MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 00:12
Satu Buruh Jadi Tersangka

Oknum Perusak Pintu KUPP Tanjung Redeb

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Polres Berau telah menetapkan AR (30), oknum buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBP) sebagai tersangka. AR diduga melakukan perusakan fasilitas di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Klas III Tanjung Redeb, saat menggelar demonstrasi Rabu (30/1) lalu.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, penetapan AR sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya memeriksa empat orang saksi.

"Saat terjadi perusakan, KUPP langsung membuat laporan, besoknya kita langsung tetapkan satu orang sebagai tersangka," ujarnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (5/6).

Walau ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap AR. Itu mengingat ancaman pidana yang diberikan kepada AR sesuai pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maksimal hanya dua tahun penjara.

Dijelaskan Andika, sesuai dengan pasal 21 Undang-Undang KUHAP, penahanan hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun.

"Tapi kasusnya tetap kami proses, tersangka hanya wajib lapor ke polisi," jelasnya.

Terkait perusakan itu, pihaknya mengaku tidak tahu apakah tersangka melakukan ganti rugi atau tidak. "Untuk ganti rugi kami tidak tahu, kami cuma proses hukumnya aja," singkat Andika.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan buruh TKBM di KUPP Tanjung Redeb, Rabu (30/5) lalu, berujung aksi perusakan pintu KUPP oleh massa.

Aksi digelar untuk mempertanyakan pembayaran upah buruh oleh Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Batu Bara Indonesia (APBMI) sejak Januari lalu.

Kondisi sempat memanas, lantaran Kepala KUPP Hery Suryanto, tidak berada di lokasi karena sedang berada di luar daerah. Ketidakhadiran itu dinilai buruh sengaja dilakukan untuk menghindari aksi tersebut.

“Dia (Hery Suryanto, red) sengaja pergi untuk menghindari demo,” sontak teriakan ratusan buruh yang menggelar aksi di depan KUPP, beberapa waktu lalu.

Naik pitam, salah satu buruh langsung menghampiri kantor dan melemparkan helm ke pintu kaca KUPP. (sam/udi)

 

Ganggu Iklim Investasi

PERUSAKAN fasilitas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb dan aksi mogok kerja buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di area Transhipment Point Muara Pantai, sangat disayangkan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Berau, Rabiatul Islamiyah.

Pasalnya, mogok kerja yang dilakukan buruh TKBM membuat ribuan hingga puluhan ribu metrik ton batu bara "nyangkut" di area Transhipment Point. "Ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian Berau. Karena seperti yang kita ketahui, saat ini ekonomi kita masih ditopang oleh bisnis batu bara," katanya saat diwawancara Berau Post, Selasa (5/6).

Dampak dari mogok kerja tersebut, menghambat perputaran roda perekonomian yang tentunya akan merugikan pengusaha. Kondisi itu juga bisa mengganggu rencana investasi yang akan masuk ke Bumi Batiwakkal. "Dari sisi perpajakan juga terkena dampaknya. Karena batu bara yang dijual oleh perusahaan itu ada pajaknya, dan itu kalau benar-benar terjadi sangat merugikan daerah," ucapnya.

Selain itu, Rabiatul juga mengkhawatirkan batu bara yang dibiarkan begitu saja malah terbakar. Sebab area Transhipment Point berada di tengah laut yang memiliki suhu cukup panas. "Khawatirnya juga batu bara di sana terbakar dan itu akan merugikan pihak pengusaha lagi," ucapnya.

"Karena itu kami dari pemerintah sangat berharap secepatnya ada solusi. Soalnya bila terus menerus terjadi, juga merusak iklim investasi dan citra Kabupaten Berau," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, upaya penyelesaian persoalan antara Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan GBEI Berau dengan buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), difasilitasi Bupati Berau Muharram.

Rapat mendadak yang digelar ruang rapat Kakaban, kantor Bupati Berau pada Senin (4/6) siang, dihadiri pihak APBMI Berau, GBEI Berau, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau serta pihak-pihak terkait, kecuali perwakilan Koperasi TKBM.

