MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 12 Juni 2018 14:31
Faktor Genetik dan Keluarga Paling Dominan

Penyebab Masyarakat Alami Gangguan Jiwa

Grafis

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Banyaknya masyarakat Berau yang mengalami gangguan jiwa, tak ditampik Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Melanny Widjaja, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (11/6).

Dijelaskannya, gangguan jiwa dibagi menjadi tiga golongan. Yakni golongan sedang dengan gejalanya gangguan tidur, rasa cemas yang berlebihan, depresi, hingga merasa sakit namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan check-up tidak ditemukan adanya gangguan fisik.

Adapun golongan kedua yakni berat, di mana masyarakat umum menyebutnya orang gila. Sedangkan golongan terakhir yakni ganguan jiwa budaya. Penderitanya kerap mengalami kesurupan. “Jadi gangguan jiwa itu enggak melulu orang gila,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan pihaknya selama ini, penyebab paling banyak warga Berau menderita gangguan jiwa yakni genetik, lalu disusul akibat masalah keluarga. (selengkapnya lihat grafis). “Penyebabnya itu ada banyak, bahkan gangguan jiwa itu bisa muncul tanpa adanya sebab. Tapi dua itu yang mendominasi di sini (Berau, red),” katanya.

Untuk melakukan perawatan terhadap penderita gangguan jiwa, khususnya golongan berat, tidak sama dengan mengangani pasien penyakit lainnya. Walaupun mereka gila, namun yang terganggu adalah pikiran dan perasaannya, tidak dengan kecerdasannya.

“Hanya beda pada aktivitas, karena mereka harus dibantu mandi, makannya pun ditungguin sampai habis, begitu juga dengan meminum obat,” jelasnya.

Untuk membantu para penderita gangguan jiwa, Melanny mengimbau masyarakat, khususnya orang-orang terdekat, untuk lebih berempati kepada penderita, bukan malah menjauhinya.

Dirinya juga menyarankan agar seluruh masyarakat lebih rutin memeriksakan kesehatannya, sebab sebagian besar penderita tidak menyadari terjadinya penurunan kondisi fisik yang disebabkan oleh depresi. “Jika sering mengalami satu gejala atau lebih, maka perlu dicurigai adanya depresi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Nurmin Baso, menyebut jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Berau tertinggi di Kaltim. Hal tersebut disampaikannya saat acara buka puasa bersama dengan manajemen RSUD, baru-baru ini.

Walau demikian, Nurmin mengaku tidak memiliki jumlah pasti penderita sakit jiwa di Berau. Namun pelayanan di ruang penderita sakit jiwa di RSUD dr Abdul Rivai tak pernah sepi.

Malah pihaknya harus menambah ruangan pelayanan yang awalnya hanya 5 menjadi 13 ruangan, khusus untuk penderita sakit jiwa.

Pihaknya juga menyiagakan dua tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sebagai antisipasi jika jumlah pasien melebihi kapasitas yang ada.

“Angka pastinya di Berau kami tidak tahu, yang jelas sejak dibuka 16 April lalu selalu ada saja penghuninya. Makanya kami tambah lagi ruangannya,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (10/6).

Terpisah, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Berau Garna Sudarsono, mengaku heran jika Berau disebut memiliki jumlah penderita gangguan jiwa terbanyak di Kalimantan Timur.

Diakuinya, berdasarkan laporan seluruh puskesmas di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – tercatat sebanyak 250 orang masuk kategori sakit jiwa. Namun dijelaskannya, sakit jiwa juga memiliki tingkatan. Mulai dari rendah, sedang, hingga berat.

“Kalau yang terdata ada 250 orang, tapi yang berat seperti sampai dipasung atau yang sering mengamuk, hanya 13 sampai 15 orang saja. Perlu diketahui, orang susah tidur aja sudah dikategorikan sakit jiwa,” jelasnya.

Jika Berau disebut memiliki penderita penyakit jiwa terbesar di Kaltim, dirinya memperkirakan karena daerah lain tidak melakukan pendataan seperti yang dilakukan Dinkes Berau. “Mungkin daerah lain lebih tinggi, cuma mereka tidak mendata,” pungkas Garna. (sam/udi)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:11
BREAKING NEWS

Jual Sabu, Pria Pengangguran Ini Diciduk Polisi

TANJUNG REDEB - Pria pengangguran berinisial Mn (37) warga Gang Murai Jalan Marsma Iswahyudi, harus…

Jumat, 22 Juni 2018 10:25

Dukungan dari Pro Fauna

TANJUNG REDEB – Pro Fauna Berau, mendukung langkah Wakil Bupati Berau Agus Tantomo yang bakal…

Jumat, 22 Juni 2018 10:22

Ganti Nama Spot Diving Pakai Bahasa Inggris

Jika ingin menjajal semua spot diving di perairan Berau, tak akan ada habisnya dan dijamin tak akan…

Jumat, 22 Juni 2018 10:21

Dua Perusahaan Dapat Proper Merah, Kepala DLHK: Itu Sudah Cukup Baik

TANJUNG REDEB – Mengabaikan apa menjadi rekomendasi dari pemerintah, disebut sebagai penyebab…

Jumat, 22 Juni 2018 10:20

Ada Pungutan, Laporkan!

TANJUNG REDEB - Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik)…

Kamis, 21 Juni 2018 09:54

Permudah Keperluan Masyarakat dengan NIK

TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, mencanangkan program…

Kamis, 21 Juni 2018 09:53

Pencurian Telur Penyu Masih Marak

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, menyempatkan melakukan peninjauan di Pulau Blambangan,…

Minggu, 17 Juni 2018 15:21
BREAKING NEWS

JANGAN DITIRU..!! Lebaran, Pengendara Motor Banyak Tak Pakai Helm

TANJUNG REDEB - Mulai hari pertama hingga ketiga lebaran, masih banyak pengendara motor tidak menggunakan…

Sabtu, 16 Juni 2018 16:50

30 Petugas Dishub Siaga di Lima Posko Mudik Lebaran

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan Berau, kerahkan 30 anggotanya guna menyukseskan arus mudik Lebaran…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:15

Pembesuk Membeludak, Rutan Batasi Waktu

TANJUNG REDEB - Pembesuk pada hari kedua Lebaran di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IB membeludak,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .