MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 17 Mei 2018 11:27
Tetap Rukun di Tengah Keluarga yang Berbeda Keyakinan

Mengenal Tokoh-Tokoh Mualaf di Bumi Batiwakkal: Agus Tantomo (1)

Agus Tantomo

PROKAL.CO, Walau berbeda keyakinan dengan orang-orang terdekat, tak mesti harus memutus hubungan pertemanan, apalagi ikatan kekeluargaan. Hal itulah yang dialami Agus Tantomo sejak memutuskan memeluk Islam beberapa tahun silam.

 

SAMSUDIN, Tanjung Redeb

 

TERLAHIR di Kabupaten Berau pada 26 Agustus 1968 dari keluarga penganut agama Katolik, tak membuat Agus Tantomo ragu untuk memantapkan diri memilih agama Islam sebagai agama terakhirnya.

Padahal diakui pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Berau, saat masih menganut Katolik, dirinya cukup aktif beribadah hingga Sekolah Minggu walau seorang diri.

Butuh proses panjang sebelum akhirnya Agus mengucap dua kalimat syahadat. Bermula saat dirinya melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. Banyak hal yang dia pertanyakan soal keyakinan kepada pemuka agama di sana, namun jawaban yang didapatkan tidak bisa memuaskan hatinya.

Sejak itulah dirinya mulai berpikir untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan yang diakuinya cukup mengganggu hatinya, hingga dirinya mengunjungi salah satu toko buku dan melihat sebuah buku tentang Islam.

"Waktu itu saya penasaran dan langsung membeli dan membaca buku itu," cerita Agus kepada media ini, kemarin (16/5).

Setelah membaca buku tersebut, dirinya semakin tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang Islam. Sejak saat itu, dirinya mulai menemukan satu persatu jawaban atas pertanyaan yang sejak lama mengganjal di benaknya.

Dirinya pun baru benar-benar memantapkan niat untuk memeluk agama Islam pada tahun 1999, atau saat dirinya menginjak usia 31 tahun. "Tapi sejak anak-anak teman saya memang muslim. Karena sering melihat mereka beribadah, mungkin di alam bawah sadar saya sudah mulai ada perhatian atau ketertarikan dengan agama ini," ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim yang saat itu dijabat Amri Has, menjadi tokoh yang mengislamkan dirinya, didampingi beberapa anggota DPRD Kaltim lainnya. "Waktu itu saya sudah jadi anggota DPRD Kaltim, dan keyakinan masuk Islam itu semakin mantap saat mau menikah," lanjut Agus.

Walau hingga saat ini keluarganya masih memiliki keyakinan berbeda, namun mereka tetap rukun. Apalagi masuk Islam bukanlah hal baru dalam silsilah keluarganya. Sebelumnya, sang nenek ketika hendak meninggal dunia, terlebih dulu meminta untuk diislamkan.

"Jadi sudah ada contoh lebih dulu. Kalau keluarga saya sampai sekarang masih ada yang Katolik, Protestan, Buddha, tapi biasa saja. Kami tetap rukun walau berbeda," sebutnya.

Dalam blog pribadinya, dirinya pun mengaku jika keputusannya memeluk Islam juga sempat memengaruhi pilihannya dalam berpolitik. Sebelum memutuskan ke Partai NasDem saat Pilkada 2016 lalu, Agus pernah bergabung di PDIP. Namun pada tahun 2008, dirinya memutuskan mengubah pilihan politiknya ke partai Islam yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), seiring dengan kemantapan aqidahnya.

Agus menceritakan, saat pertama kali menjalani ibadah sebagai seorang muslim sempat mengalami kesulitan, namun keinginan kuatnya untuk terus belajar membuat dirinya semaki terbiasa.

Ibadah puasa diakuinya juga tidak membuat dirinya kaget. Sebab saat dirinya memeluk agama Katolik, berpuasa juga sudah diajarkan. "Tidak kesulitan, karena di Katolik juga ada puasa, jadi enggak kaget. Malah di awal masuk Islam saya bisa puasa Senin-Kamis dan hampir dua tahun nyobain puasa Daud. Tapi karena alasan kesehatan, maag berat, membuat saya harus menghentikannya," jelas pemilik hobi memasak ini.

Menyikapi isu sara yang belakangan terus berkembang yang mengaitkan Islam dengan aksi teror, dirinya menyebut semua agama tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk melakukan aksi teror.

"Saya rasa tidak ada agama yang membenarkan bunuh diri, bahkan menghalalkan nyawa orang tidak berdosa tanpa alasan apapun. Jadi saya dan semua orang juga akan sepakat kalau hal itu hanya dilakukan orang-orang yang tidak waras," pungkasnya. (*/udi)


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:56

Pertamina Ultimatum Pengetap BBM

TANJUNG REDEB - Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bakal…

Jumat, 15 Maret 2019 15:02

Polisi Masih Kejar Perampok Walet

TANJUNG REDEB – Dua dari 4 pelaku perampokan sarang burung…

Jumat, 15 Maret 2019 15:01

Kasus Chairuddin Segera Dilimpahkan

TANJUNG REDEB – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres…

Jumat, 15 Maret 2019 14:59

Gara-Gara Ini, Komisioner KPU Ancam Lapor Polda

TANJUNG REDEB – Komisioner KPU Berau, Nana Mailina mempertanyakan tindak…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Tersangka Berkilah Demam

TANJUNG REDEB – Pelimpahan berkas perkara dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana…

Kamis, 14 Maret 2019 13:48

Lima Tersangka Segera Diadili

TANJUNG REDEB - Setelah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) berkas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*