Bupati Muharram yang diwawancara seusai rapat mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi situasi darurat yang bisa muncul akibat tidak kondusifnya lingkungan pelabuhan. Karena akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat yang dan pengusaha, bahkan hingga ratusan juta rupiah per harinya.

"Ada kesepakatan yang dihasilkan, di antaranya TKBM dan APBMI Berau akan tetap memberlakukan khusus, jika terjadi masalah darurat dan koperasi TKBM tidak sanggup melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, maka boleh mendatangkan tenaga buruh dari luar," katanya saat diwawancara awak media ini, Senin (4/6).

Dalam rapat tersebut, disepakati agar pengusaha bongkar muat yang masih memiliki utang kepada buruh TKBM pada tahun 2017, diinstruksikan agar segera membayar. Para pengusaha disebutnya tak usah takut pembayarannya dianggap pungli, sebab pihak kepolisian dan kejaksaan telah menjamin hal tersebut.

Sementara untuk tuntutan para buruh yang meminta pembagian hasil dari bulan Januari hingga saat ini, dikatakan Muharram, akan kembali dibicarakan pihak-pihak terkait di kemudian harinya. "Terkait proses penyempurnaan kesepakatan pada tahun 2010 oleh pihak-pihak yang bersangkutan, setiap tahunnya sudah diperbaharui dengan mengacu Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 152," ucapnya.

"Dan adanya rencana mogok kerja di Pelabuhan Tanjung Redeb oleh buruh TKBM, saya harapkan tidak terjadi. Karena sejauh ini kita ingin cari solusi mengatasi persoalan ini," tambahnya. (arp/udi)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 15:21
BREAKING NEWS

JANGAN DITIRU..!! Lebaran, Pengendara Motor Banyak Tak Pakai Helm

TANJUNG REDEB - Mulai hari pertama hingga ketiga lebaran, masih banyak pengendara motor tidak menggunakan…

Sabtu, 16 Juni 2018 16:50

30 Petugas Dishub Siaga di Lima Posko Mudik Lebaran

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan Berau, kerahkan 30 anggotanya guna menyukseskan arus mudik Lebaran…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:15

Pembesuk Membeludak, Rutan Batasi Waktu

TANJUNG REDEB - Pembesuk pada hari kedua Lebaran di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IB membeludak,…

Jumat, 15 Juni 2018 18:15

Pembesuk Membeludak, Penjagaan Rutan Diperketat

TANJUNG REDEB – Pengaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb diperketat. …

Jumat, 15 Juni 2018 16:31

Momen Lebaran, Lokasi Wisata Ramai

SAMBALIUNG - Meski tengah dalam suasana Idul Fitri, namun tak menyurutkan antusias masyarakat untuk…

Jumat, 15 Juni 2018 12:27

BERKAH..!! Idulfitri, Empat Narapidana Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB – Ada 369 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb…

Jumat, 15 Juni 2018 08:32
BREAKING NEWS

Semangat Salat Idulfitri Meski Hujan

TANJUNG REDEB - Hujan yang menguyur Bumi Batiwakkal sejak dini hari tidak melunturkan semangat umat…

Jumat, 15 Juni 2018 08:25
BREAKING NEWS

Kebakaran di Lamin Diduga karena Korsleting Listrik

TELUK BAYUR - Kebakaran di kawasan Lamin, Kecamatan Teluk Bayur merupakan rumah sewa milik Suroto. Diduga…

Jumat, 15 Juni 2018 05:06
BREAKING NEWS

Teluk Bayur Kebakaran Lagi, Rumah di Lamin Hangus

TELUK BAYUR - Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (15/6). Setelah sebelumnya di…

Kamis, 14 Juni 2018 22:15
BREAKING NEWS

Kumandang Takbir hingga Pesisir

TALISAYAN - Tak mau kalah, Kecamatan Talisayan juga mengumandangkan takbir dengan konvoi kendaraan keliling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .