MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 24 Mei 2018 14:36
Dewan Tunggu Surat Partai Demokrat
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sudah sekitar dua pekan setelah kepergian Wakil Ketua II DPRD Berau Anwar, pihak DPRD Berau belum juga mengajukan permohonan pergantian antarwaktu (PAW) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau.

Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah mengatakan, pihaknya masih menunggu surat balasan berupa data pengganti dari Partai Demokrat kepada pihaknya.

“Sudah bersurat ke Partai Demokrat dan mereka masih melengkapi datanya. Setelah lengkap baru akan kami kirim ke KPU untuk verifikasi data,” katanya kepada Berau Post, Rabu (23/5).

Sesuai Peraturan KPU Nomor 6 tahun 2017, ia menerangkan, nantinya pengganti almarhum Anwar berasal dari partai dan dapil yang sama dengan Anwar. Hingganya, sampai saat ini pihak partai disebutnya masih melengkapi data pengganti yang tertera di DCT (data calon tetap) saat pencalegan.

“Surat itu sudah kami serahkan minggu lalu, cuma sampai sekarang belum ada balasannya. Kalau sudah ada balasan dan lengkap, kami akan segera membawanya ke KPU untuk dilakukan verifikasi data,” ucapnya.

Mengenai kurangnya salah satu unsur pimpinan DPRD Berau, sedikit banyak cukup dirasakan pihaknya, khususnya internal Partai Demokrat.

“Karena kan beliau ini di samping Wakil DPRD Berau juga ketua partai. Yang sering memutuskan kebijakan partai langsung ke anggotanya di fraksi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, berpulangnya Wakil Ketua DPRD Berau Anwar, membuat satu kursi anggota DPRD dari Fraksi Demokrat kosong. Pergantian antarwaktu (PAW) mau tak mau harus dilakukan guna mengisi kekosongan satu kursi tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Roby Maula mengatakan, PAW untuk anggota DPR, DPRD provinsi maupun kabupaten telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 tahun 2017. Yakni di pasal 5 yang menerangkan anggota legislatif yang berhenti antarwaktu karena tiga hal. Yakni meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan.

“Sebelumnya kami dari KPU Berau ingin menyampaikan belasungkawa atas hal ini. Karena beliau meninggal, tentunya telah masuk dalam kategori PAW yang tertuang dalam pasal 5,” katanya saat diwawancara di ruang kerjanya, Rabu (9/5).

Pada proses PAW nanti, ada prosedur-prosedur yang harus dilaksanakan sesuai dengan pasal 6 dalam PKPU Nomor 6. Yakni adanya penyampaian dari Ketua DPRD Berau mengenai meninggalnya Anwar yang disertai surat pernyataan meninggal atau kematian dari pihak terkait.

Kemudian, mengacu pada Pasal 9 ayat 1, anggota DPRD yang berhenti antarwaktu sebagaimana pasal 5, digantikan oleh calon pengganti antarwaktu yang memperoleh suara sah terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik sama dan dapil yang sama.

“Jadi semuanya sudah tertuang dalam PKPU Nomor 6 tahun 2017. Tinggal dijalankan saja lagi sesuai mekanisme dan prosedur yang ada,” ucapnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .