MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 20 Mei 2018 00:05
Airnya Gatal dan Aromanya Tak sedap, Limbah TPA Genangi Permukiman Warga
TUNTUT SOLUSI: Warga yang bermukim di sekitar TPA meminta pemerintah segera memberikan solusi atas persoalan aroma Tak sedap dan limbah cair TPA yang dikhawatirkan sebagai sumber penyakit.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Keberaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga di Jalan Sultan Agung terus menuai polemik. Tidak hanya “teror” aroma tak sedap, cairan limbah dari tumpukan sampah di TPA juga mengalir hingga ke permukiman warga di sekitarnya.

Seperti diutarakan Moko, warga yang tinggal di sekitar TPA. Dikatakannya, setiap hujan mengguyur lingkungan TPA, air limbah sampah selalu mengalir dan menggenangi lingkungan di sekitar rumahnya.

“Kalau sudah surut, airnya berwarna hitam pekat. Baunya jangan ditanya lagi, luar biasa menyengat,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (18/5).

Ia mengungkapkan, sebelum dibangunnya TPA beberapa tahun silam, aliran air tidak pernah membanjiri pemukiman di lingkungannya. Bahkan sungai kecil yang mengalirkan air limbah dari TPA, disebutnya bukanlah sungai yang sengaja dibuat. “Itu bukan sungai. Dulu kering, tidak pernah meluber (limbah cair dari TPA, red) hingga permukiman,” ungkapnya.

Warga setempat juga pernah memutus aliran air limbah dengan menimbun tanah di tengah alirannya. Tapi justru airnya mengalir ke permukiman lainnya hingga menimbulkan protes warga sekitar TPA lainnya. “Akhirnya aliran limbahnya dibuka lagi,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Swardi, warga lainnya. Ia mengatakan, aroma aliran limbah sangat mengganggu waktu istirahatnya di rumah. “Makan saja tidak selera. Aroma makanan ditutup bau limbah,” ucapnya.

Yang ditakutkannya, jika kondisi ini terus dibiarkan, lingkungan tempat tinggalnya akan menjadi lautan limbah sampah. “Daerah kami ini tidak bisa dikatakan permukiman lagi, tapi sebagai lokasi pembuangan limbah saja,” sebutnya.

Santi, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Air limbah berwarna hitam dan berbau menyengat itu menjadi wabah penyakit. “Kalau anak-anak memegang atau menginjaknya langsung gatal-gatal. Makanya, saya selalu melarang anak saya keluar rumah saat hujan atau setelahnya. Baunya pun menyengat luar biasa, membuat kami tidak nyaman,” tuturnya.

Dirinya berharap ada tindakan yang dilakukan Pemkab Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Mengingat, kondisi ini sudah terjadi sejak lama, namun tidak ada tindakan yang dilakukan pemerintah.

“Kami berharap, persoalan ini segera tuntas,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala DLHK Berau Sujadi tidak kunjung memberikan respons. (jun/udi)

 

Redam Aroma Busuk jika Belum Bisa Merelokasi

Perdebatan persoalan relokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, terdengar hingga ke telinga anggota DPRD Kaltim Rusianto.

Wakil rakyat di Karang Paci – sebutan DPRD Kaltim – asal dapil Berau, Bontang dan Kutim ini menyebut, permohonan masyarakat yang didukung DPRD Berau untuk merelokasi TPA Bujangga terbilang cukup sulit. Sebab kondisi keuangan daerah yang masih cukup minim, memberikan keterbatasan bagi Pemkab Berau untuk secepatnya merelokasi TPA yang sudah berada di tengah-tengah permukiman masyarakat itu.

Walau demikian, pria yang akrab disapa Kiang ini meminta agar Pemkab Berau tidak tutup mata atas tuntutan masyarakat. Terutama soal aroma busuk yang muncul dari tumpukan sampah.

“Saya rasa untuk sementara lokasi pembuangan sampah itu dimaksimalkan dulu, ditata pembuangannya. Supaya aroma dari sampah bisa diredam," katanya saat diwawancara Berau Post, Sabtu (19/5).

