MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 20 Mei 2018 00:05
Airnya Gatal dan Aromanya Tak sedap, Limbah TPA Genangi Permukiman Warga
TUNTUT SOLUSI: Warga yang bermukim di sekitar TPA meminta pemerintah segera memberikan solusi atas persoalan aroma Tak sedap dan limbah cair TPA yang dikhawatirkan sebagai sumber penyakit.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Keberaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga di Jalan Sultan Agung terus menuai polemik. Tidak hanya “teror” aroma tak sedap, cairan limbah dari tumpukan sampah di TPA juga mengalir hingga ke permukiman warga di sekitarnya.

Seperti diutarakan Moko, warga yang tinggal di sekitar TPA. Dikatakannya, setiap hujan mengguyur lingkungan TPA, air limbah sampah selalu mengalir dan menggenangi lingkungan di sekitar rumahnya.

“Kalau sudah surut, airnya berwarna hitam pekat. Baunya jangan ditanya lagi, luar biasa menyengat,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (18/5).

Ia mengungkapkan, sebelum dibangunnya TPA beberapa tahun silam, aliran air tidak pernah membanjiri pemukiman di lingkungannya. Bahkan sungai kecil yang mengalirkan air limbah dari TPA, disebutnya bukanlah sungai yang sengaja dibuat. “Itu bukan sungai. Dulu kering, tidak pernah meluber (limbah cair dari TPA, red) hingga permukiman,” ungkapnya.

Warga setempat juga pernah memutus aliran air limbah dengan menimbun tanah di tengah alirannya. Tapi justru airnya mengalir ke permukiman lainnya hingga menimbulkan protes warga sekitar TPA lainnya. “Akhirnya aliran limbahnya dibuka lagi,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Swardi, warga lainnya. Ia mengatakan, aroma aliran limbah sangat mengganggu waktu istirahatnya di rumah. “Makan saja tidak selera. Aroma makanan ditutup bau limbah,” ucapnya.

Yang ditakutkannya, jika kondisi ini terus dibiarkan, lingkungan tempat tinggalnya akan menjadi lautan limbah sampah. “Daerah kami ini tidak bisa dikatakan permukiman lagi, tapi sebagai lokasi pembuangan limbah saja,” sebutnya.

Santi, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Air limbah berwarna hitam dan berbau menyengat itu menjadi wabah penyakit. “Kalau anak-anak memegang atau menginjaknya langsung gatal-gatal. Makanya, saya selalu melarang anak saya keluar rumah saat hujan atau setelahnya. Baunya pun menyengat luar biasa, membuat kami tidak nyaman,” tuturnya.

Dirinya berharap ada tindakan yang dilakukan Pemkab Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Mengingat, kondisi ini sudah terjadi sejak lama, namun tidak ada tindakan yang dilakukan pemerintah.

“Kami berharap, persoalan ini segera tuntas,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala DLHK Berau Sujadi tidak kunjung memberikan respons. (jun/udi)

 

Redam Aroma Busuk jika Belum Bisa Merelokasi

Perdebatan persoalan relokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, terdengar hingga ke telinga anggota DPRD Kaltim Rusianto.

Wakil rakyat di Karang Paci – sebutan DPRD Kaltim – asal dapil Berau, Bontang dan Kutim ini menyebut, permohonan masyarakat yang didukung DPRD Berau untuk merelokasi TPA Bujangga terbilang cukup sulit. Sebab kondisi keuangan daerah yang masih cukup minim, memberikan keterbatasan bagi Pemkab Berau untuk secepatnya merelokasi TPA yang sudah berada di tengah-tengah permukiman masyarakat itu.

Walau demikian, pria yang akrab disapa Kiang ini meminta agar Pemkab Berau tidak tutup mata atas tuntutan masyarakat. Terutama soal aroma busuk yang muncul dari tumpukan sampah.

“Saya rasa untuk sementara lokasi pembuangan sampah itu dimaksimalkan dulu, ditata pembuangannya. Supaya aroma dari sampah bisa diredam," katanya saat diwawancara Berau Post, Sabtu (19/5).

Tapi, pemkab juga sudah harus memikirkan rencana pemindahannya. Dengan mempersiapkan lahan yang cocok untuk dijadikan TPA. "Sekitar lima tahun lalu, Pemkab Berau menunjuk lokasi (TPA) yang saat ini. Karena lokasinya saat itu cukup jauh dari permukiman. Tempatnya juga sangat bagus untuk pembuangan dan pengelolaannya,” tuturnya.

Tapi seiring bertumbuhnya permukiman masyarakat, keberadaan TPA Bujangga memang sudah tidak bisa dikatakan layak. Apalagi jika pemkab tidak bisa mengatasi aroma busuk dari gas metan yang muncul dari tumpukan sampah.

"Untuk merelokasi TPA itu tentunya perlu proses dan tahapan yang harus dilalui. Makanya Pemkab Berau harus memikirkan bagaimana caranya aroma itu harus diredam dan jangan sampai tercium lingkungan sekitar," pungkasnya.

Sebelumnya, ketegasan Bupati Berau Muharram yang menolak permintaan masyarakat agar TPA Bujangga segera direlokasi, berujung pada kekecewaan masyarakat. Terutama yang bermukim di sekitar TPA tersebut.

Seperti diutarakan Ketua RT 06 Kelurahan Sie Bedungun Baharuddin. Ditegaskannya, keluhan akan “teror” aroma tak sedap yang bersumber dari TPA, sejatinya telah berulang kali disampaikan masyarakat. Baik ke pihak kelurahan, camat, dewan hingga instansi terkait di Pemkab Berau. Namun hingga saat ini, keluhan masyarakat tak pernah digubris, karena pemerintah belum bisa mengatasi masalah aroma busuk dari TPA, namun tak juga mau merelokasinya.

Hal itu justru menimbulkan argumen negatif di kalangan masyarakat yang menganggap aspirasi mereka dikesampingkan pemerintah. “Tentu kecewa. Mereka hidup berdampingan dengan aroma sampah sejak bertahun-tahun lalu,” katanya kepada Berau Post, Jumat (18/5).

Baharuddin mengungkapkan, dirinya bersama beberapa ketua RT yang berada di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut, juga telah menemui Bupati Berau untuk mempertanyakan kejelasan permintaan mereka untuk merelokasi TPA pada 2016 silam. Namun, Buapti Berau tetap mempertahankan TPA yang berada di tengah-tengah permukiman masyarakat Kelurahan Sei Bedungun itu. Selain berdalil keterbatasan anggaran, Pemkab Berau juga yakin mampu mengatasi persoalan aroma busuk yang menjadi keluhan, walau nyatanya sampai sekarang belum bisa diatasi. “Nyatanya sampai sekarang penyelesaiannya tidak ada,” ujarnya.

Yang dikhawatirkannya, warga dari beberapa lingkungan RT di sekitar TPA, malah kehabisan kesabaran dan melakukan penutupan paksa seluruh aktivitas di TPA. Karena permintaan mereka untuk merelokasi TPA tak pernah disetujui, tapi pemerintah juga tidak berupaya mengatasi masalah aroma busuk yang selama ini dikeluhkan.

“Sebenarnya sejak lama aksi itu (penutupan TPA, red) mau dilakukan. Tapi saya mencoba menahannya. Tapi kalau tahun ini juga belum ada solusi, tahun depan masyarakat bersikukuh melakukan aksi itu dan saya tidak dapat menahannya lagi,” sebutnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .