MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 23 Mei 2018 00:27
Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA
CARI SOLUSI: Air sungai berwarna hitam yang diduga tercemar air lindi dari TPA.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga, membuat Bupati Berau Muharram turun langsung meninjau kondisi TPA yang berada di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, Senin (21/5) lalu.

Orang nomor satu di pemerintah Berau ini, ingin merasakan langsung keluhan masyarakat mengenai aroma tak sedap yang muncul dari TPA. Termasuk melihat kondisi kolam air lindi yang disebut masyarakat ikut mengalir ke wilayah permukiman.

Menurutnya, permasalahan bau merupakan hal lumrah dan tidak aneh. “Namanya tempat sampah, saya rasa pasti bau. Tapi kami sedang berusaha supaya bau tak sedap yang tercium bisa diredam,” katanya kepada Berau Post saat berbincang santai di kediamannya, Selasa (22/5).

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi TPA, disebut mantan anggota DPRD Kaltim ini sangat berbanding terbalik dengan status TPA Bujangga yang menjadi terbaik kedua di Kaltim. Pengelolaan TPA Bujangga hanya kalah dari Balikpapan.

Dikatakan, permintaan masyarakat agar TPA direlokasi, menurutnya persoalan yang berbeda lagi. Karena dengan kondisi TPA yang masih bisa difungsikan hingga 10 tahun ke depan, permintaan merelokasi cukup sulit dilakukan. Apalagi merelokasi TPA tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sehingga solusi untuk menjawab keluhan masyarakat, pihaknya harus bisa meredam aroma tak sedap yang benar-benar bersumber dari TPA. “Karena kalau untuk memindah tidak bisa begitu saja, perlu kajian dan hal-hal lainnya lagi. Itu tidaklah mudah,” ucapnya.

Untuk mendesai sebuah TPA baru, lanjut dia, juga membutuhkan dana yang mencapai miliaran. “Makanya kami coba benahi yang ada terlebih dahulu. Karena semua hal itu ada masalahnya. Tapi bagaimana caranya kita bisa mencari solusinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, keberaan TPA Bujangga terus menuai polemik. Tidak hanya “teror” aroma tak sedap, cairan limbah dari tumpukan sampah di TPA juga mengalir hingga ke permukiman warga di sekitarnya.

Seperti diutarakan Moko, warga yang tinggal di sekitar TPA. Dikatakannya, setiap hujan mengguyur lingkungan TPA, air limbah sampah selalu mengalir dan menggenangi lingkungan di sekitar rumahnya.

“Kalau sudah surut, airnya berwarna hitam pekat. Baunya jangan ditanya lagi, luar biasa menyengat,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (18/5).

Ia mengungkapkan, sebelum dibangunnya TPA beberapa tahun silam, aliran air tidak pernah membanjiri pemukiman di lingkungannya. Bahkan sungai kecil yang mengalirkan air limbah dari TPA, disebutnya bukanlah sungai yang sengaja dibuat. “Itu bukan sungai. Dulu kering, tidak pernah meluber (limbah cair dari TPA, red) hingga permukiman,” ungkapnya.

Warga setempat juga pernah memutus aliran air limbah dengan menimbun tanah di tengah alirannya. Tapi justru airnya mengalir ke permukiman lainnya hingga menimbulkan protes warga sekitar TPA lainnya. “Akhirnya aliran limbahnya dibuka lagi,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Swardi, warga lainnya. Ia mengatakan, aroma aliran limbah sangat mengganggu waktu istirahatnya di rumah. “Makan saja tidak selera. Aroma makanan ditutup bau limbah,” ucapnya.

Yang ditakutkannya, jika kondisi ini terus dibiarkan, lingkungan tempat tinggalnya akan menjadi lautan limbah sampah. “Daerah kami ini tidak bisa dikatakan permukiman lagi, tapi sebagai lokasi pembuangan limbah saja,” sebutnya.

Santi, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Air limbah berwarna hitam dan berbau menyengat itu menjadi wabah penyakit. “Kalau anak-anak memegang atau menginjaknya langsung gatal-gatal. Makanya, saya selalu melarang anak saya keluar rumah saat hujan atau setelahnya. Baunya pun menyengat luar biasa, membuat kami tidak nyaman,” tuturnya.

Dirinya berharap ada tindakan yang dilakukan Pemkab Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Mengingat, kondisi ini sudah terjadi sejak lama, namun tidak ada tindakan yang dilakukan pemerintah.

“Kami berharap, persoalan ini segera tuntas,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 13:24

DPMK dan Camat Siapkan Plt

TANJUNG REDEB – Selain sudah menyandang status tersangka, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, juga…

Senin, 20 Agustus 2018 13:21

Soal DCS, Jangan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

TANJUNG REDEB – Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Samsudo, minta KPU Berau tidak…

Senin, 20 Agustus 2018 13:20

Ketua KPU Sebut Sudah Sesuai Aturan

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Roby Maula, mengklaim pihaknya sudah menjalankan tugas dalam…

Senin, 20 Agustus 2018 13:18

Kemenag Akui Ada yang Berbeda

TANJUNG REDEB – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau Alfi Taufik, menegaskan Hari…

Senin, 20 Agustus 2018 13:11

Wujudkan Keinginan Ayah

Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di upacara HUT RI, memang sudah menjadi impian…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .