MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Juni 2018 12:56
KENAPA..?? Petani Lada Beralih ke Kelapa Sawit

Dampak Harga Lada Terus Merosot

JADI ANDALAN: Kelapa sawit kini jadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PROKAL.CO, BATU PUTIH Lesunya harga lada membuat banyak petani banyak beralih ke perkebunan kelapa sawit.

Seperti terlihat di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Prospek perkebunan kelapa sawit diyakini cukup menggiurkan.  Di samping harga yang relatif stabil, petani juga tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panen, lantaran pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Talisayan atau di Kecamatan Biatan selalu menerima buah yang dijual oleh petani melalui pola kerja sama kemitraan.

Salah soerang petani sawit di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Latekka, dengan masa panen yang cukup singkat memberikan keuntungan tersendiri bagi petani.  "Kalau panen biasanya 20 sampai 25 hari sekali. Ada juga yang lebih cepat," ungkapnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (1/6).

Ia mengatakan, kelapa sawit menjadi usaha alternatif warga, ketika harga lada tak kunjung stabil. Sebab, beberapa waktu lalu, lada seperti menjadi tanaman wajib untuk dikembangkan lantaran harganya yang begitu mahal. Namun, dua tahun terakhir harga lada terus merosot.

"Meskipun per kilogramnya tak semahal lada, tapi harganya cenderung stabil dari tahun ke tahun," bebernya.

Meski perkebunan kelapa sawit miliknya tidak cukup luas, namun diakuinya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendati demikian, untuk memelihara buah kelapa sawit tetap berkualitas perlu diberikan pupuk secara berkala, agar baik buah maupun daunnya dapat tumbuh lebih baik. Hanya saja, kendala mereka ialah harga pupuk untuk sawit yang cukup mahal.

Apalagi untuk pemeliharaan kelapa sawit harus menggunakan cukup banyak pupuk agar kelapa sawit tetap berbuah meskipun dilakukan pemanenan secara terus menerus.  "Kendalanya pupuk. Karena harga pupuk bisa mencapai Rp 250 lebih per karung 50 Kg karena tidak pakai subsidi. Nah ini yang jadi keluhan," bebernya.

Hal senada juga dikatakan petani kelapa sawit lainnya, Busnain. Dirinya berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan petani kelapa sawit, terutama dalam hal pupuk. Sebab, hampir semua pupuk yang dijual harganya cukup mahal.

"Kalau bisa dibantu pupuk bersubsidi sehingga beban yang dikeluarkan tidak begitu besar," tandasnya. (*/sht/sam)


BACA JUGA

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…

Senin, 31 Desember 2018 14:21

Harga Daging Ayam Capai Rp 42 Ribu Per Kg

TANJUNG REDEB – Harga daging ayam di Pasar Sanggam Adji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*