MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 19 Mei 2018 12:33
Kecewa, Warga Ancam Tutup TPA
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ketegasan Bupati Berau Muharram yang menolak permintaan masyarakat agar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga di Jalan Sultan Agung segera direlokasi, berujung pada kekecewaan masyarakat. Terutama yang bermukim di sekitar TPA tersebut.

Seperti diutarakan Ketua RT 06 Kelurahan Sie Bedungun Baharuddin. Ditegaskannya, keluhan akan “teror” aroma tak sedap yang bersumber dari TPA, sejatinya telah berulang kali disampaikan masyarakat. Baik ke pihak kelurahan, camat, dewan hingga instansi terkait di Pemkab Berau. Namun hingga saat ini, keluhan masyarakat tak pernah digubris, karena pemerintah belum bisa mengatasi masalah aroma tak sedap dari TPA, namun tak juga mau merelokasinya.

Hal itu justru menimbulkan argumen negatif di kalangan masyarakat yang menganggap aspirasi mereka dikesampingkan pemerintah. “Tentu kecewa. Mereka hidup berdampingan dengan aroma sampah sejak bertahun-tahun lalu,” katanya kepada Berau Post, Jumat (18/5).

Baharuddin mengungkapkan, dirinya bersama beberapa ketua RT yang berada di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut, juga telah menemui Bupati Berau untuk mempertanyakan kejelasan permintaan mereka untuk merelokasi TPA pada 2016 silam. Namun, Buapti Berau tetap mempertahankan TPA yang berada di tengah-tengah permukiman masyarakat Kelurahan Sei Bedungun itu. Selain berdalil keterbatasan anggaran, Pemkab Berau yakin mampu mengatasi persoalan aroma busuk yang menjadi keluhan, walau nyatanya sampai sekarang belum bisa diatasi. “Nyatanya sampai sekarang penyelesaiannya tidak ada,” ujarnya.

Yang dikhawatirkannya, warga dari beberapa lingkungan RT di sekitar TPA kehabisan kesabaran dan melakukan penutupan paksa seluruh aktivitas di TPA. Karena permintaan mereka untuk merelokasi TPA tak pernah disetujui, tapi pemerintah juga tidak berupaya mengatasi masalah aroma busuk yang selama ini dikeluhkan.

“Sebenarnya sejak lama aksi itu (penutupan TPA, red) mau dilakukan. Tapi saya mencoba menahannya. Tapi kalau tahun ini juga belum ada solusi, tahun depan masyarakat bersikukuh melakukan aksi itu dan saya tidak dapat menahannya lagi,” sebutnya.

Ancaman penutupan TPA oleh warga dibenarkan Ketua RT 01, Kelurahan Sei Bedungun, Rudi Sunarto. Aksi itu merupakan buah kekecewaan masyarakat, akibat aspirasi yang tak kunjung direalisasikan Pemkab Berau.

“Rencana itu pernah diutarakan masyarakat ketika kami melakukan pertemuan beberapa waktu lalu,” bebernya.

Ia juga mengutarakan, masyarakatnya tetap bersikukuh agar TPA segera direlokasi. Menurutnya, pemerintah tetap harus mengutamakan atau memprioritaskan aspirasi masyarakat. Apalagi selain persoalan aroma busuk, ancaman wabah penyakit dari tumpukan sampah di TPA juga menghantui warga di sekitarnya.  

“Karena pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Sembari dibenahi pengelolaannya, kan pemerintah bisa mempersiapkan lahan pengganti. Dengan lajunya perkembangan penduduk, lokasi (TPA) yang sekarang memang tidak layak digunakan,” pungkasnya.

Terpisah, Lurah Sei Bedungun Aidil Fitri memilih untuk irit bicara. Dirinya tidak mau mengomentari soal penolakan usulan masyarakat untuk merelokasi TPA, tapi tetap mengimbau agar masyarakat lebih bersabar dan tidak berbuat aksi berlebihan.

“Kita percayakan dan menunggu penyelesaiannya dari DPRD dan Pemkab Berau. Mudahan ada solusi atau pemecahan permasalahan ini,” singkatnya.

Sebelumnya, Bupati Berau Muharram menolak usulan masyarakat maupun legislatif untuk merelokasi TPA.

Kepada Berau Post pada Senin (14/5), Muharram menjelaskan dengan lahan seluas 13 hektare, TPA Bujangga masih sangat layak digunakan walaupun lokasinya sudah berada di tengah permukiman masyarakat.

"10 tahun lagi masih aman itu," katanya.

Dijelaskan Muharram, sebuah daerah maju tidak ada yang melakukan pemindahan TPA, tapi mengelolanya secara modern dan ramah lingkungan. Bahkan bisa dijadikan objek wisata.

Menurutnya, banyak teknologi yang bisa digunakan agar aroma tak sedap dari TPA tidak menyebar hingga di kawasan sekitarnya. Pemkab Berau pun berjanji bakal mengelola TPA Bujangga dengan profesional dan ramah lingkungan.

"Setiap saat kita akan evaluasi secara maksimal. Saya akan segera perintahkan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) untuk evaluasi agar aroma tidak sedapnya tidak mengganggu masyarakat," ungkapnya.

Selain optimistis mampu menyelesaikan masalah TPA, terbatasnya anggaran juga menjadi dasar pihaknya untuk mempertahankan TPA di wilayah perkotaan. Dirinya yakin ada cara yang lebih baik dan murah untuk meredam aroma tidak sedap dari TPA daripada memindahkannya.

"Kita kan ingin meraih penghargaan Adipura, otomatis tahun ini kita usahakan masalah TPA sudah selesai," tegas Muharram.

Ditambahkan mantan anggota DPRD Kaltim ini, relokasi TPA tetap akan dilakukan nantinya. Saat TPA Bujangga sudah maksimal dimanfaatkan. “Ketika TPA sudah tidak bisa dibenahi, kami pasti berpikir ke situ (relokasi, red),” ujarnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:13

Evakuasi Berjalan Lamban

TANJUNG REDEB - Setelah hampir sepekan mengalami kebocoran, proses evakuasi…

Rabu, 12 Desember 2018 14:12

Empat Saksi Dihadirkan

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perihal laporan Forum Masyarakat Peduli…

Rabu, 12 Desember 2018 14:11

“Usaha Tak Akan Membohongi Hasil”

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Rabu, 12 Desember 2018 14:10

Eksekutif-Legislatif Saling Sindir

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna ke-20 di gedung DPRD…

Selasa, 11 Desember 2018 13:37

Tak Hadir, Tiga Peserta Gugur

TANJUNG REDEB – Tiga peserta langsung dinyatakan gugur karena tak…

Selasa, 11 Desember 2018 13:36

Dugaan Tipikor Masih Samar

TANJUNG REDEB – Laporan dugaan penyelewengan anggaran di Perusahaan Daerah…

Selasa, 11 Desember 2018 13:33

Jadi Pribadi yang Baru, Masih Terngiang Serangan Jepang

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Senin, 10 Desember 2018 13:44

Polisi Periksa Empat Saksi

TANJUNG REDEB – Insiden terendamnya batu bara yang dimuat kapal…

Senin, 10 Desember 2018 13:42

Segera Buka Seleksi Direktur PDAM

PENGADILAN Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan menolak gugatan mantan…

Senin, 10 Desember 2018 13:40

Keseharian Berubah, Jadi Lebih Disiplin dan Profesional

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .