MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 16 Juli 2018 15:48
Pembangunan Dinilai Tak Diawasi

Terkait Proyek Semenisasi Gang Gerilya Dinilai Asal-asalan

DIPERTANYAKAN: Pelaksanaan kegiatan proyek semenisasi di Gang Gerilya, Jalan Soekarno Hatta RT 12, Kampung Talisayan dinilai dikerjakan tak sesuai.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau Jasmine Hambali angkat bicara terkait pelaksanaan kegiatan proyek semenisasi di Gang Gerilya, Jalan Soekarno Hatta RT 12, Kampung Talisayan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang dinilai masyarakat dilakukan asal-asalan.

Tegas Jasmine, pengerjaan peningkatan jalan permukiman kampung sebesar Rp 650. 329.643 harus diberhentikan sementara. Info yang sampai ke telinganya, pengerjaan dinilai tidak sesuai.

Bahkan, pihak kontraktor tidak mencantumkan volume pengerjaan di papan informasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

"Jangan sampai pengerjaan jalan yang dilakukan asal-asalan hanya bisa dirasakan masyarakat hanya menghitung bulan, lalu rusak lagi. Berhentikan aktivitas pekerjaan, jangan dilanjutkan," katanya kepada Berau Post, Minggu (15/7).

Jasmine, juga mempertanyakan kinerja DPUPR maupun Pejabat Pemberi Komitmen (PPK) insiden ini dapat terjadi. Secara tidak langsung, pihak terkait tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut.

"Konsultan pengawas maupun DPUPR harus bertanggungjawab. Kok bisa kegiatan pemerintah dilakukan asal-asalan," jelasnya.

Dirinya bersama anggota parlemen lainnya, akan melakukan hearing ke DPUPR untuk mempertanyakan kegiatan pembangunan yang diduga bermasalah.

 "Jika masalahnya berada di pihak pekerja atau kontraktor, DPUPR harus memibta pertanggungjawaban. Kalau memang gak sanggup ganti," tegasnya.

Lanjutnya, begitu juga jika terjadi kekurangan pembiayaan pembangunan. Jika masalahnya berada pada minimnya anggaran, DPUPR bisa melakukan skema pembangunan bertahap dengan menyesuaikan dana yang ada. Bukan dipaksakan tuntas tapi tidak maksimal.

"Yang jelas, saya dan anggota lain akan segera mempertanyakan soal ini dan meminta pekerjaan dapat dilakukan sesuai SOP," pungkasnya.

Sementara, Sekretaris DPUPR Berau, Rahmat saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan pesan singkat oleh awak media belum memberikan respons.

Diberitakan sebelumnya, terkait tudingan masyarakat yang menganggap pekerjaan semenisasi jalan di Gang Gerilya RT 12 Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan, ditanggapi oleh Alwi, selaku pelaksana pengerjaan.

Dikatakannya, apa yang disampaikan masyarakat terkait proses pekerjaan tersebut tidak benar. Ia menilai, proses pengerjaan yang dilakukan oleh pihaknya telah sesuai.

"Kita bekerja tidak buta-buta, kita juga mempertahankan spek," ungkapnya saat dikonfirmasi Berau Post, Selasa (10/7) lalu.

Ketika ditanya, apakah proses pengerjaan semenisasi tersebut tidak dilakukan perataan atau penimbunan terlebih dulu. Ia menjawab, penimbunan dan perataan jalan tidak masuk dalam anggaran.

"Tidak ada penimbunan untuk jalanan jelek di sana. Itu toleransi kita untuk menimbun jalan rusak dengan batu.  Batunya sudah ada di sana. Kalau ada dananya kita bisa masukkan alat berat kesana," bebernya.

Ia pun menegaskan, tidak ada hal yang menyalahi aturan dalam proses pengerjaannya. "Jadi saya anggap apa yang kita lakukan sudah sesuai," tegasnya.

Dirinya juga menanggapi terkait pertanyaan masyarakat yang menilai pengerjaan tersebut dikerjakan terkesan terlambat. Menurut Alwi, masyarakat tidak perlu tahu alasan mengapa pihak pelaksana terlambat dalam mengerjakan proyek tersebut. Yang penting tambah dia, kegiatan dapat selesai tepat waktu.

"Itu urusan saya sebagai pelaksana. Mau kerjanya besok, yang penting kan pekerjaannya selesai sebelum batas waktu. Karena saya dapat pastikan kegiatan ini selesai sebelum batas waktu yang diberikan,  sesuai spek, serta SOP nya. Kami juga tahu, pekerjaan yang selesai tidak tepat waktu akan didenda, bahkan di-blacklist. Kami ingin berkepanjangan," ungkapnya.

Dirinya juga mengaku setiap melakukan kegiatan, seperti pengecoran, selalu disampaikan kepada pihak Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dari DPUPR.

"Saya juga koordinasikan dengan PPK-nya. Ini loh, yang sudah dikerjakan. Jadi bukan asal kami kerjakan," katanya

Sementara itu di konfirmasi terpisah, PPK kegiatan peningkatan jalan perdesaan, Agus Efendi mengaku belum bisa menanggapi permasalahan tersebut karena harus melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

"Secepatnya, saya kordinasikan terlebih dahulu dengan direksi teknis lainnya, biar sama-sama ke lapangan," tandasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .