MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 03 Juni 2018 00:16
Harga dan Pasar, Jadi Faktor Utama Pengembangan Pertanian
TERUS DIKEMBANGKAN: Salah satu lokasi pertanian yang ada di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Sektor pertanian sepertinya masih menjadi sektor penting bagi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Talisayan. Seperti halnya pemerintah Kampung Bumi Jaya, yang menjadikan sektor pertanian unggulan. Apalagi, pertanian memang memiliki potensi cukup baik untuk dikembangkan di wilayah tersebut.

Kepala Kampung Bumi Jaya Simprinas Erwan menyebutkan, pertanian masih belum bisa ditinggalkan begitu saja oleh masyarakatnya,  khususnya kedelai dan padi.

"Pertanian ini penting, dan tidak bisa ditinggalkan. Apalagi potensi tanahnya juga mendukung," ungkapnya pada Berau Post.

Saat ini dikatakannya, luas pertanian yang telah tergarap sekitar lebih seratus hektare. Dan masih ada lahan potensial lain yang belum tergarap.

Meski dikatakannya, masih banyak kekurangan dalam mengembangkan sektor pertanian di kampungnya, pihaknya tetap berupaya segala kekurangan itu dapat diwujudkan baik itu dengan menggunakan dana ADK, maupun melayangkan sejumlah usulan ke dinas terkait melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.

"Kami juga selalu menjalin komunikasi dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di wilayah Talisayan untuk pengembangan pertanian di sini," bebernya.

Dirinya berharap, prospek pertanian dapat lebih baik kedepannya,  terutama dalam segi harga dan pasaran. Sebab, dalam mengembangkan pertanian, dua hal tersebut yang kerap menjadi sorotan petani tidak hanya di Kampung Bumi Jaya,  melainkan petani di kampung lain.

Ia menilai, jika harga lesu dan cenderung merugikan petani, dapat dipastikan pertanian tidak akan berkembang dengan cepat.

"Tentu harus didukung dengan harga yang baik dan pasaran yang terjamin. Sehingga selain menguntungkan petani, sektor pertanian akan lebih berkembang," pungkasnya.  (*/sht/app)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .