MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 28 Mei 2018 00:39
Dinkes Tak Lakukan Pengawasan

Peredaran Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pengawasan makanan dan minuman layak konsumsi di minimarket maupun yang dijajakan di Pasar Ramadan, tak lagi digelar jajaran Dinas Kesehatan tahun ini.

Dijelaskan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Berau Ahmad Basuki, tahun ini pihaknya memang tidak menganggarkan kegiatan tersebut. Itu diutarakannya sesuai amanat Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, yang membatasi kewenangan pengawasan oleh Dinkes hanya sebatas pengawasan terhadap pangan rumah tangga (PRT).

“Rasanya tidak ada dianggarkan tahun ini,” katanya saat diwawancara Berau Post, kemarin (27/5).

Walau demikian, tugas tersebut tetap menjadi tanggung jawab petugas puskesmas di masing-masing wilayah. “Tapi kami juga tidak monitor apakah petugas puskesmas sudah turun melakukan pengawasan atau tidak,” ujarnya.

“Yang pasti untuk pengawasannya, dilaksanakan BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) yang dilaksanakan secara terpadu,” lanjut Basuki.

BBPOM diutarakannya, sudah melakukan pemantauan makanan di sejumlah minimarket di Kabupaten Berau pada 22-23 Mei lalu dengan melibatkan Dinkes sebagai salah satu timnya. Tapi dirinya mengaku belum mengetahui hasil dari pemantauan tersebut.

“Sudah turun, tapi saya belum tahu hasilnya apakah ada temuan pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

Ditanya terkait pemantauan susulan, Basuki lagi-lagi tidak bisa memastikannya. “Mungkin di Diperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) ada,” sambungnya.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu di bawah Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinkes Berau kerap mengunjungi minimarket dan Pasar Ramadan yang ada di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau.

Walau rutin dilakukan, namun petugas masih kerap menemukan makanan makanan yang tidak layak dikonsumsi, tapi tetap dijajakan pedagang. Seperti makanan yang sudah kedaluwarsa, kemasan yang rusak, hingga penyimpanan yang tidak sesuai karena digabung dengan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. (sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*