MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 18 Mei 2018 00:13
Sempat Ditentang Orangtua, Sedih ketika Mendengar Azan

Mengenal Tokoh-Tokoh Mualaf di Bumi Batiwakkal: Hj Masitha (2)

BAHAGIA: Keyakinannya Masitha untuk menjadi seorang mualaf memberinya kebahagiaan menjalani kehidupan bersama suami dan anak-anaknya.

PROKAL.CO, Hidup di tengah keluarga yang berbeda keyakinan, tidak membuat Masitha menyesali keputusannya saat memilih menjadi seorang mualaf sejak puluhan tahun silam.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

KALA itu, tepatnya sekitar tahun 1982 silam, menjadi awal dari kehidupan baru bagi seorang perempuan muda bernama Masitha. Di tahun itu, merupakan saat Masitha memutuskan memeluk agama Islam.

Keputusan ini membuat ia menjadi satu-satunya dari tujuh bersaudara yang memutuskan berpindah keyakinan dalam hal agama. “Sampai saat ini saya menjadi satu-satunya dari semua saudara saya yang memeluk Islam,” katanya kepada awak media ini, Kamis (17/5).

Keinginannya untuk memeluk Islam pun bukannya tanpa rintangan. Kedua orangtua dan keluarga besarnya menentang keras apa yang menjadi keinginan dara 18 tahun kala itu.

Namun, meskipun mendapat tentangan keras dari keluarga, niat hati dan kesungguhan yang ada dalam diri Masitha tak bisa dibendung lagi. Ia pun memutuskan tak menghiraukan tentangan dari orangtua dan keluarga.

“Saya tetap bersikukuh untuk pindah agama dan menjadi seorang mualaf. Apalagi saat itu suami saya selalu mendukung penuh atas keinginan saya menjadi mualaf,” ucapnya.

Ya, Taufik Parulian Napitupulu sang suami, memiliki andil dalam membawa Masitah memeluk Islam. Rasa penasarannya mengenai dunia Islam sejak kecil akhirnya ia dapatkan jawabannya dari seorang pria yang saat ini telah menjadi ayah dari keempat anaknya.

Pengetahuannya tentang Islam pun kian hari kian dalam, setelah mendapat bimbingan dan tuntunan yang diberikan sang suami. “Bapak juga yang sedikit demi sedikit mengajarkan saya tentang salat dan mengaji,” ujarnya.

Dibalik rasa penasarannya mengenai Islam, ternyata wanita berusia 54 tahun ini memiliki sebuah pengalaman yang disebutnya mukjizat saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ya sebelum memeluk Islam, Masitha selalu merasakan kesedihan saat mendengar azan berkumandang.

Segala aktivitasnya langsung dihentikan seketika saat panggilan salat itu mulai terdengar. Khususnya azan Subuh dan Magrib. “Setelah azan selesai baru saya beraktivitas lagi. Makanya orangtua juga pada heran dan sekali-kali marah karena saya diam saja kalau disuruh,” tuturnya sembari mengingat kenangan itu.

Kini, setelah 36 tahun memeluk agama Islam. Kebahagiaan yang tak ada duanya pun tak bisa disembunyikan Masitha. Ia mengaku tak pernah sekalipun menyesal atas jalan yang ia pilih. Rasa untuk saling berbagi kasih dalam dunia Islam pun semakin membuat ia cinta terhadap keyakinannya ini.

Kedua orangtua yang sempat menolak keputusannya, telah luluh setelah sang buah hati pertamanya lahir ke dunia. “Orangtua dan keluarga besar saya juga sudah mulai terbuka dengan saya setelah anak pertama saya lahir. Mereka pun saat ini juga telah menyadari kalau Islam itu baik,” katanya.

“Bahkan, ada juga beberapa orang dari keluarga besar saya yang mengikuti langkah saya menjadi seorang mualaf,” pungkasnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

Jadi Gaya Hidup

TANJUNG REDEB – Perkembangan kopi dalam rentan waktu 40 sampai…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:51

Pelindo Cek Kedalaman Sungai

SAMBALIUNG – Pembangunan Pelabuhan Gurimbang oleh PT Pelindo IV, bakal…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:48

Kerugian Negara Rp 15,2 Miliar

TANJUNG REDEB – Penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang…

Jumat, 07 Desember 2018 13:34

Borong 12 Medali, Berau Juara Umum

TANJUNG REDEB – Cabang Olahraga Layar berhasil memborong 12 medali…

Jumat, 07 Desember 2018 13:32

Tanamkan Moral, Pelajar Jadi Sasaran

Suasana tegang biasanya mengiringi jalannya pelaksanaan lomba pidato yang digelar…

Jumat, 07 Desember 2018 13:25

Bupati Serahkan pada Kejaksaan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram menyerahkan sepenuhnya persoalan dugaan…

Kamis, 06 Desember 2018 13:25

Sopir Truk Diperiksa sebagai Saksi

TANJUNG REDEB – Polisi masih mendalami penyelidikan kecelakaan maut di…

Kamis, 06 Desember 2018 13:23

Tambah Pengetahuan melalui Pelatihan Jurnalistik

Pendokumentasian sebuah kegiatan merupakan salah satu hal penting. Apalagi bagi…

Kamis, 06 Desember 2018 13:22

Endus Dugaan Penggelapan ADK

TANJUNG REDEB – Selain di Kampung Balikukup, penyalahgunaan Alokasi Dana…

Rabu, 05 Desember 2018 12:27

Segera Sidangkan Laporan FMP4

LAPORAN Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundangan (FMP4) Berau, ditindaklanjuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .