MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 09 Juni 2018 00:24
FILANTROPISME RAMADAN
Oleh: Siti Aminah, S.Pd.I

PROKAL.CO, SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang menunjukkan cinta pada manusia. Istilah filantropi (Philanthropy) ini sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Dari kata “philos  yang berarti cinta dan antropos yang berarti manusia. Maka secara harfiah adalah praktik dari saling memberi, melayani dan sukarela untuk membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

Momen Ramadan menjadi pagelaran yang ramai untuk trend Filantropisme. Filantropisme yaitu suatu kepedulian sosial atau bentuk kedermawanan seseorang atau lembaga kepada orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sesama. Bulan Ramadan menjadi cipratan kebaikan untuk orang papa, tidak berpunya dan jauh dari kata mampu. Bulan Ramadan menjadi bulan berbagi. Aktivis tidak kalah menariknya di persimpangan jalan berkubu-kubu membagi-bagikan takjil gratis kepada masyarakat yang melewati jalan tersebut. Mengadakan safari Ramadan hingga mengundang yatim, yatim piatu dan orang yang dianggap tidak punya untuk berbagi keberkahan Ramadan diawali dengan buka bersama, bagi sembako gratis, hingga mengadakan lomba-lomba yang di akhir lomba pemenang di berikan hadiah yang menyenangkan.

Hampir setiap Ramadan, filantropisme seakan ikut hadir menyemarakkan bulan Ramadan bukti keberkahan bulan Ramadan. Sebagai seorang muslim sudah seharusnya peduli dengan orang lemah di sekitar mereka. Karena dalam harta mereka ada hak kaum lemah atau fakir miskin. Sebagaimana yang di jelaskan dalam kitab suci Al-Quranul karim surah Al-Baqarah:261 sebagai berikut:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. QS. Al-Baqarah:261”

Juga  dalam Al-Qur’an di antaranya dijelaskan pada firman Allah SWT terkait filantropisme yang terdapat pada surat alHadid (57): 10-11:  Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masingmasing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Menurut Quraish Shihab, ayat ini secara khusus menganjurkan infak dan mengecam mereka yang kikir. Dengan pertanyaan ”dan mengapa kamu” yakni apa yang akan terjadi pada diri kamu serta apa dalih yang dapat kamu ajukan sehingga kamu, tidak berinfak menafkahkan sebagian harta kamu pada jalan Allah, padahal milik Allah sematamata warisan, yakni yang memiliki dan mempusakai langit dan bumi serta segalaa isinya.

Di dalam hadits shohih,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda  sebagai berikut: “Tidaklah sodaqah mengurangi harta..” (Muslim, no. 6592).

Berapa banyak manusia yang menahan hartanya dan tidak menginfakkan harta tersebut di jalan Allah, maka Allah menguasakan atas hartanya penyakit atau musibah seperti                                                                                                  kehilangan, kebakaran, dicuri, dirampok dan yang semisalnya; atau penyakit-penyakit yang menimpa pemilik harta tersebut pada badannya atau keluarganya sehingga membutuhkan biaya yang besar untuk menyembuhkannya; dan di sisi lain seseorang yang mensedekahkan hartanya dan menginfakkan hartanya di jalan Allah maka Allah luaskan rezeki baginya.

Selain bentuk-bentuk filantropisme yang biasa terlihat, seperti bagi takjil gratis, bagi sembako gratis, buka bersama anak yatim dan safari Ramadan. Bulan Ramadan juga menjadi momentum untuk membersihkan jiwa dan harta orang Islam, yaitu pengeluaran zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta yang dimiliki orang Islam bila sudah mencapai waktunya (Nishab). Hampir di setiap toko, supermarket, atau lembaga membuka tempat penerimaan zakat. Ormas hingga organisasi Islam maupun Baznaz membuka penerimaan zakat stand by dengan petugas yang sip-sip an setiap hari selama bulan Ramadan tugas melayani masyarakat yang akan membayarkan zakatnya. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang harus dibayar dan dipenuhi untuk dikeluarkan zakatnya. Sebagai pembersihan jiwa dari dosa-dosa dan membersihkan harta yang dimiliki agar kelak di akhirat kelak tidak menjadi beban untuk pemiliknya. Sehingga Islam mewajibkan kepada pengikutnya untuk mengeluarkan zakatnya.

Di dalam zakat juga terkandung hak-hak orang lemah atau fakir miskin. Sehingga dengan adanya zakat menjadi penggembira bagi fakir miskin untuk pemenuhan kebutuhan dan ikut serta meringankan beban orang tak berpunya dengan  adanya zakat.

Adanya filantropisme bukan hal yang baru bahkan merupakan perintah sebagaimana telah disinggung dalam ayat dan hadits di atas. KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah berkali-kali mengulang surah Al-Ma’un tentu ada tujuan kompleks yakni peka dengan kaum lemah (Mustad’afin) dan  janganlah menjadi pendusta agama dengan menghardik dan membiarkan orang miskin dan yatim di sekitar kita tanpa ada rasa kepekaan untuk membantu mereka, sebagaimana dalam poin surah Al-Ma’un.  Dengan adanya filantropisme sehingga, mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Maka akan bertambah harmonis dan terciptalah persaudaraan diantara si kaya dan si miskin. Akan tercipta rasa kepeduliaan antar sesama, rasa solidaritas yang besar akan arti hidup saling berkasih sayang da mencintai sesama manusia.

Demikianlah, tulisan singkat terkait filantropisme Ramadan, semoga bermanfaat dan menjadi penambah wawasan agar menjadi penderma dan peka bahwa sebagian harta kita ada hak orang lemah (Mustdh’afin) di sana. (*/app)                                                                                        

*)Penulis adalah seorang aktivis IMM dan pengajar di SD Muhammadiyah Tanjung Redeb


BACA JUGA

Selasa, 08 Mei 2018 00:28

Ekonomi Syukur

BERSYUKUR adalah salah satu ajaran terpenting dalam Islam. Bersyukur sebanding dengan bersabar.…

Senin, 07 Mei 2018 11:18

“Ya Allah, muliakan dan bahagiakanlah Pak Jokowi.”

SAAT membaca kalimat doa di atas, bagaimana tanggapan Anda? Ingat, respons Anda yang paling pertama…

Rabu, 02 Mei 2018 00:28

Ketika Hak “Dilayani” Terabaikan

MASIH terlintas di benak saya, sebanyak 42 kepala daerah mendapat penghargaan berupa piala dan piagam…

Senin, 30 April 2018 00:16

Kenapa Harus Sekolah Alam?

“Pak, saya doakan semoga Bapak terpilih nanti, dan harapan saya hanya satu. Saya ingin anak saya…

Sabtu, 21 April 2018 10:28

Kartini Kesehatan

RADEN Adjeng Kartini, sosok yang sangat menginspirasi. Tokoh emansipasi yang  menuntut persamaan…

Selasa, 03 April 2018 12:19

Heboh Pulau Bakungan

KEMARIN malam salah satu TV nasional memberitakan tentang tidak diperbolehkannya wisatawan lokal masuk…

Senin, 26 Maret 2018 12:19

Dari Haul Sekumpul, hingga Mendadak Dekat Ulama

HAUL Sekumpul ke-13 diadakan pada 25 Maret 2018. Haul Sekumpul merupakan agenda tahunan yang diadakan…

Sabtu, 17 Maret 2018 00:23

Meneropong Visi dan Misi Calon Kepala Daerah

TAHUN 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu kepala daerah secara serentak. Di Kalimantan…

Kamis, 15 Maret 2018 11:09

Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

SAYA penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput…

Rabu, 14 Maret 2018 12:37

KAPITALISME LEWAT NARKOBA

AKHIR-akhir ini hangat di media pemberitaan terkait impor berton-ton sabu-sabu ke Indonesia. Tidak salah-salah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .