MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 23 Mei 2018 00:37
Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

Pemerintah Bantah Berkaitan dengan Tahun Politik

Ilustrasi

PROKAL.CO, KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui. Saat ini, pemerintah sudah menyelesaikan Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi payung hukum kenaikan tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengatakan, draf PP hanya menunggu pengesahan. “Sudah selesai. Sekarang tinggal teken Presiden,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (22/5).

Hanya saja, Asman enggan membeberkan berapa besaran kenaikan THR yang sudah disepakati untuk PNS. “Tunggu saja pengumumannya,” imbuhnya.

Lantas, kapan akan diumumkan? Menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) tidak bisa memastikan waktunya. Namun dia menggaransikan bahwa hal itu akan segera diumumkan sebelum masuk dua pekan terakhir puasa.

“Iya 15 hari sebelum Lebaran, biar bisa shopping. Bulan ini (Mei)," tuturnya.

Seperti diketahui, tahun ini, pemerintah sepakat untuk mengubah besaran THR bagi PNS. Jika biasanya hanya sebesar gaji pokok, tahun ini akan ditambah dengan tunjangan. Hanya saja, belum dipastikan tunjangan apa saja yang akan dimasukkan dalam list tersebut. Selain itu, pensiunan PNS juga akan mendapat THR. Rencananya, besarannya satu kali uang pensiun yang diterima setiap bulannya.

Senada dengan Asman, Menteri Keuangan Sri Mulyani membenarkan jika draf PP sudah disepakati. Untuk diberlakukan, tinggal menunggu Presiden.

"Sudah di presiden, nanti beliau yang akan mengumumkan," ujarnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu tidak membantah jika penetapan akan dilakukan dalam satu dua pekan ke depan. “Iya kita harapkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sri mengatakan, kenaikan besaran THR dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan PNS. Selain itu, kenaikan THR juga diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat sehingga bisa menaikkan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah membantah jika kenaikan tersebut terkait dengan tahun politik. (far/jpg/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:26

80 Persen Wajib Lokal

TANJUNG REDEB – Tahun lalu Peraturan Daerah (Perda) 8/2018 tentang…

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*