MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 29 Mei 2018 12:37
Budidaya Tambak Menjanjikan
CERAH: Budidaya perikanan di tambak lebih menguntungkan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau, menyebutkan dari beberapa budidaya perikanan di Bumi Batiwakal, yang paling prospek dan menjanjikan adalah tambak

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, bahwa untuk jenis perikanan sendiri yang memiliki potensi lebih kepada jenis udang windu dan ikan bandeng.

Hal tersebut sebagaimana pemetaan yang dilakukan pihaknya, terkait  hasil tambak di wilayah pesisir. Budidaya tambak dianggap sangat berpotensi, dikarenakan masyarakat  sudah membuktikannya, dan berhasil secara produktivitas serta cocok pengembangannya.

“Kami membagi tiga kawasan tambak, di daerah utara, tengah dan selatan. Kalau untuk wilayah utara di Kecamatan Pulau Derawan, seperti di Pagat Batumbuk, Kasai, Teluk Semanting. Wilayah tengah itu Sukan Tengah, Mantaritip. Dan kalau untuk wilayah Selatan itu Tabalar,” ujarnya kepada Berau Post, Senin (28/5) kemarin.

Sementara itu, untuk udang yang memiliki potensi dan prospek paling cerah.

Lanjut Yunda, identifikasi pihaknya adalah kawasan-kawasan yang tepat untuk budidaya tambak, berada di kawasan  pesisir dan berpotensi untuk tambak. Karena, menurutnya, yang namanya tambak itu berada di kawasan mangrove lebih cocok.

“Kenapa udang? yang pertama pasarannya cukup bagus, karena udang itu tidak ada matinya. Dan sejauh ini harga udang tidak turun, selain itu kondisi geografis di tambak secara ekologi cukup untuk udang,” jelasnya.

Untuk harga udang, jenis windu bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram dan pasarnya itu pasti.

Terkait kendala, yang dihadapi dalam budidaya tambak yakni luas tambak yang rata–rata di atas 10 hektare, petak, kemudiaan kualitas benur yang sulit beradaptasi, serta harga pakan yang mahal. (*/oke/app)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:02

Bensin Eceran Kembali Rp 10 Ribu Per Botol

TALISAYAN - Sempat turun menjadi Rp 8.000 per botol, harga bensin eceran di Kampung Talisayan, naik…

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .