MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 11 Juni 2018 10:25
Berau Tertinggi di Kaltim, Penderita Sakit Jiwa Terdata 250 Jiwa
TAK PERNAH SEPI: Pelayanan penderita sakit jiwa di RSUD dr Abdul Rivai tak pernah sepi sejak dibuka pada 16 April lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Nurmin Baso, menyebut jumlah penderita sakit jiwa di Kabupaten Berau tertinggi di Kaltim. Hal tersebut disampaikannya saat acara buka puasa bersama dengan manajemen RSUD, baru-baru ini.

Walau demikian, Nurmin mengaku tidak memiliki jumlah pasti penderita sakit jiwa di Berau. Namun pelayanan di ruang penderita sakit jiwa di RSUD dr Abdul Rivai tak pernah sepi.

Malah pihaknya harus menambah ruangan pelayanan yang awalnya hanya 5 menjadi 13 ruangan, khusus untuk penderita sakit jiwa.

Pihaknya juga menyiagakan dua tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagai antisipasi jika jumlah pasien melebihi kapasitas yang ada.

“Angka pastinya di Berau kami tidak tahu, yang jelas sejak dibuka 16 April lalu selalu ada saja penghuninya. Makanya kami tambah lagi ruangannya,” katanya saat diwawancara Berau Post, kemarin (10/6).

Terpisah, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Berau Garna Sudarsono, mengaku heran jika Berau disebut memiliki jumlah penderita gangguan jiwa terbanyak di Kalimantan Timur.

Diakuinya, berdasarkan laporan seluruh puskesmas di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – tercatat sebanyak 250 orang masuk kategori sakit jiwa. Namun dijelaskannya, sakit jiwa juga memiliki tingkatan. Mulai dari rendah, sedang, hingga berat.

“Kalau yang terdata ada 250 orang, tapi yang berat seperti sampai dipasung atau yang sering mengamuk, hanya 13 sampai 15 orang saja. Perlu diketahui, orang susah tidur aja sudah dikategorikan sakit jiwa,” jelasnya.

Jika Berau disebut memiliki penderita penyakit jiwa terbesar di Kaltim, dirinya memperkirakan karena daerah lain tidak melakukan pendataan seperti yang dilakukan Dinkes Berau. “Mungkin daerah lain lebih tinggi, cuma mereka tidak mendata,” pungkas Garna. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:33

NM Bantah Semua Tuduhan

TANJUNG REDEB – NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang dilaporkan telah meminta…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .