madya diduga dilakukan dengan aksi bom bunuh diri menggunakan sepeda motor.

Apa motifnya? Apa latar belakang pelakunya? Banyak argumen dan akan banyak spekulasi yang muncul. Oleh karena itu, aparat keamanan harus segera mengusut pelaku dan otak di balik tindakan keji tersebut agar semua spekulasi segera terjawab. Dan yang jelas, tidak tepat bila mengaitkannya dengan ajaran Agama Islam.

Mengapa tidak tepat? Karena Islam secara pasti mengajarkan kepada umat Islam untuk menghormati ibadah dan tempat ibadah agama lain. Islam melarang mengganggu apalagi merusak dan membunuh orang.

Kita juga jangan mudah termakan berbagai isu dan spekulasi, termasuk mengaitkan tindakan itu dengan perjuangan untuk tegaknya Syariah Islam. Karena Islam sangat menentang dan melawan terorisme.

Apa buktinya? Bukti pertama, Islam adalah agama mulia dan menjunjung tinggi nilai kemuliaan. Oleh karena itu, jika ada orang atau sekelompok orang yang menginginkan tegaknya Islam dan ‘izzul Islam wal muslimin, pasti perjuangannya adalah perjuangan yang mulia dan tidak akan mungkin menggunakan cara-cara tidak mulia yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Bukti kedua, andaikan Islam memang mengajarkan aksi teror, pasti semua umat Islam akan melakukan aksi teror di mana-mana. Hancurlah negeri ini. Tapi, pada kenyataannya tidak seperti itu.

Dalam Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI), teror diartikan sebagai usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan, sementara terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan atau praktik tindakan teror. Kata terorisme diambil dari bahasa Perancis yakni terrorisme yang asalnya dari bahasa latin terror (ketakutan luar biasa atau perasaan ngeri) yang dihubungkan dengan kata kerja dalam bahasa latin terrere yang artinya membuat ketakutan.

Kata terrorism pertama kali terekam dalam kamus bahasa Inggris tahun 1798 dalam arti penggunaan teror secara sistematis sebagai sebuah kebijakan politik. Kamus oxford mengartikan terrorism sebagai penggunaan kekerasan dan intimidasi secara tidak sah atau tanpa wewenang untuk meraih tujuan-tujuan politik. Sedangkan dalam kamus Merriam-Webster mengartikan terrorism adalah penggunaan teror secara sistematis sebagai alat paksaan.

Aksi terorisme adalah aksi kekerasan, kekerasan dalam KBBI didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Dalam bahasa Arab, kekerasan disebut dengan “Al ‘Unf”yang merupakan lawan kata (antonim) dari “Al Rifq” (lemah lembut dan kasih sayang).

Dalam khazanah Islam, istilah terorisme belum ditemukan dalam pembahasan para ulama terdahulu. Terorisme adalah istilah baru yang berawal dari Eropa dan muncul pada masa revolusi Prancis yang memunculkan tatanan sekuler demokrasi. Majma’ Al Lughah Al ‘Arabiyah (Akademi Bahasa Arab) di Kairo lah yang kemudian menetapkan penggunaan kata “Al Irhab” sebagai terjemahan kata terorisme di dalam bahasa Arab, dalam sifatnya sebagai istilah kontemporer. Bentuk dasarnya adalah kata rahiba yang bermakna Khaafa (takut).

Majma’ Al Lughah menjelaskan bahwa teroris adalah sifat yang dikenakan pada orang-orang yang menempuh jalan kekerasan untuk merealisasi tujuan-tujuan politik mereka. Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman berat supaya tindakan tersebut tidak berulang, juga untuk menjaga keamanan dan kehormatan orang lain. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Islam sangat menentang tindakan teror dan kekerasan.

Hal ini telah diberitakan dalam Al Qur’an Surah Al Maaidah ayat 32 dan 33.

Dalam hadis juga disebutkan pelarangan tindak kekerasan dan teror tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW, “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Dan pada hadis, “Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya bukan ajaran Islam dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaknya. (HR. Tirmidzi).

Dari definisi dan dalil di atas, jelaslah bahwa tidak masuk akal bila Islam dikaitkan dengan terorisme. Selain itu, definisi dan dalil-dalil di atas membuktikan bahwa aksi-aksi teror yang terjadi bukan dari Islam, bukan karena Islam dan bukan untuk kepentingan Islam. Serta sungguh keliru bila mengaitkan teror ini dengan perjuangan Islam, dengan jihad, apalagi mengaitkan dengan Syariah Islam.

Darimana orang-orang mengaitkan terorisme dengan ajaran Islam? Bisa saja dari ketidakpahaman atau kesalahpahaman. Bisa jadi juga karena kebencian terhadap Islam dan umatnya, ingin menyudutkan pejuang Islam atau ada kepentingan politik tertentu. Wallahua’lam. (*)

*) Dosen dan Penulis Buku “Cahaya Perubahan”

 

 


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:17

Surat Cinta Muktamar IMM XVIII Malang

DINAMIKA perdinamika dalam tubuh ikatan terjadi. Idealisme kader bermunculan demi kukuhnya suatu fondasi…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:40

Sakit Itu Berat, BPJS Tak Akan Kuat

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit keuangan. Sehingga membuat lembaga…

Kamis, 02 Agustus 2018 13:29

Peduli Lingkungan, Simpel Aja!

Mendengar istilah simpel, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Rabu, 01 Agustus 2018 14:17

Peduli Lingkungan Berau? SIMPEL Saja!

MENDENGAR istilah SIMPEL, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .