MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 00:12
Satu Buruh Jadi Tersangka

Oknum Perusak Pintu KUPP Tanjung Redeb

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Polres Berau telah menetapkan AR (30), oknum buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBP) sebagai tersangka. AR diduga melakukan perusakan fasilitas di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Klas III Tanjung Redeb, saat menggelar demonstrasi Rabu (30/1) lalu.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, penetapan AR sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya memeriksa empat orang saksi.

"Saat terjadi perusakan, KUPP langsung membuat laporan, besoknya kita langsung tetapkan satu orang sebagai tersangka," ujarnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (5/6).

Walau ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap AR. Itu mengingat ancaman pidana yang diberikan kepada AR sesuai pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maksimal hanya dua tahun penjara.

Dijelaskan Andika, sesuai dengan pasal 21 Undang-Undang KUHAP, penahanan hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun.

"Tapi kasusnya tetap kami proses, tersangka hanya wajib lapor ke polisi," jelasnya.

Terkait perusakan itu, pihaknya mengaku tidak tahu apakah tersangka melakukan ganti rugi atau tidak. "Untuk ganti rugi kami tidak tahu, kami cuma proses hukumnya aja," singkat Andika.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan buruh TKBM di KUPP Tanjung Redeb, Rabu (30/5) lalu, berujung aksi perusakan pintu KUPP oleh massa.

Aksi digelar untuk mempertanyakan pembayaran upah buruh oleh Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Batu Bara Indonesia (APBMI) sejak Januari lalu.

Kondisi sempat memanas, lantaran Kepala KUPP Hery Suryanto, tidak berada di lokasi karena sedang berada di luar daerah. Ketidakhadiran itu dinilai buruh sengaja dilakukan untuk menghindari aksi tersebut.

“Dia (Hery Suryanto, red) sengaja pergi untuk menghindari demo,” sontak teriakan ratusan buruh yang menggelar aksi di depan KUPP, beberapa waktu lalu.

Naik pitam, salah satu buruh langsung menghampiri kantor dan melemparkan helm ke pintu kaca KUPP. (sam/udi)

 

Ganggu Iklim Investasi

PERUSAKAN fasilitas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb dan aksi mogok kerja buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di area Transhipment Point Muara Pantai, sangat disayangkan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Berau, Rabiatul Islamiyah.

Pasalnya, mogok kerja yang dilakukan buruh TKBM membuat ribuan hingga puluhan ribu metrik ton batu bara "nyangkut" di area Transhipment Point. "Ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian Berau. Karena seperti yang kita ketahui, saat ini ekonomi kita masih ditopang oleh bisnis batu bara," katanya saat diwawancara Berau Post, Selasa (5/6).

Dampak dari mogok kerja tersebut, menghambat perputaran roda perekonomian yang tentunya akan merugikan pengusaha. Kondisi itu juga bisa mengganggu rencana investasi yang akan masuk ke Bumi Batiwakkal. "Dari sisi perpajakan juga terkena dampaknya. Karena batu bara yang dijual oleh perusahaan itu ada pajaknya, dan itu kalau benar-benar terjadi sangat merugikan daerah," ucapnya.

Selain itu, Rabiatul juga mengkhawatirkan batu bara yang dibiarkan begitu saja malah terbakar. Sebab area Transhipment Point berada di tengah laut yang memiliki suhu cukup panas. "Khawatirnya juga batu bara di sana terbakar dan itu akan merugikan pihak pengusaha lagi," ucapnya.

"Karena itu kami dari pemerintah sangat berharap secepatnya ada solusi. Soalnya bila terus menerus terjadi, juga merusak iklim investasi dan citra Kabupaten Berau," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, upaya penyelesaian persoalan antara Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan GBEI Berau dengan buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), difasilitasi Bupati Berau Muharram.

Rapat mendadak yang digelar ruang rapat Kakaban, kantor Bupati Berau pada Senin (4/6) siang, dihadiri pihak APBMI Berau, GBEI Berau, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau serta pihak-pihak terkait, kecuali perwakilan Koperasi TKBM.

Bupati Muharram yang diwawancara seusai rapat mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi situasi darurat yang bisa muncul akibat tidak kondusifnya lingkungan pelabuhan. Karena akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat yang dan pengusaha, bahkan hingga ratusan juta rupiah per harinya.

"Ada kesepakatan yang dihasilkan, di antaranya TKBM dan APBMI Berau akan tetap memberlakukan khusus, jika terjadi masalah darurat dan koperasi TKBM tidak sanggup melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, maka boleh mendatangkan tenaga buruh dari luar," katanya saat diwawancara awak media ini, Senin (4/6).

Dalam rapat tersebut, disepakati agar pengusaha bongkar muat yang masih memiliki utang kepada buruh TKBM pada tahun 2017, diinstruksikan agar segera membayar. Para pengusaha disebutnya tak usah takut pembayarannya dianggap pungli, sebab pihak kepolisian dan kejaksaan telah menjamin hal tersebut.

Sementara untuk tuntutan para buruh yang meminta pembagian hasil dari bulan Januari hingga saat ini, dikatakan Muharram, akan kembali dibicarakan pihak-pihak terkait di kemudian harinya. "Terkait proses penyempurnaan kesepakatan pada tahun 2010 oleh pihak-pihak yang bersangkutan, setiap tahunnya sudah diperbaharui dengan mengacu Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 152," ucapnya.

"Dan adanya rencana mogok kerja di Pelabuhan Tanjung Redeb oleh buruh TKBM, saya harapkan tidak terjadi. Karena sejauh ini kita ingin cari solusi mengatasi persoalan ini," tambahnya. (arp/udi)

 

 


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:28

Hari Ini, Bantuan Diberangkatkan

BANTUAN kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah, melalui Posko Ikatan Kerukunan Keluarga…

Senin, 15 Oktober 2018 13:27

Gangguan yang Sangat Mengganggu

GANGGUAN pelayanan telekomunikasi, kelistrikan dan air bersih yang terjadi kemarin (14/10), turut disayangkan…

Senin, 15 Oktober 2018 13:26

Jasa Pelayanan ‘KO’ di Akhir Pekan

TANJUNG REDEB – Listrik padam, air tidak mengalir dan koneksi internet terputus, terjadi dalam…

Senin, 15 Oktober 2018 13:25

Hasilnya Tak Berkah, Ada Cela pada Hukum Indonesia

Hasil tangkapannya melimpah. Namun tidak pernah dirasakan membawa berkah. Ali pun telah menyadarinya.…

Senin, 15 Oktober 2018 13:22

Pertimbangan Sarana, TC Digelar di Samarinda

Ingin mencatatkan sejarah, kontingen senam Berau optimistis mampu membawa pulang minimal dua medali…

Senin, 15 Oktober 2018 13:20

DKPP Sebut Belum Jadi Laporan

TANJUNG REDEB – Informasi dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner Komisi…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:47

Presiden Bakal ke Maratua?

TANJUNG REDEB – Sejak mulai beroperasional pada akhir tahun 2017 lalu, akhirnya Bandara Maratua…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:44

Posko Masih Terima Bantuan

JELANG keberangkatan menuju Sulawesi Tengah untuk membawa berbagai bantuan dari masyarakat Berau, Posko…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:42

Hadapi Banyak Kendala, Siap Berjuang hingga Akhir

Cabor basket minimal targetkan lolos fase grup pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kutai…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:41

Jangan Takut Lapor Jika Dirugikan

TANJUNG REDEB - Bukan hanya di Kabupaten Berau, laporan Partai Perindo terhadap oknum komisioner Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .