MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 18 Juli 2018 13:24
Diperiksa KY Gara-Gara Perkara Warisan

Mengenal Hakim-Hakim Pengadilan Agama Berau: Uray Gapima Aprianto (1)

Uray Gapima Aprianto

PROKAL.CO, class="p1">Lahir dari keluarga petugas kesehatan, tak membuat Uray Gapima Aprianto mengikuti jejak sang ayah. Jalan hidupnya pun membawa pria asal Kalimantan Barat ini menjadi seseorang pengetuk palu dalam sidang perkara rumah tangga.

 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

 

Menjadi seorang hakim bukanlah cita-cita sejak kecil seorang Uray. Ayahnya yang bekerja sebagai mantri atau petugas kesehatan, tak membuat ia tertarik untuk turut menggeluti dunia medis itu.

Setelah lulus dari jenjang SMA di Pemangkat, Kalimantan Barat, Uray memutuskan untuk melanjutkan pendidikan guru agama di Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. 

“Ya, sebenarnya cuma mengikuti arus saja. Padahal, orangtua mau saya jadi perawat, tapi saya tetap maunya di PGA (Pendidikan Guru Agama),” katanya kepada awak media ini, Selasa (17/7).

Melihat kesungguhan sang anak, akhirnya kedua orangtua Uray pun mengalah dan mempersilakan anaknya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan agama. Setelah berhasil meraih predikat sarjana pada tahun 1995 lalu, pria berkacamata inipun mengikuti tes dosen agama di Universitas Tanjungpura dan pegawai Pengadilan Agama.

Dari dua tes yang diikutinya itu, ayah tiga anak ini sama-sama dinyatakan lulus. Namun, ia pun lebih memilih menjadi seorang pegawai di Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. “Saya inginnya menjadi dosen Hukum Islam di Untan (Universitas Tanjungpura) tapi tidak disetujui pihak kampus. Makanya saya lebih memilih menjadi pegawai di pengadilan,” kenangnya.

Beberapa tahun setelah menjadi pegawai di pengadilan, ia kembali melanjutkan pendidikan hakim di Mahkamah Agung. Dan pada tahun 2003, Uray dinyatakan lulus menjadi seorang hakim. Kariernya sebagai seorang hakim pun dimulai pada 2007 dan ditugaskan pertama kali di Pengadilan Agama Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. 

Mendapat tugas pertama di Toli-Toli, anak ketiga dari tujuh bersaudara inipun langsung dihadapkan dengan sebuah perkara rumah tangga. Tidak sebagai majelis, melainkan sebagai hakim tunggal. Ia pun kala itu merasa tidak gugup meski baru pertama kali bertugas sebagai seorang hakim. Karena menurutnya, hal ini sudah dipelajarinya saat pendidikan hakim beberapa tahun silam.

Selama menjadi seorang pengadil, Uray menyebut hal yang harus benar-benar dimiliki seorang hakim adalah sifat yang tak gampang marah atau emosi. Sebab, saat menyidangkan sebuah perkara di meja hijau, perasaan tersebut harus benar-benar dihilangkan, karena yang dihadapi orang tengah bermasalah.

“Apalagi masalah rumah tangga, itu sangat sensitif sekali dan lebih sulit dibandingkan perkara lain. Karena ini masalah perasaan atau hati,” ujarnya.

Uray mengungkapkan juga pernah menangani perkara soal warisan. Dalam memutuskan perkara ini, pihak yang menggugat merasa tidak puas dan melaporkan seluruh hakim yang memutus perkara tersebut ke Komisi Yudisial.

“Itu pertama kalinya saya dan majelis lainnya diperiksa oleh KY. Gara-gara mereka kurang puas dengan keputusan tersebut,” tutupnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 01:05

Diduga Martin B-10

BANGKAI pesawat di gunung Kampung Long Keluh, diduga kuat berjenis bomber medium, yakni Martin B-10…

Jumat, 17 Agustus 2018 01:02

Misteri Gunung Pesawat

KUNG  PHONG (Gunung Besar) di Kampung Long Keluh, Kecamatan Kelay, masih menyimpan misteri tentang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:03

Dewan Pengawas Bisa “Memaksa”

TANJUNG REDEB - Memegang amanat sebagai Dewan Pengawas pada sebuah Perusahaan Daerah (Perusda), disebut…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

KPU Dinilai Tertutup

TANJUNG REDEB - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak)…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50

Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:58

Dua Sekolah Minta Ditunda

TANJUNG REDEB – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten, tengah gencar…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:55

RSUD Jadi “Tumbal” BPJS Lagi, Nurmin: Kita yang Dibenturkan dengan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, kembali  terkena getah dari aturan…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:53

Tolak Disebut Kecolongan

TANJUNG REDEB - Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Ramlan Asri, menolak…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:48

Baru 874 Pendaftar Beasiswa Berau Gemilang

TANJUNG REDEB – Sejak dibuka pada 15 Juli lalu, sebanyak 874 pelajar dan mahasiswa Berau telah…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:30

Dewan Pengawas Diminta Jalankan Fungsi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Saga, meminta Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .