MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 24 Mei 2018 14:21
Nelayan Rakit Bom di Laut

Ikan Hasil Tangkapan Tidak Dibawa ke Darat

PERUSAK BIOTA: Para terduga pelaku pengeboman ikan beserta barang bukti yang diamankan petugas di perairan Tanjung Batu, pekan lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko, walau jumlah kasusnya terus mengalami penurunan.

Dijelaskannya, khusus di perairan yang masuk wilayah hukum Polsek Pulau Derawan, patroli rutin terus digencarkan untuk menekan angka pengeboman ikan. Sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, juga jadi cara pihaknya untuk memberantas aksi penangkapan ikan secara ilegal tersebut.

“Saat ini masyarakat juga sudah mulai memahami akan bahaya serta dampak negatif yang ditimbulkan akibat menangkap ikan dengan cara melakukan pengeboman,” katanya kepada Berau Post kemarin (23/5).

Dari informasi yang didapat pihaknya, para pelaku pengeboman ikan tidak lagi bertransaksi di darat. Bahan peledak yang digunakan berupa pupuk asal Malaysia yang dibeli dari nelayan di lautan.

“Jadi belinya juga di laut, merakitnya juga di laut. Itu yang buat kami agak kesulitan mengawasi dan memantaunya setiap saat, walau tetap kita gencarkan patroli,” ujarnya.

Untungnya, kesadaran masyarakat juga semakin tinggi. Larangan bagi pedagang maupun pengepul untuk membeli ikan hasil pengeboman, juga sangat membantu pihaknya menekan aksi pengeboman ikan di perairan Derawan.

“Kalau masih ada, mungkin jauh di daerah laut sana dan kami juga tidak tahu ke mana hasil tangkapannya dijual. Karena kalau di darat, kami bisa mengawasi mana ikan hasil pengeboman. Makanya mereka (nelayan, red) enggak berani lagi bawa ikan hasil bom mereka ke darat,” jelas Koko.

Upaya mencari jejak bahan peledak berupa pupuk yang berasal dari Malaysia, diakuinya cukup menyulitkan. Selain transaksi dilakukan di laut, ada banyak kapal, perahu dan speedboat yang lalu lalang perairan Derawan, turut menyulitkan pihaknya melakukan pengamatan.

Kendati demikian, pihaknya sangat terbantu dengan adanya patroli dan pengawasan perairan oleh Polairud dan TNI AL yang ada di Berau.

Seperti pada penangkapan pelaku bom ikan berinisial TS (35), Sabtu (12/5) lalu, yang kedapatan memiliki 8 botol bom ikan siap pakai, dan 1 jeriken berisi 4 liter bahan peledak yang biasa digunakan untuk bom ikan.

Di samping itu, dari kapal dan pondok yang didatangi TS saat diamankan, terdapat sejumlah barang yang memang biasa digunakan pelaku bom ikan, seperti kompresor, alat dasar snorkeling, seperti fins dan masker. 

“Alhamdulillah kami dibantu TNI AL yang juga rutin patroli dan juga teman-teman dari Polairud. Memang perlu kerja sama untuk memberantas aksi bom ikan ini, semoga ke depannya bisa hilang sama sekali,” tandasnya. (*/oke/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:09

Lagi, Kibarkan Bendera di Laut Maratua

MARATUA – Pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Maratua, kembali dilaksanakan Berau Jurnalis…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:12

Sosialisasi DCS “Hanya” di Perkotaan

TALISAYAN – Tahapan pemilihan legislatif sudah masuk penetapan daftar caleg sementara. Namun DCS…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:06

Upacara Diwarnai Putusnya Tali Bendera

TANJUNG REDEB – Ada kejadian tak terduga pada upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-73…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:04

Auditor Bantah Ada Kongkalikong

SALAH satu auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Tenni Ginting, menegaskan jika pihaknya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:56
Kegiatan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita selama di Berau

Mendag Pantau Harga Pangan, Berikan Bantuan untuk Pedagang

Berkunjung ke Berau untuk menjadi Inspektur Upacara HUT ke-73 RI di Maratua, Menteri Perdagangan Enggartiasto…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Pesawat di Gunung Itu Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .