MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 19 Mei 2018 12:36
Dibebankan Retribusi, Disperindagkop Prioritaskan PKL Lama

Pembangunan Pusat Wisata Kuliner Jalan SA Maulana

SUMBER PAD: Para pedagang yang akan berjualan di pusat wisata kuliner, Jalan SA Maulana, harus membayar retribusi atas penggunaan aset daerah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Meskipun pembangunan pusat wisata kuliner di Jalan SA Maulana masih berjalan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau Wiyati, memastikan akan ada penarikan retribusi kepada pedagang yang akan menempati lapak di lokasi tersebut.

Penarikan retribusi tersebut sebagai konsekuensi atau penggunaan tempat atau fasilitas yang digunakan para pedagang, yang merupakan aset daerah.

“Untuk dasar penarikan retribusinya nanti akan kami bahas dengan pihak-pihak terkait. Apakah menggunakan aturan retribusi sekarang atau dibuat yang baru. Itu dilakukan setelah tempat wisata kuliner selesai dibangun,” katanya saat diwawancara Berau Post, Kamis (17/5).

Pusat wisata kuliner tersebut, nantinya akan diisi 21 lapak atau petak jualan bagi pedagang atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dari jumlah keseluruhan lapak tersebut, hampir sebagiannya bakal diisi kembali oleh para pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi itu.

Pihaknya juga berencana memasukkan UMKM binaan Disperindagkop Berau dengan dan menjual suvenir atau buah tangan asli Bumi Batiwakkal. "Itu peruntukkannya bagi PKL (pedagang kaki lima) yang sebelumnya berjualan di situ. Makanya untuk sementara mereka kami pindahkan ke depan Taman Sanggam," ujarnya.

"Nanti kalau sudah selesai pembangunannya, kami persilakan mereka untuk kembali berjualan di sana atau tidak. Kalau mereka mau, tentunya juga harus mau mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku," sambungnya.

Pembangunan pusat wisata kuliner tersebut, diungkapkan Wiyati, menggunakan sokongan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut, diharapkan bisa menjadi ikon baru bagi masyarakat Berau.

Sebab di lokasi tersebut nantinya juga dibangun beberapa fasilitas penunjang agar pengunjung betah sambil menikmati berbagai hidangan yang dijajakan pedagang. “Infonya juga nanti akan ada musala dan tempat bermain bagi anak-anak. Makanya saya sangat berharap ini akan jadi ikon baru di Berau," tuturnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:26

80 Persen Wajib Lokal

TANJUNG REDEB – Tahun lalu Peraturan Daerah (Perda) 8/2018 tentang…

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*