Tapi, pemkab juga sudah harus memikirkan rencana pemindahannya. Dengan mempersiapkan lahan yang cocok untuk dijadikan TPA. "Sekitar lima tahun lalu, Pemkab Berau menunjuk lokasi (TPA) yang saat ini. Karena lokasinya saat itu cukup jauh dari permukiman. Tempatnya juga sangat bagus untuk pembuangan dan pengelolaannya,” tuturnya.

Tapi seiring bertumbuhnya permukiman masyarakat, keberadaan TPA Bujangga memang sudah tidak bisa dikatakan layak. Apalagi jika pemkab tidak bisa mengatasi aroma busuk dari gas metan yang muncul dari tumpukan sampah.

"Untuk merelokasi TPA itu tentunya perlu proses dan tahapan yang harus dilalui. Makanya Pemkab Berau harus memikirkan bagaimana caranya aroma itu harus diredam dan jangan sampai tercium lingkungan sekitar," pungkasnya.

Sebelumnya, ketegasan Bupati Berau Muharram yang menolak permintaan masyarakat agar TPA Bujangga segera direlokasi, berujung pada kekecewaan masyarakat. Terutama yang bermukim di sekitar TPA tersebut.

Seperti diutarakan Ketua RT 06 Kelurahan Sie Bedungun Baharuddin. Ditegaskannya, keluhan akan “teror” aroma tak sedap yang bersumber dari TPA, sejatinya telah berulang kali disampaikan masyarakat. Baik ke pihak kelurahan, camat, dewan hingga instansi terkait di Pemkab Berau. Namun hingga saat ini, keluhan masyarakat tak pernah digubris, karena pemerintah belum bisa mengatasi masalah aroma busuk dari TPA, namun tak juga mau merelokasinya.

Hal itu justru menimbulkan argumen negatif di kalangan masyarakat yang menganggap aspirasi mereka dikesampingkan pemerintah. “Tentu kecewa. Mereka hidup berdampingan dengan aroma sampah sejak bertahun-tahun lalu,” katanya kepada Berau Post, Jumat (18/5).

Baharuddin mengungkapkan, dirinya bersama beberapa ketua RT yang berada di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut, juga telah menemui Bupati Berau untuk mempertanyakan kejelasan permintaan mereka untuk merelokasi TPA pada 2016 silam. Namun, Buapti Berau tetap mempertahankan TPA yang berada di tengah-tengah permukiman masyarakat Kelurahan Sei Bedungun itu. Selain berdalil keterbatasan anggaran, Pemkab Berau juga yakin mampu mengatasi persoalan aroma busuk yang menjadi keluhan, walau nyatanya sampai sekarang belum bisa diatasi. “Nyatanya sampai sekarang penyelesaiannya tidak ada,” ujarnya.

Yang dikhawatirkannya, warga dari beberapa lingkungan RT di sekitar TPA, malah kehabisan kesabaran dan melakukan penutupan paksa seluruh aktivitas di TPA. Karena permintaan mereka untuk merelokasi TPA tak pernah disetujui, tapi pemerintah juga tidak berupaya mengatasi masalah aroma busuk yang selama ini dikeluhkan.

“Sebenarnya sejak lama aksi itu (penutupan TPA, red) mau dilakukan. Tapi saya mencoba menahannya. Tapi kalau tahun ini juga belum ada solusi, tahun depan masyarakat bersikukuh melakukan aksi itu dan saya tidak dapat menahannya lagi,” sebutnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 13:24

DPMK dan Camat Siapkan Plt

TANJUNG REDEB – Selain sudah menyandang status tersangka, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, juga…

Senin, 20 Agustus 2018 13:21

Soal DCS, Jangan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

TANJUNG REDEB – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Samsudo, minta KPU Berau tidak…

Senin, 20 Agustus 2018 13:20

Ketua KPU Sebut Sudah Sesuai Aturan

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Roby Maula, mengklaim pihaknya sudah menjalankan tugas dalam…

Senin, 20 Agustus 2018 13:18

Kemenag Akui Ada yang Berbeda

TANJUNG REDEB – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau Alfi Taufik, menegaskan Hari…

Senin, 20 Agustus 2018 13:11

Wujudkan Keinginan Ayah

Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di upacara HUT RI, memang sudah menjadi impian…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .