MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 17 Juli 2018 01:10
Beras dan Rokok, Penyumbang Kemiskinan Kaltim dan Kaltara
Adqo Mardiyanto

PROKAL.CO, KOMODITAS beras dan rokok, menjadi penyumbang  terbesar tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Jika di Kaltim terjadi di daerah perdesaan, sedangkan di Kaltara terjadi di daerah perkotaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Adqo Mardiyanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei di perdesaan dan perkotaan di Kaltim dan Kaltara, terhadap 50 komoditas pangan dan non pangan. Dan hasilnya, beras dan rokok benar-benar menjadi penyumbang kemiskinan.

“Terdapat kesamaan antara di Kaltim dan Kaltara, yang menentukan garis kemiskinan beras dan rokok. Bedanya, di Kaltim terjadi di perdesaan dengan nilai 26,87 persen untuk beras dan 16,94 persen rokok. Sedangkan di Kaltara, 24,51 persen beras dan 15,94 persen rokok,” jelasnya, Senin (16/7).

Dijelaskan Adqo, jumlah penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2018 sebanyak 218,90 ribu orang atau sebanyak 6,03 persen. Angka ini naik dari September 2017 yang berjumlah 218, 67 ribu orang.  Sedangkan di Kaltara, jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 sebanyak 50,35 ribu orang atau sebanyak 7,09 persen. Jumlah ini meningkat dari pada September 2017 yang hanya berjumlah 48,56 ribu orang (6,96 persen).

Lanjutnya, di Kaltim, Garis Kemiskinan  (GK) selama periode September 2017-Maret 2018 naik sebesar 2,28 persen yaitu dari Rp 561.868, per kapita per bulan menjadi Rp 574.704 di Maret 2018. Sedangkan di Kaltara, pada September 2017 naik sebesar 1,34 persen, yaitu dari Rp 578.305  per kapita per bulan menjadi Rp 586.049 di Maret 2018.

Dijelaskan Adqo, untuk mengukur GK, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach) .  Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan seseorang dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

“Sementara untuk mengukur Garis Kemiskinan (GK) terbagi dalam dua kelompok yaitu Garis Kemiskinan Makanan dan Garis Kemiskinan Non Makanan. Dihitungnya secara terpisah antara daerah perkotaan dan perdesaan. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,” jelasnya. (*/yul/app)

  


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*