MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 11 Juli 2018 13:56
Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019
Syarifuddin Noor

PROKAL.CO, TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun. Masyarakat Indonesia akan dihadapkan pada 2 agenda besar demokrasi yaitu pelaksanaan pemilihan umum legislatif, serta pelaksanaan pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden Indonesia 2019.

Momentum pelaksanaan menjelang 2 agenda besar ini membuat kontestasi dan suhu politik baik di tingkatan atau level daerah kabupaten/kota, provinsi, dan bahkan sampai ke nasional sedikit meningkat dan membuat urat nadi percaturan politik bangsa Indonesia menegangkan dalam mengatur strategi, mengatur sasaran, dan mengatur formasi untuk dapat memenangkan serta meraih simpati hati pemilih masyarakat yang memiliki kedaulatan dan hak suara.

Bak seperti mengatur formasi di dalam pelaksanaan pertandingan sepaka bola piala dunia di Rusia, tim-tim besar berguguran dan berjatuhan. Tim yang tadinya di jagokan dan diunggulkan secara formasi dan secara kualitas serta kuantitas harus berkemas mengangkat koper untuk kembali dan pulang ke negara asalnya. Dikarenakan menelan pil pahitnya kekalahan dalam sebuah pertandingan bergengsi piala dunia.

Momentum pelaksanaan 2 agenda besar demokrasi bangsa Indonesia mulai menarik untuk diperbincangkan oleh khalayak ramai, mulai dari kalangan politisi, akademisi, dan para praktisi. Nuansa politik juga sudah mulai terasa dan menjadi hal yang tidak terpisahkan di dalam pelaksanaan menjelang pesta demokrasi pemilihan umum legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta pemilihan umum presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2019 yang akan datang.

Geliat pemanasan mesin politik sebagai sebuah kendaaran atau jalur kendaraan partai politik mulai memunculkan sosok-sosok calon kandidat yang dianggap layak, dan terbaik untuk memenuhi kriteria dimasing-masing daerah pemilihan. Track record dari calon kandidat harus jelas, teruji ke publik, dan tak luput dari sosok yang familiar dimasyarakat atau sudah dikenal publik dari pada yang hanya sekedar silaturahmi biasa, tebar pesona kemana-mana melalui pamflet, spanduk, baliho, dan apa lagi yang hanya mengobral janji-janji belaka. Sehingga, hal tersebut akan sangat menyulitkan dan menggangu partai politik tersebut didalam meningkatkan elektabilitas dari kandidat calon yang diusung melalui partai politik maupun untuk memperoleh kedudukan dari kursi politik.

Sejumlah partai politik mulai bergerak dengan memunculkan dan mengambil tokoh-tokoh yang dianggap mampu dan layak untuk mendongkrak perolehan suara mesin partai didalam pelaksanaan pemilihan umum legislatif, selanjutnya yang tak kalah penting bahwa adanya para calon kandidat yang akan bertarung didalam ajang pemilihan umum legislatif ini adalah adanya calon kandidat yang memilih untuk pindah partai karena tidak mendapatkan tempat dan dukungan didalam partai yang dinaunginya selama berkiprah dalam sebuah partai politik.

Dinamika serta tensi politik menjelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif tahun 2019 akan sangat menjadi ketat dan keras. Hal ini dikarenakan akan banyak muncul kandidat calon dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) yang siap untuk bersaing dan bertarung untuk memperebutkan perolehan kursi politik yang akan mewakili masing-masing daerah pemilihannya (dapil). Tak peduli itu dari partai yang bernuansa Islam, nasionalis, maupun moderat. Antusiasme politik di dalam pelaksanaan pemilihan umum legislatif ini akan menandakan begitu seksinya sebuah jabatan menjadi anggota dewan yang terhormat dan yang mulia (sebutan bagi anggota DPRD). Ini dikarenakan akan terjadinya pembentukan pendewasaan politik berdemokrasi melalui kursi yang nantinya akan menjadi sebuah simbol politik yang sangat memesona sehingga banyak diperebutkan oleh banyak orang. Disebabkan setiap orang berhak dan mempunyai hak individu politik untuk mencalonkan diri, yang mana mereka mencalonkan diri dalam ajang pemilihan umum legislatif ini sebagai jembatan untuk terciptanya penghubung antara masyarakat yang diwakili dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi-aspirasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat yang diwakilinya. Sehingga program, kegiatan, dan rencana kerja yang nantinya apabila terpilih dapat diperjuangkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan peningkatan taraf kehidupan serta kesejahteraan masyarakat.

Marilah kita berkompetisi secara arif, sehat, dan bijaksana dalam beradu gagasan dengan cara-cara yang baik, santun dan sopan tanpa menjatuhkan atau menyudutkan lawan-lawan politik untuk meraih simpati dan dukungan dari masyarakat. Hindari sedini mungkin ambisi politik untuk menghalalkan segala cara demi merebut perolehan kursi kekuasaan dengan cara-cara yang tidak diperkenankan. Utamakan kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan sebagai sebuah anak bangsa yang sama-sama ingin merajut dan memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak demi mensejahterakan dan meningkatkan taraf penghidupan masyarakat yang lebih baik ke depannya.

Semoga dengan perhelatan pelaksanaan pemilihan umum legislatif, dan pelaksanaan pemilihan umum presiden dan wakil presiden Indonesia 2019, akan menghasilkan orang-orang yang memang pantas, dan layak untuk diberikan dukungan melalui suara pilihan kita.(*/app)

*)Penulis adalah Alumni Pascasarjana Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Mulawarman Samarinda.


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:17

Surat Cinta Muktamar IMM XVIII Malang

DINAMIKA perdinamika dalam tubuh ikatan terjadi. Idealisme kader bermunculan demi kukuhnya suatu fondasi…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:40

Sakit Itu Berat, BPJS Tak Akan Kuat

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit keuangan. Sehingga membuat lembaga…

Kamis, 02 Agustus 2018 13:29

Peduli Lingkungan, Simpel Aja!

Mendengar istilah simpel, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Rabu, 01 Agustus 2018 14:17

Peduli Lingkungan Berau? SIMPEL Saja!

MENDENGAR istilah SIMPEL, identik dengan mudah, sederhana atau praktis. Begitu juga yang ingin dihadirkan…

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .