MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 28 Mei 2018 00:39
Dinkes Tak Lakukan Pengawasan

Peredaran Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pengawasan makanan dan minuman layak konsumsi di minimarket maupun yang dijajakan di Pasar Ramadan, tak lagi digelar jajaran Dinas Kesehatan tahun ini.

Dijelaskan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Berau Ahmad Basuki, tahun ini pihaknya memang tidak menganggarkan kegiatan tersebut. Itu diutarakannya sesuai amanat Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, yang membatasi kewenangan pengawasan oleh Dinkes hanya sebatas pengawasan terhadap pangan rumah tangga (PRT).

“Rasanya tidak ada dianggarkan tahun ini,” katanya saat diwawancara Berau Post, kemarin (27/5).

Walau demikian, tugas tersebut tetap menjadi tanggung jawab petugas puskesmas di masing-masing wilayah. “Tapi kami juga tidak monitor apakah petugas puskesmas sudah turun melakukan pengawasan atau tidak,” ujarnya.

“Yang pasti untuk pengawasannya, dilaksanakan BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) yang dilaksanakan secara terpadu,” lanjut Basuki.

BBPOM diutarakannya, sudah melakukan pemantauan makanan di sejumlah minimarket di Kabupaten Berau pada 22-23 Mei lalu dengan melibatkan Dinkes sebagai salah satu timnya. Tapi dirinya mengaku belum mengetahui hasil dari pemantauan tersebut.

“Sudah turun, tapi saya belum tahu hasilnya apakah ada temuan pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

Ditanya terkait pemantauan susulan, Basuki lagi-lagi tidak bisa memastikannya. “Mungkin di Diperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) ada,” sambungnya.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu di bawah Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinkes Berau kerap mengunjungi minimarket dan Pasar Ramadan yang ada di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau.

Walau rutin dilakukan, namun petugas masih kerap menemukan makanan makanan yang tidak layak dikonsumsi, tapi tetap dijajakan pedagang. Seperti makanan yang sudah kedaluwarsa, kemasan yang rusak, hingga penyimpanan yang tidak sesuai karena digabung dengan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 13:06

Lebih Ganas, Cacar Monyet Bisa Dicegah

TANJUNG REDEB – Singapura dan Batam sudah terinfeksi virus cacar…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:26

Curi Pupuk untuk Persiapan Lebaran

BIDUK-BIDUK - Tiga orang pelaku pencurian pupuk milik PT Jabontara…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:12

Di Bandara Ini, Belum Ada Peningkatan Penumpang

TANJUNG REDEB - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:01

Penurunan Harga Tiket Pesawat Ngga Ngefek

KELUARNYA Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:59

Didukung Orangtua, Bisa Belajar Ilmu Agama

Ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, salah satu alasan…

Jumat, 17 Mei 2019 14:32
Bupati Kutuk Aksi Pengeboman Ikan di Perairan Berau

Pelaku Pengeboman Ikan Ternyata Nelayan Luar Berau

TANJUNG REDEB– Bupati Berau Muharram mengutuk para pelaku pengeboman ikan…

Jumat, 17 Mei 2019 14:30

Tutup Celah People Power

TANJUNG REDEB – Maraknya seruan people power di berbagai media…

Jumat, 17 Mei 2019 14:28

Merasa Lebih Dekat dengan Sang Pencipta

Usianya sudah cukup matang, sudah 20 tahun. Namun Alfikayusra tak…

Jumat, 17 Mei 2019 14:26

UMSK 2019 Rp 3.250.000

ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau bersama Tim Perundingan Serikat Pekerja telah…

Kamis, 16 Mei 2019 13:12

Saksi Berhalangan, Sidang Sabu 7 Kg Ditunda

TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan perkara penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*