MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 02 Juni 2018 12:56
KENAPA..?? Petani Lada Beralih ke Kelapa Sawit

Dampak Harga Lada Terus Merosot

JADI ANDALAN: Kelapa sawit kini jadi andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PROKAL.CO, BATU PUTIH Lesunya harga lada membuat banyak petani banyak beralih ke perkebunan kelapa sawit.

Seperti terlihat di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Prospek perkebunan kelapa sawit diyakini cukup menggiurkan.  Di samping harga yang relatif stabil, petani juga tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panen, lantaran pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Talisayan atau di Kecamatan Biatan selalu menerima buah yang dijual oleh petani melalui pola kerja sama kemitraan.

Salah soerang petani sawit di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Latekka, dengan masa panen yang cukup singkat memberikan keuntungan tersendiri bagi petani.  "Kalau panen biasanya 20 sampai 25 hari sekali. Ada juga yang lebih cepat," ungkapnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (1/6).

Ia mengatakan, kelapa sawit menjadi usaha alternatif warga, ketika harga lada tak kunjung stabil. Sebab, beberapa waktu lalu, lada seperti menjadi tanaman wajib untuk dikembangkan lantaran harganya yang begitu mahal. Namun, dua tahun terakhir harga lada terus merosot.

"Meskipun per kilogramnya tak semahal lada, tapi harganya cenderung stabil dari tahun ke tahun," bebernya.

Meski perkebunan kelapa sawit miliknya tidak cukup luas, namun diakuinya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendati demikian, untuk memelihara buah kelapa sawit tetap berkualitas perlu diberikan pupuk secara berkala, agar baik buah maupun daunnya dapat tumbuh lebih baik. Hanya saja, kendala mereka ialah harga pupuk untuk sawit yang cukup mahal.

Apalagi untuk pemeliharaan kelapa sawit harus menggunakan cukup banyak pupuk agar kelapa sawit tetap berbuah meskipun dilakukan pemanenan secara terus menerus.  "Kendalanya pupuk. Karena harga pupuk bisa mencapai Rp 250 lebih per karung 50 Kg karena tidak pakai subsidi. Nah ini yang jadi keluhan," bebernya.

Hal senada juga dikatakan petani kelapa sawit lainnya, Busnain. Dirinya berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan petani kelapa sawit, terutama dalam hal pupuk. Sebab, hampir semua pupuk yang dijual harganya cukup mahal.

"Kalau bisa dibantu pupuk bersubsidi sehingga beban yang dikeluarkan tidak begitu besar," tandasnya. (*/sht/sam)


BACA JUGA

Sabtu, 11 Mei 2019 13:59

Beras di Bulog Cukup Sampai Lebaran

TELUK BAYUR – Kepala Seksi Logistik Bulog Berau, Hadriansyah, klaim…

Jumat, 10 Mei 2019 11:32

Harga Cabai Semakin Pedas, Bawang Kian Menyengat

TELUK BAYUR – Ramadan belum sepekan, namun sejumlah harga bumbu…

Jumat, 10 Mei 2019 11:29

Di Tanjung Batu, Gas Melon Tembus Rp 50 Ribu

TANJUNG BATU - Harga elpiji 3 Kilogram (kg) melambung tinggi…

Kamis, 09 Mei 2019 16:35

Kuatkan dengan Pernyataan Camat

TANJUNG REDEB – Tahapan pencabutan izin 207 koperasi bermasalah di…

Rabu, 08 Mei 2019 11:57

Ramadan, Harga Ayam Melambung

TANJUNG REDEB – Dua hari di bulan Ramadan, Kepala Dinas…

Selasa, 07 Mei 2019 13:56

Pasar Ramadan Diserbu Masyarakat

TANJUNG REDEB – Ratusan warga membanjiri Pasar Ramadan yang berada…

Sabtu, 04 Mei 2019 13:31

Penyaluran Elpiji 3 Kg Diakui Salah Sasaran

TANJUNG REDEB - Meski PT Pertamina telah memastikan bakal menambah…

Jumat, 03 Mei 2019 15:13

Penjualan Elpiji 3 Kg Diserbu Warga

TANJUNG REDEB – Puluhan warga terlihat berdesakan saat mengantre elpiji…

Rabu, 01 Mei 2019 14:14

Harga Daging Ayam Tembus Rp38 Ribu

TELUK BAYUR - Menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok…

Selasa, 30 April 2019 15:27

Kuota Gas Melon Ditambah

TANJUNG REDEB - Penggunaan gas elpiji selama Ramadan diprediksi meningkat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*