MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 09 Juni 2018 00:19
Tak Melahirkan di Faskes Bakal Didenda
LAKUKAN SOSIALISASI: Kepala UPTD Puskesmas Batu Putih, Wiwik Muninggar saat memberikan sosialisasi di Kampung Sumber Agung Di Kecamatan Batu Putih, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Demi menekan angka kematian ibu dan bayi ketika proses  lahiran, UPTD Puskesmas Batu Putih mengimbau, agar ibu hamil selalu rutin memeriksakan kesehetan kandungan serta ibunya di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Tak hanya itu, Kepala UPTD Puskesmas Batu Putih, Wiwik Muninggar, juga mengatakan, ibu melahirkan harus dibawa ke Puskesmas terdekat paling tidak ke fasilitas kesehatan yang ada di kampung masing-masing.

"Karena memang tidak boleh lagi ada lahiran di rumah," ungkapnya kepada Berau Post, Jumat (8/6).

Meski demikian, ada saja ibu yang melahirkan menggunakan dukun beranak ketimbang bidan yang telah ditugaskan di setiap kampung. Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya merencanakan akan membuat aturan denda, bagi setiap ibu yang melahirkan di rumah. Ia mengatakan, alasan tersebut bukan merupakan langkah intimidasi, namun upaya pihaknya mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Aturan denda itu, lanjut dia, tidak akan dilakukan sepihak, melainkan akan berkoordinasi dengan aparat kampung serta pemerintah kecamatan. Agar rencana pemberian denda dapat didukung dengan peraturan kampung.

"Kalau di wilayah kami sedang dalam pengkajian. Mungkin kedepan, akan didiskusikan ke kepala kampung yang ada di wilayah administrasi kami," jelasnya.

Mengacu pada program Indonesia sehat, saat ini, tidak ada lagi kelahiran yang ditolong selain dari petugas kesehatan. Sebab, jika ditolong oleh dukun beranak dikhawatirkan terjadi kegawatdaruratan, dan penanganannya terlambat dalam mendapatkan pertolongan. Hal ini akan berakibat ibu tersebut terlambat menuju tempat rujukan. "Ini yang berbahaya," imbuhnya.

Saat ini, setiap kampung atau pemerintah desa juga telah mendukung dengan cara memfasilitasi dengan adanya poskesdes, serta melakukan pengadaan ambulans kampung. Di samping itu, ada juga kampung yang membuat perkam untuk bersalin ke puskesmas atau poskesdes setempat.

"Semua dilakukan demi kepentingan masyarakat,  khususnya bagi ibu bersalin. Dan mungkin, sudah ada kampung yang telah menyertakan denda bagi ibu yang tidak mau bersalin ke fasilitas kesehatan," jelasnya.

Ia melanjutkan, jika dulu masih ada yang melahirkan di rumah dan ditolong oleh dukun beranak, itu dikarenakan akses menuju puskesmas sulit, dan tak terjangkau. Sementara sekarang tambah dia, pemerintah terus berupaya bagaimana caranya agar masyarakat mudah mendatangi fasilitas kesehatan agar ibu hamil, dan ibu bersalin mudah menjangkaunya.

Untuk dukun beranak, diakuinya, perannya masih dibutuhkan pihaknya, yakni sebagai mitra bidan atau perawat dalam proses melahirkan.

"Mereka bisa bekerja sama dalam memberikan motivasi, dan edukasi bagi ibu hamil agar melahirkan di fasilitas kesehatan," bebernya.

Untuk tercapainya tujuan tersebut, pihaknya membutuhkan kerja sama dari berbagai lintas sektor terkait. Seperti unsur Muspika Kecamatan, pemerintah kampung, PKK seluruh masyarakat, agar program pemerintah bisa segera tercapai, yaitu 100 persen kelahiran dilakukan di fasilitas kesehatan.

Dalam mendukung hal tersebut, pihaknya juga memiliki kegiatan inovatif yang sedang dikembangkan. Yakni KSI (kader sayang ibu), di mana melibatkan kelompok dasa wisma sebagai pelapor. Sehingga, bila ada ibu hamil di kelompok tersebut,  ibu yang lain dapat mendorongnya untuk datang  ke bidan setempat guna mendapatkan pemeriksaan.

"Harapannya, 100 persen kelahiran dilakukan di fasilitas kesehatan, dan ditolong dengan tenaga kesehatan yang kompeten," tandasnya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:41

63 Warga Palu Mengungsi ke Bidukbiduk.

BIDUKBIDUK - Pasca gempa dan tsunami puluhan warga korban gempa dari Palu berbondong-bondong mengungsi…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:40

Minimalisir Terjadinya Konflik Sosial

TANJUNG REDEB –Antisipasi terhadap konflik sosial dilakukan Dinas Sosial Berau, lewat pertemuan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:39

Sinyal Telepon Hilang, Diduga BTS Rusak

BATU PUTIH - Jaringan telekomunikasi di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih kerap terganggu. Bahkan,…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
0

Musim Hujan, Karhutla Nihil

TABALAR – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah tidak terlihat lagi. Penyebabnya…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:29

Segera Urus Izin Mendirikan Bangunan

TANJUNG REDEB - Upaya memaksimalkan kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh masyarakat terus…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:28

Urus Pindah Domisili Cukup Lampirkan KK

TANJUNG REDEB - Menindaklanjuti surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang kepengurusan pindah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:27

Satu Jam Kendaraan Mengular di Tabalar

TABALAR- Kelancaran aktivitas lalu lintas di jalur provinsi yang berada di poros jalan Kecamatan Tabalar…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:26

Galakkan Kebersihan, Cegah DBD

TALISAYAN - Camat Talisayan David Pamudji, meminta kepada masyarakat yang berada di wilayah administrasinya,…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:24

Pantau Tempat-Tempat Rawan untuk Mesum

TANJUNG REDEB – Beredarnya foto oknum warga yang diduga melakukan tindakan asusila di tepian teratai…

Senin, 15 Oktober 2018 13:45

Ada Isu Tsunami, Wisatawan Cuek, Biduk-Biduk Ramai

BIDUKBIDUK – Beredarnya isu tsunami di Bidukbiduk, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .