MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 13 Juni 2018 12:15
Kendaraan Besar Paksa lewat Jembatan Bujangga, Dishub Ancam Tarik KIR Kendaraan
JADI PERINGATAN: Portal Jembatan Bujangga yang ditabrak pikap bermuatan lemari pada Senin (11/6).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kembali rusaknya portal Jembatan Bujangga, membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman cukup geram.

Padahal, sudah jelas tujuan rambu larangan maupun portal pembatas  bobot dan dimensi  kendaraan yang boleh melintasi Jalan Bujangga. Namun, hal itu tak diindahkan para pengendara bandel.

"Ini sudah kejadian ke empat dalam tahun ini. Mereka ini bukan tidak tahu ada larangan. Tapi masa bodoh," katanya kepada Berau Post, Selasa (12/6).

Padahal, lanjut Abdurrahman,  pihaknya telah menempatkan petugas di lapangan. Walaupun diakuinya tidak 24 jam non stop.

"Kemungkinan mereka melintas ketika tidak ada anggota di lapangan. Kalau ada petugas, tentu dilarang dan memberikan teguran keras," sebutnya.

Bertindak tegas, pihaknya tidak akan segan untuk memberikan sanksi dengan mencabut atau menarik Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR). Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan sanksi bagi sopir 'nakal' berupa surat teguran keras. Sanksi itu berlaku seluruh pengendara yang terbukti melanggar ketentuan pembatasan beban kendaraan yang bisa melintas Jembatan Bujangga. 

Pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu lalu lintas, guna memperingatkan pengendara yang membawa kendaraan dengan ketinggian tertentu agar tidak memaksakan untuk melintas.

Abdurrahman meminta peran aktif masyarakat di sekitar Jembatan Bujangga, untuk membantu melakukan pengawasan. Jika melihat pelanggaran, masyarakat dapat memberikan teguran bagi pengendara yang kedapatan membawa muatan berlebih dan memaksa melintasi Jembatan Bujangga. Atau melaporkannya ke Satlantas Polres Berau untuk dilakukan tindakan.

“Karena memang petugas kami tidak berjaga selama 24 jam di lapangan. Makanya kami sangat berharap bantuan masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Berau, AKP Wisnu Dian Ristanto menegaskan, tindakan itu sudah jelas dengan sengaja melanggar aturan lalu lintas. Pasalnya, di sekitar jembatan telah terpasang rambu-rambu larangan bagi kendaraan dengan bobot atau dimensi kendaraan yang telah ditentukan.

"Kami tidak akan segan menindak tegas sesuai prosedur hukum, berupa surat tilang," singkatnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan), Syamardan menyebut jika kendaraan dinas jenis pikap dengan nomor polisi (nopol) KT 8156 G merupakan kendaraan sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau. "Masalah itupun saya tidak tahu menahu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Bujangga, Kelurahan Sei Bedungun kembali dibuat geram atas kendaraan yang menabrak portal di Jembatan Bujangga. Malah kali ini, dilakukan oleh  kendaraan dinas jenis pikap dengan nomor polisi (Nopol) KT 8156 G yang diduga kendaraan dinas Sekretariat Dewan (Setwan) pukul 16.30 Wita, Senin (11/6).

Pikap itu mengangkut lemari yang tingginya melewati batas portal. Akibatnya, portal Bujangga terjatuh.

Seperti yang diungkapkan Hadi, warga setempat. Ia mengatakan, insiden kali ini sangat mencoreng nama pemerintahan. Seharusnya menjadi contoh atau panutan masyarakat, malah melanggar.

"Kok malah memberikan contoh yang buruk," katanya kepada Berau Post, kemarin.

Perkataannya bukan tanpa dasar. Sudah jelas terpasang, pembatas larangan yang bertujuan agar kendaraan dengan bobot dan dimensi besar tidak melintas di Jalan Bujangga, namun tidak diindahkan. Padahal mereka merupakan contoh maupun panutan masyarakat.

"Setidaknya, oknum pengguna kendaraan dinas bisa memberitahukan untuk tidak melintas di Jalan Bujangga kepada sopir jika tidak memungkinkan," sebutnya.

"Karena, kita (manusia) banyak melihat sisi buruk ketimbang baiknya. misalnya, dia (unsur pemerintahan) boleh, kenapa saya tidak boleh. Disitulah nanti banyak yang ikut-ikutan, meski tidak dapat melintas dipaksakan walaupun harus merusak," tambahnya.

Sementara, Yati, warga lainnya juga mengutarakan hal serupa. Ia juga menganggap, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang harus menindak tegas kendaraan-kendaraan yang menabrak portal Bujangga.

"Kalau sekali dua kali tidak masalah. Ini sudah ke beberapa kalinya terjadi. Bahkan hari ini (kemarin, Red.), orang pemerintahan yang melanggar. Berarti ketegasan tidak ada," ujarnya.

Meski dikatakannya, belakangan ini ada beberapa petugas yang berada di lokasi."Ada petugas. Ya gitu, kadang ada, kadang tidak ada," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Dishub Berau melakukan tindakan tegas. Jangan hanya sebatas imbauan dan sosialisasi. Meski itu dilakukan di dalam unsur pemerintahan.

"Pengamanan waktu dan personel di perketat. Jika menemukan, langsung ditindak sesuai aturan. Atau bisa dikenakan pengrusakan fasilitas daerah," pungkasnya.

Sementara, baik Kepala Dishub Berau, Abdurrahman maupun Sekwan Berau, Syahmardan belum merespons percobaan konfirmasi awak Berau Post via telpon maupun pesan singkat. (jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .