MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 11 Juni 2018 10:25
Berau Tertinggi di Kaltim, Penderita Sakit Jiwa Terdata 250 Jiwa
TAK PERNAH SEPI: Pelayanan penderita sakit jiwa di RSUD dr Abdul Rivai tak pernah sepi sejak dibuka pada 16 April lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Nurmin Baso, menyebut jumlah penderita sakit jiwa di Kabupaten Berau tertinggi di Kaltim. Hal tersebut disampaikannya saat acara buka puasa bersama dengan manajemen RSUD, baru-baru ini.

Walau demikian, Nurmin mengaku tidak memiliki jumlah pasti penderita sakit jiwa di Berau. Namun pelayanan di ruang penderita sakit jiwa di RSUD dr Abdul Rivai tak pernah sepi.

Malah pihaknya harus menambah ruangan pelayanan yang awalnya hanya 5 menjadi 13 ruangan, khusus untuk penderita sakit jiwa.

Pihaknya juga menyiagakan dua tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagai antisipasi jika jumlah pasien melebihi kapasitas yang ada.

“Angka pastinya di Berau kami tidak tahu, yang jelas sejak dibuka 16 April lalu selalu ada saja penghuninya. Makanya kami tambah lagi ruangannya,” katanya saat diwawancara Berau Post, kemarin (10/6).

Terpisah, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Berau Garna Sudarsono, mengaku heran jika Berau disebut memiliki jumlah penderita gangguan jiwa terbanyak di Kalimantan Timur.

Diakuinya, berdasarkan laporan seluruh puskesmas di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – tercatat sebanyak 250 orang masuk kategori sakit jiwa. Namun dijelaskannya, sakit jiwa juga memiliki tingkatan. Mulai dari rendah, sedang, hingga berat.

“Kalau yang terdata ada 250 orang, tapi yang berat seperti sampai dipasung atau yang sering mengamuk, hanya 13 sampai 15 orang saja. Perlu diketahui, orang susah tidur aja sudah dikategorikan sakit jiwa,” jelasnya.

Jika Berau disebut memiliki penderita penyakit jiwa terbesar di Kaltim, dirinya memperkirakan karena daerah lain tidak melakukan pendataan seperti yang dilakukan Dinkes Berau. “Mungkin daerah lain lebih tinggi, cuma mereka tidak mendata,” pungkas Garna. (sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:23

Terus Berproses, Jaksa Teliti Berkas

TANJUNG REDEB – Penyidik kembali melimpahkan berkas perkara kasus perusakan…

Rabu, 23 Januari 2019 12:21

Air Laut Naik hingga 2 Meter

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:20

Sudah Waktunya Ditangani

TANJUNG REDEB – Fenomena Supermoon membuat air laut naik cukup…

Rabu, 23 Januari 2019 12:17

Sesak, Satu Ruangan Fungsi Ganda

Pelayanan untuk kesehatan tentu harus senyaman mungkin, tentu harus didukung…

Selasa, 22 Januari 2019 14:23

Lakukan Studi Kelayakan Dulu

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanahan Berau, siap melakukan studi kelayakan…

Selasa, 22 Januari 2019 14:18

Kamaruddin Akui Caleg PBB

TANJUNG REDEB – Walau sempat tak mengetahui kebenarannya, kemarin (21/1)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:16

Diduga Tak Bisa Berenang, Nelayan Tewas Tenggelam

TALISAYAN – Setelah melakukan pencarian selama satu malam, pada Minggu…

Selasa, 22 Januari 2019 14:15

Penderita DBD Capai 38 Orang

TANJUNG REDEB – Pada pekan ketiga Januari 2019, jumlah pasien…

Selasa, 22 Januari 2019 14:11

Antisipasi Kemacetan, Jalan Milono Jadi Percontohan

Pemerintah terus bergerak menata Kabupaten Berau, termasuk halnya menata lalu…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*